MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
BERTENGKAR


“Lama-lama aku bisa gila jika terus bekerja di sini.” Kyara menopang wajahnya dengan satu telapak tangannya sambil mengecek pekerjaan yang baru saja ia kerjakan.


Kyara mendengus kesal lantaran kejadian tadi pagi terus saja teringiang dibenaknya. Bisa-bisanya Agam memaksa dirinya untuk melihat tubunya yang setengah telanjang dengan kedua matanya.


“Dia punya kamar pribadi di kantor ini, apakah dia memang tinggal di sini ?” Kyara memikirkan Agam seolah penasaran dengan Bos nya yang super misterius tersebut. Belum lagi kejadian kemarin malam saat ia melihat Agam begitu kasar dengan seorang wanita.


Kyara sampai bergidik ngeri membayangkan bagaimana sebenarnya sifat Agam, sudah dingin, arogan dan juga kasar terhadap perempuan. Ia berpikir pantas saja Agam belum menikah padahal sudah berusia 32 tahun. “Dasar bujang lapuk !” maki Kyara bicara sendiri.


Ucapan Kyara ternyata di dengar oleh Agam dan Nathan yang lewat di depan meja kerja Kyara. Kyara bahkan tak mengetahui kehadiran Agam dan Nathan. Tentu saja Agam dan Nathan sontak menoleh ke arah Kyara yang baru saja memaki seseorang.


“Siapa yang kau bicarakan !” sarkas Agam, ia seakan menduga jika Kyara tengah memaki dirinya. Sedangkan Nathan yang tahu karakter Agam yang mudah tersinggung itu, ia memejamkan matanya kala Agam telah mengeluarkan suaranya. Ia tahu pasti kali ini Kyara akan terkena masalah.


Kyara mendongakkan wajahnya ia membulatkan kedua matanya saat melihat Agam sudah berdiri di depan mejanya. Jantung Kyara seakan ingin melompat dari tempatnya. Ia langsung berdiri dari duduknya dan menundukkan kepalanya karena takut jika Agam sampai marah kembali padanya.


“Jawab pertanyaanku !” bentak Agam pada Kyara yang merasa Kyara hanya diam saja sedari tadi ia memberikan pertanyaan.


Kyara terkejut dengan bentakan Agam padanya. Jantungnya sampai berdetak kencang dan tak beraturan. “Lama-lama aku bisa terkena serangan jantung jika terus bekerja dengan Bos aneh seperti anda, Tuan !” Kyara mengatakan itu dengan penuh keberanian. Kali ini Kyara benar-benar sudah muak dengan sifat arrogant Agam yang suka semaunya dan sering marah-marah padanya.


Agam menatap tajam Kyara ia tak menyangka sekretaris pribadinya itu bisa berkata demikan padanya. “Berani sekali kau, apa kau ingin mati !” Agam kembali membentak karena ia tak terima di katai Bos Aneh oleh Kyara.


“Astaga, apa yang kau lakukan Kyara !” Nathan mengatakan itu dalam hati. Ia tak menyangka jika Kyara berani melawan seorang Agam Josephine.


“Kurang ajar ! Kau ku pecat !” ucap Agam dengan tegas dan tak melepaskan tatapan tajamnya pada Kyara. Begitupun Kyara yang juga menatap tajam Agam seolah mereka berdua tengah ingin bertengkar.


Beberapa para karyawan menyaksikan perdebatan diantara Bos dan Skeretarisnya itu, mereka mengintip dari balik dinding bahkan ada yang bersembunyi di kubikel mereka masing-masing seolah tak mendengar dan melihat, padahal mereka tengah sibuk mendukung Agama tau Kyara.


“Dia berani sekali, aku salut pada Kyara dia seolah mewakili kita yang selalu merasa tertindas karena sifat arrogant Tuan Agam.” Ucap salah satu karyawan secara berbisik dengan karyawan lainnya.


“Dia memang tipe wanita yang cocok disandingkan dengan Tuan Agam.” Jawab salah satu karyawan dengan suara sekecil mungkin dan diiringi dengan kekehan.


“Shuutt…sudah kita diam saja.” Bisik karyawan yang lainnya.


Kyara tersenyum mengejek setelah mendengar Agam memecat dirinya. Baginya tak masalah jika ia keluar dari perusahaan Agam, karena ia juga tidak tahan jika memiliki Bos seperti Agam.


“Terimakasih sudah memecat saya, itu artinya saya bisa terbebas dengan perusahaan ini dan Bos aneh seperti anda. Lagi pula saya tidak merasa dirugikan karena dengan begitu saya tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar denda karena melanggar kontrak kerja !” jawab Kyara dengan santainya.