
“Ampuni aku Kyara, hukum aku semau mu, ku mohon maafkan aku !” ucap Agam dengan suara bergetar. Apa yang ia takutkan selama ini ternyata terjadi juga pada hari ini.
Andaikan waktu bisa diulang kembali, tapi itu tidaklah mungkin, karena semua telah terjadi.
“Aku akan melakukan apapun jika kau mau memaafkan kesalahanku ! tolong Kyara jangan diam saja seperti ini !” Agam memohon dan bertekuk lutut di hadapan Kyara agar mau memaafkannya meski ia harus mempertaruhkan nyawanya, ia tak peduli. Yang terpenting Kyara mau memaafkannya.
“Katakan apapun akan ku lakukan !” Agam menggenggam tangan Kyara dan menatap manik mata Kyara tanpa berkedip.
“Nikahi Sarah !”
Duar
Suara petir itu seakan ikut mewakili bagaimana perasaan Agam saat ini. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Apa yang ia dengar dari mulut Kyara. Ia melepaskan genggaman tangannya dari tangan Kyara.
Secepat kilat Agam menggelengkan kepalanya, ia tak mungkin mengiyakan permintaan konyol semacam itu. Jelas ia takkan mau menuruti permintaan Kyara. Apalagi wanita yang dinikahinya itu adalah Sarah, yang benar saja !
Meski dipaksakan dengan wanita mana pun ia tetap tidak akan mau. Sebab Kyara adalah wanita satu-satunya dan hanya Kyara yang menjadi istrinya.
“Tidak ! Aku tidak akan menikah dengannya !” balas Agam menggelengkan kepalanya.
“Tapi dia hamil anakmu, Agam !” Tangis Kyara kembali luruh yang sebelumnya sempat terhenti. Ia benar-benar tak sanggup menerima kenyataan ini.
Faktanya Kyara pun lebih merasa terluka dan kecewa. Ia pun seorang wanita, tidak mungkin ia membiarkan begitu saja nasib Sarah yang tengah mengandung tanpa seorang suami, terlebih bayi yang dikandung Sarah adalah milik Agam, suaminya sendiri.
Haruskah ia egois untuk melarang Agam tidak bertanggung jawab dengan apa yang ia lakukukan pada Sarah ? tentu tidak ! Ia tak sekejam itu, anak yang di kandung Sarah membutuhkan identitas yang jelas, siapa Ayahnya.
... ………...
Dua minggu ini Kyara menjauhi Agam dengan tak berbicara sepatah kata apapun padanya. Sebab Agam selalu menolak permintaannya, untuk menikahi Sarah.
Berbagai macam cara dan upaya Agam lakukan agar Kyara menarik kata-katanya namun apalah daya, ia tak bisa meyakinkan Kyara untuk merubah keputusannya.
Hingga pada akhirnya dengan berat hati ia pun mengiyakan permintaan Kyara. Dan disinilah saat ini Agam berada dimana dirinya akan menikah dengan Sarah.
Agam dan Sarah melangsungkan pernikahan yang sangat sederhana. Ya, mereka resmi menikah. Dan pernikahan mereka hanya dihadiri kedua orang tua Agam dan kedua orang tua Sarah dan beberapa paman dan bibi Sarah sebagai seorang saksi.
Tidak ada raut kebahagiaan sama sekali diwajah Agam. Jelas saja ia merasa terkekang kerena ini bukanlah kemauannya, melainkan kemauan Kyara.
Sarah bersorak gembira dalam hatinya akhirnya ia sudah resmi menjadi seorang istri Agam Josephine. Meskipun harus menjadi istri kedua, ia tak mempermasalahkan itu. Sebab ia punya banyak cara untuk menyingkirkan Kyara dari posisinya sebagai istri pertama.
Jangan tanyakan Kyara, ia menangis tentu saja merasa sedih. Meskipun itu adalah kemauannya sendiri, Namun wanita selalu bekerja dengan perasaannya, bukan ?
..."Hati seorang istri mana yang tak terluka melihat suaminya menikah lagi dengan wanita lain"...