MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
PUTUS


Satu bulan kemudian,


Kevin mengajak Kyara pergi ke sebuah danau dekat kampus tempat pertama kali mereka bertemu. Kevin tidak bisa terus membohongi wanita yang ia cintai terus menerus mengenai pernikahannya dengan Renata putri tuan Bisma.


Ya, besok adalah hari pernikahan bisnis Kevin dan Renata yang telah direncanakan secara matang oleh keluarganya. Kevin benar-benar menukar masa mudanya untuk menyelamatkan perusahaan keluarganya. Pernikahan tanpa dasar cinta.


“Kita sudah lama tidak ke sini !” ucap Kyara kala mereka berdua tengah duduk disebuah kursi kayu.


“Iya, tempat pertama kali kita bertemu !” jawab Kevin tersenyum getir, haruskah ia jujur pada Kyara ia tahu setelah ia berkata jujur pasti Kyara akan kecewa dan terluka karenanya.


“Ada yang ingin ku bicarakan !” ucap Kevin pelan.


Kyara menoleh menghadap Kevin, ia menangkap raut keseriusan dari kekasihnya itu. “Ada apa ?”


“Aku akan menikah !” Kevin mengucapkan itu dengan hati yang begitu pedih dan suara yang bergetar. Memang begitu berat untuk berkata jujur, namun jika ia terus menyembunyikan kebenaran dan terus berbohong bukankah Kyara akan semakin terluka karenanya.


Deg


Kyara diam seribu bahasa lidahnya seolah kelu untuk bertanya, karena Kevin pasti tidak main-main dengan ucapannya sebab ia tahu seperti kekasihnya itu.


“Kyara, maafkan aku.” Kevin menggenggam tangan Kyara sumpah demi apapun Kevin benar-benar merasa bersalah dan merasakan hal yang tak karuan di hatinya.


“Maafkan aku, aku terpaksa menerima perjodohan yang sudah di atur oleh kedua orang tuaku, tapi percayalah cintaku tulus untukmu.” Lirih Kevin ia menatap sendu Kyara telah menarik tangannya dari genggamannya.


Siapa pun yang merasakan di posisi keduanya pasti tidaklah mudah. Disaat Kyara sudah berharap pada Kevin dan yakin jika Kevin ditakdirkan untuknya, namun apalah daya jika Tuhan tidak mentakdirkan dia untuk kita, maka kita tidak bisa untuk menentangnya.


Air mata jatuh di pelupuk mata Kyara, rasanya begitu sakit dan sesak menerima pernyataan yang memilukan dari kekasihnya itu. Menikah dengan wanita lain, tentu saja Kyara tidak sanggup untuk melihat lelaki sebaik Kevin bersanding dengan yang lain.


“Ku mohon jangan menangis.” Kevin menghapus air mata Kyara dengan suara bergetar, ia pun seakan menumpahkan air matanya di hadapan Kyara. Mereka sama-sama merasakan sakit yang teramat luar biasa, kala harus mengakhiri hubungan mereka sampai disini.


“Ka..kapan kau akan menikah ?” hanya itu yang dapat Kyara pertanyakan dengan Kevin, karena lidahnya seolah kelu untuk bertanya hal yang lain.


“Besok !” jawab Kevin kemudian menghembuskan nafasnya seolah telah mengeluarkan beban berat dalam hatinya.


Kyara memejamkan kedua matanya ,rasanya benar-benar tak sanggup lagi ia menerima kenyataan pahit semacam ini. Selama ini hubungan mereka baik-baik saja, namun mengapa dengan cepat mereka harus terpisahkan. Angan-angan untuk hidup berumah tangga berdua, kini hilanglah sudah. Karena posisinya sudah tergantikan dengan wanita lain, yang mungkin lebih segala-galanya darinya.


Kyara semenjak bukan lagi putri dari seorang Arsenino, ia sudah sadar diri tentang siapa dirinya. Gadis miskin yang tak memiliki keluarga ataupun harta yang dapat dibanggakan pada keluarga calon suaminya, Kevin.


Kyara…


... ……………...