MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
PADA AKHIRNYA


Suara ketukan palu yang Hakim berikan menutup persidangan diantara pasangan suami istri yang sudah resmi bercerai tersebut.


Ya, Kyara dan Agam resmi bercerai karena Kyara yang menggugat cerai Agam. Agam bersikeras tidak mau menceraikan Kyara. Namun Kyara tak kuasa jika harus melihat bagaimana kesehariannya hidup dimadu.


Apalagi Sarah yang sudah tinggal bersama mereka di Apartemen. Ya, Sarah memaksa ingin tinggal bersama mereka setelah menikah dengan Agam.


Tentu saja Agam menolak, tapi bukan Sarah namanya jika tidak bisa mendapatkan keinginannya. Ia bahkan mengancam akan menggugurkan bayi yang ia kandung jika Agam tidak memberikan izinnya untuk tinggal bersama dalam satu apartemen.


Kyara yang wanita lemah lembut dan penuh kasih sayang itu. Tentu saja tidak sampai hati jika Sarah melakukan itu pada bayi yang ia kandung. Ia pun meminta Agam untuk mengizinkan Sarah tinggal bersama mereka.


Pada saat mereka tinggal bersama, Sarah seolah merasa hanya dirinya istri Agam. Ia bahkan mengambil tempat Kyara, dan tak memperdulikan perasaan dan siapa sebenarnya Kyara.


Mau tahu bagaimana hancur dan terlukanya hati Kyara ? Sarah bahkan tak memiliki rasa empati dan kasihan sedikit pun pada Kyara. Kerap kali Sarah selalu menempel pada Agam dan melakukan hal manis yang membuat hati Kyara bagaikan ditusuk ribuan jarum.


Wanita mana yang kuat jika merasakan hal demikian. Meski cinta, bukankah kita juga harus memikirkan jiwa kita sendiri ? Apakah kita akan mati hanya karena cinta ? Kehidupan tidak akan berhenti karena soal cinta. Maka jangan salahkan Kyara, karena ia hanyalah seorang manusia biasa.


Setelah persidangan itu selesai, Kaylin menangis dan merasa sedih tentu saja ! Karena ia harus menyaksikan bagaimana hancurnya rumah tangga putra kesayangannya. Ia berpikir apakah ini adalah hukuman untuknya karena dulu ia pernah melakukan kesalahan terhadap Syeira ?


Lain halnya dengan Sarah, wanita itu bahkan tersenyum puas karena apa yang dikehendakinya selama ini benar-benar terjadi dan menjadi miliknya. Ya, dia memenangkannya. Menjadi istri satu-satunya Agam Josephine.


Agam menatap Kyara yang juga menatap dirinya. Tidak ada rasa kebencian diantara mereka karena mereka bercerai. Tidak ! Mereka adalah insan yang saling cinta satu sama lain, hanya saja keadaan yang memaksa mereka untuk berpisah.


Dalam dari mulut Agam bahkan tak pernah berkata sebuah talak pada Kyara. Karena ia memang tidak ingin menceraikan Kyara. Namun apalah daya, Kyara sendiri yang mengajukan gugatan cerai ke pengadilan dengan bukti menunjukkan dirinya telah menghianatinya.


Maaf, ku telah menyakitimu


Ku telah kecewakanmu


Bahkan kusia-siakan hidupku


Walau hati ini t'rus menangis


Menahan kesakitan ini


Tapi kulakukan semua demi cinta


Akhirnya juga harus kurelakan


Kehilangan cinta sejatiku


Segalanya telah kuberikan


Juga semua kekuranganku


“Bolehkah aku memeluk mu ? untuk yang terakhir kalinya ?” ucap Agam dengan suara bergetar. Ini mungkin adalah pertemuan terakhir dirinya bersama Kyara.


Kyara menganggukkan kepalanya, dengan cepat Agam memeluk tubuh Kyara begitu erat. Seolah tak ingin dipisahkan. Ia bahkan menangis memeluk tubuh Kyara, hal itu bahkan disaksikan oleh Kaylin dan Josephine begitu juga dengan Sarah yang menatap jengah pasangan yang sudah menjadi mantan suami istri tersebut.


...“Jujur Aku tak kuasa. Saat terakhirku genggam tangan mu. Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi.”...


Setelah memeluk Kyara, Agam bahkan dengan sendirinya meninggalkan Kyara. Ya, dia tak kuasa lagi jika terus berhadapan dengan Kyara, wanita yang telah mengisi hari-harinya dengan cinta dan kasih sayang, wanita yang mampu merubah kearoganan di dalam dirinya menjadi pria yang manis.


Ia membiarkan Kyara terbebas dari dirinya, agar tak terus merasakan sakit yang begitu dalam lagi karena dirinya. Ia mengikhlaskan itu karena ia begitu mencintainya.


...……....