
Disisi lain Renata tengah menangis kala ia teringat kejadian semalam bersama Kevin. Kevin pulang ke rumah larut malam dalam keadaan mabuk berat, ia pun tak mengerti mengapa suaminya sampai meminum minuman beralkohol.
Semalam Kevin terus menyebutkan nama seorang wanita yang tak ia ketahui, yaitu Kyara. Untuk pertama kalinya pula semalam Kevin menyentuh dirinya namun ia terus menyebut-nyebut nama Kyara.
Flash Back
“Kevin, kau kenapa ?” Renata mencoba membantu Kevin berjalan masuk ke dalam kamar mereka. Ia mengibas-ibas kan hidungnya ketika mencium bau alkohol menyeruak dari mulut Kevin.
“Kau mabuk ?” Renata kemudian merebahkan Kevin di atas tempat tidur. Saat Renata hendak berdiri, tiba-tiba Kevin menarik tangannya hingga dirinya jatuh terlentang di atas tempat tidur, dan Kevin mengungkung tubuhnya.
“Ke..kevin apa yang kau lakukan !” seketika Renata menjadi panik karena Kevin menatapnya tajam dan memegang kedua tangannya ke atas kepalanya.
“Kau tidak boleh dimiliki orang lain, Kyara. Hanya aku bisa memilikimu !” ucap Kevin dengan suara beratnya, ia sudah tidak bisa membedakan jika yang berada dalam kungkungan nya bukanlah Kyara melainkan Renata.
“Aku akan membuatmu menjadi milikku !”
Srek
Kevin merobek kan baju tidur yang digunakan oleh Renata. Renata berulang kali mencoba melepaskan diri dari Kevin, namun ia tak bisa karena tenaganya tak sekuat itu.
“Aaahh..sa..sakiit Kevin !” Renata merasakan sakit yang teramat luar biasa kala milik Kevin berhasil menerobos masuk ke dalam miliknya.
“ohh..Kyara tenanglah ini sangat nikmat.” Kevin mengeram merasakan kenikmatan milik Renata saat miliknya telah masuk dengan sempurna.
“Hen…hentikan Kevin ini sakit !” Renata mencakar punggung Kevin menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan saat Kevin dengan gagahnya mulai memompa miliknya.
Kevin menyentuh Renata dengan kasar bahkan tak ada kelembutan yang Kevin berikan padanya. Suara teriakan dan tangisan Renata bahkan tak memudarkan diri Kevin untuk terus menyentuh Renata.
Yang lebih menyakitkan lagi bagi Renata adalah Kevin terus menerus menyebut nama wanita lain, hati Renata begitu sakit dan sesak kala suami yang ia cintai ternyata lebih mencintai wanita lain yang bernama Kyara.
Flashback Off
Suara isak tangis Renata membangunkan tidur Kevin. Kevin membuka kedua matanya dan melihat Renata yang tengah menangis disampingnya. Ia kemudian tersadar jika mereka berdua sedang sama-sama dalam kondisi tidak memakai pakaian sama sekali dibalik selimut yang menutupi tubuh mereka.
“Re...renata.” Suara Kevin tercekat kala mengingat sedikit apa yang ia lakukan semalam pada Renata.
“Dasar bajingan !” maki Renata memukul-mukul tubuh Kevin, entah mengapa ia membenci Kevin setelah merenggut kehormatannya semalam dengan paksa. Padahal jika Kevin mau menyentuh dirinya, ia bisa saja mengizinkannya. Namun yang membuat ia sakit hati, ternyata Kevin menganggap dirinya wanita lain bukan sebagai istrinya.
“Renata hentikan !” Kevin mencoba menahan tangan Renata agar tak terus memukulinya.
Tangis Renata semakin menjadi-jadi kala kedua tangannya dipegang oleh Kevin, sumpah demi apapun ia begitu kecewa pada Kevin.
Kevin mencoba menenangkan Renata dengan membawa Renata ke dalam pelukannya. Hingga Renata berhenti menangis, tanpa permisi Kevin menggendong tubuh Renata yang masih polos masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kevin merasa bersalah kala melihat setiap inci tubuh Renata terbanyak bekas tanda-tanda kepemilikannya. Ia benar-benar tak habis pikir, jika semalam ia melakukannya pada Renata begitu hebatnya.
“Maafkan aku…”lirih Kevin saat mereka berdua tengah berada di dalam bath tube yang sudah berisi air hangat.
Renata hanya diam saja, pikirannya hanya satu siapa nama wanita yang selalu suaminya sebutkan semalam hingga Kevin menjadi lupa diri.
“Siapa Kyara ?”
Deg