
“Dasar bodoh ! Aku masih mencintaimu !” Tangis Kyara pecah ia kemudian memukul-mukul dada Agam sekuat tenaganya.
Sedangkan Agam hanya diam saja saat tubuhnya dipukul oleh Kyara. Kemudian ia menarik Kyara dalam pelukannya. Ia tersenyum bahagia bahkan meneteskan air matanya.
“Apa itu artinya aku memiliki kesempatan lagi ?” Agam melepaskan tubuh Kyara dalam pelukannya dan menatap manik mata Kyara yang sudah membasah.
Mendadak Kyara menjadi kesal karena ucapan Agam padanya. Kyara merasa Agam kembali menjadi pria yang pertama kali ia kenal, pria yang memiliki system syaraf yang kurang peka.
Kyara kemudian masuk ke dalam mobil Agam dan menutup pintu mobil Agam dengan kasar. Meninggalkan Agam yang diam dengan kebingungan yang ia rasakan
Brak
Kyara menurunkan kaca mobil dan mengeluarkan kepalanya melihat Agam yang terus saja diam di tempatnya.
“Apa kau akan terus berdiri disana dan tidak mau ku beri kesempatan ?” teriak Kyara dan itu membuat Agam tersadar, buru-buru Agam masuk ke dalam mobilnya dan duduk di kursi kemudi sebelah Kyara.
“Apa kau serius ?” tanya Agam kali ini ia ingin benar-benar memastikannya karena ia masih penasaran.
“Sekali lagi kau bertanya, aku tarik ucapan ku !” jawab Kyara berdecak kesal karena Agam terus bertanya hal yang sudah jelas-jelas ia beri tahu jawabannya.
Agam tersenyum senang, ia kemudian menyalakan mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan senyuman mengembang di bibirnya. Hatinya begitu berbunga-bunga, karena apa yang ia harapkan selama ini ia dapatkan.
Kesabarannya selama lima tahun ini benar-benar-benar membuahkan hasil. Nyatanya Tuhan berpihak padanya. Ia begitu bersyukur cintanya telah kembali dalam pelukannya, Kyara.
...****************...
“Kau sudah mengambil keputusan ?” tanya Rain to the point. Rain bisa melihat perubahan wajah adik tiri nya itu yang seolah menunjukkan jawaban dari pertanyaannya.
“Jadi kau memaafkannya ? dan menerimanya kembali ?” tanya Rain lagi dengan suara beratnya.
Kyara hanya diam ia kemudian mendudukkan dirinya di kursi dan menuangkan segelas air dan meminumnya.
“Apa aku terlalu cepat membuka diriku untuk memaafkannya ?” Kyara malah balik bertanya pada Rain.
“Kau tidak takut terluka kembali ?” jawab Rain.
“Itu bukan jawaban Kak Rain, bukan kah kau seharusnya bahagia melihat aku memilih kebahagiaanku sendiri ?” lirih Kyara, Kyara merasa Rain tidak menyukai dirinya kembali pada Agam.
“Aku hanya takut kau terluka lagi, dan itu disebabkan oleh orang yang sama.” Rain menatap Kyara ia hanya tak ingin orang yang ia sayangi merasakan rasa sakit dan penderitaan lagi oleh orang yang sama, Agam.
“Kau begitu sayang padaku hingga kau selalu memikirkan kebahagiaanku, tanpa memikirkan kebahagiaan mu sendiri. Aku berjanji akan baik-baik saja. Aku pun akan lebih bahagia jika kau juga hidup bahagia.”
Kyara tersenyum pada Rain, meski Rain bukanlah Kakak kandungnya mereka hanyalah saudara tiri. Tapi Kyara menganggap Rain adalah saudara yang terbaik karena Rain selalu ada untuknya, pendengar setianya selama ini.
“Versprechen ? (Janji )“ tanya Rain lagi memastikan adik tirinya itu dengan keputusan yang ia ambil. Walau bagaimana pun Morgan telah menitipkan Kyara padanya dan ia telah berjanji pada Morgan untuk melindungi Kyara dan menjaganya dengan baik.
"Ich verspreche (Akubberjanji."