MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
MENCOBA DIAM


Agam kembali hari itu juga. Ia memutuskan untuk kembali saja karena pikirannya sudah kacau karena insiden bersama Sarah. Ia bahkan membatalkan pertemuannya bersama klien yang sudah melakukan perjanjian pertemuan dengannya. Untuk soal pengecekan proyek pembangunan, ia mempercayakannya pada Nathan.


Rasa penyesalan begitu menubruk dirinya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana kecewanya Kyara padanya. Pikiran Agam kacau, yang ada dibenaknya adalah Kyara dan Kyara istri tercintanya.


Begitu ia tiba di mansions orang tuanya. Agam berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya. Begitu ia membuka pintu, dilihatnya wanita yang ia cintai itu tengah tertidur dengan damainya.


Mata Agam begitu berkaca-kaca dirinya menatap wajah cantik nan sendu milik istrinya itu. Mungkinkah ia tega menyakiti hatinya dengan menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Sarah.


Kyara menggeliat dari tidur siang nya, ia membuka matanya dan melihat ternyata suaminya sedang berada di sampingnya dengan menatap dirinya.


“Agam..” Kyara kaget karena Agam sudah kembali, ia tak menyangka jika suaminya berada disampingnya.


Agam kemudian memeluk erat tubuh ramping Kyara. Ia memeluk erat seolah tak ingin Kyara pergi dari sisinya. Kyara pun diam terpaku dengan apa yang dilakukan oleh Agam padanya.


“Kenapa ? Apa kau begitu merindukanku ?” Tanya Kyara menggoda Agam, karena merasa jika Agam memeluknya semacam itu dikarenakan Agam merindukannya.


“Iya, aku sangat merindukanmu.” Balas Agam dengan nada lirih. Ia menganggukkan kepalanya, rasanya begitu berat hatinya jika akan berterus terang pada Kyara.


“Maaf Aku telah menyakiti mu dan telah mengecewaka mu, maaf kan Aku, Sayang.” Ucap Agam dalam hatinya. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada Kyara.


“Agam, kau membuatku sesak nafas.” Keluh Kyara saat tubuhnya semakin dipeluk erat oleh Agam.


... ……....


Satu bulan setelah kejadian itu, rumah tangga Agam dan Kyara semakin harmonis. Bahkan Agam tidak ingin jauh-jauh dari Kyara. Agam juga meminta Kyara untuk kembali menjadi sekretarisnya agar dirinya selalu berada di dekat Kyara.


Kyara tentu saja begitu senang dengan tawaran yang diberikan oleh Agam, untuk kembali bekerja. Pasalnya sejak mereka jatuh cinta, Agam melarang Kyara untuk bekerja dan hanya fokus pada dirinya dan rumah tangganya saja.


Sudah hampir satu bulan ini Kyara kembali menjadi sekretaris Agam. Bahkan Agam mengatur posisi ruangannya untuk menambahkan meja kerja Kyara, agar satu ruangan dengannya.


Lain halnya dengan Sarah. Sudah satu bulan ini Sarah tidak sama sekali menghubungi Agam setelah kejadian itu. Agam merasa begitu tenang dan damai ketika Sarah tidak sama sekali menghubunginya. Karena dengan begitu ia sedikit tidak dibayangi rasa bersalahnya karena telah tidur dengan Sarah.


Karena ia berpikir mungkinkah Sarah akan membuat drama baru dengan menjadikan kejadian itu senjata tajam untuk melawan dirinya. Ia tahu benar seperti apa Sarah, tabiat dan wataknya.


Pada saat makan siang tiba, Agam mengajak Kyara untuk makan siang bersama di sebuah caffe yang cukup terkenal. Pada saat mereka tengah berada disana dan memesan makanan. Kyara pergi ke toilet meninggalkan Agam sebentar seorang diri.


Agam begitu menikmati suasana caffe yang begitu klasik itu apalagi terdapat hiburan band yang selalu membawakan lagu-lagu manis dan romantis.


Perhatian Agam kemudian teralihkan saat ponselnya berbunyi. Ia membuka ponselnya dan melihat pesan masuk. Matanya membulat sempurnya saat membaca salah satu pesan di ponselnya.


Agam…