
“Bagus ! Pergi dari kantorku sekarang juga !” usir Agam dengan dingin dan arrogantnya.
Kyara ternyata memilih memanfaatkan situasi seperti ini untuk kepentingan pribadinya. Sebab ia juga ingin memberikan pelajaran pada Agam agar tidak semena-mena dengan orang lain, lantaran ia seorang Presdir dan kaya raya.
“Tidak semudah itu, Tuan Agam. Anda harus membayar saya sesuai kontrak kerja yang sudah saya sepakati dengan perusahaan anda pada saat saya di terima bekerja disini !” jawab Kyara kembali dengan santainya.
Kali ini Nathan sampai membelalakkan matanya kala Kyara berani meminta hak nya jika di pecat tanpa alasan dari perusahaan sesuai surat kontrak kerja.
“Berani sekali kau !” ucap Agam dengan geramnya, rasanya jika Kyara bukanlah seorang wanita ia ingin sekali memberikan pelajaran padanya.
“Kenapa Tuan ? kau tidak sanggup membayar ku, atau kau kekurangan uang, ya sudah jika begitu aku anggap itu sebagai sebuah sedekah dariku untuk..” ucapan Kyara terhenti kala Agam memotongnya.
“Tutup mulutmu ! Aku tidak sudi diberikan sumbangan oleh siapa pun !” jawab Agam dengan angkuhnya, ia kemudian meminta Nathan memberikan cek kosong pada Kyara.
“Ambil itu dan jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapanku lagi !” setelah mengatakan itu, Agam berjalan meninggalkan Kyara yang mengambil sebuah cek kosong di atas meja kerjanya.
Setelah kepergian Agam dan Nathan, semua karyawan yang bersembunyi sedari tadi mulai menampakkan diri mereka dan mendekat ke arah Kyara.
“Luar biasa !”
“Kau berani sekali pada Tuan Agam, Kyara !”
“Aku ingin menjadi murid mu !”
Semua karyawan yang satu ruangan dengan Kyara mendukung keberanian Kyara. Karena meraka tak memiliki keberanian melawan pada Agam, meskipun Kyara dipecat namun setidaknya Kyara bisa menaklukkan Agam.
Kyara memegang cek di tangannya, ia kemudian tersenyum smirk rasanya ia juga belum puas memberikan pelajaran pada Agam.
...….....
Keesokan harinya,
Agam menggebrak meja kala mendapatkan notifikasi pesan dari bank bahwa saldo di rekeningnya berkurang dalam jumlah besar, yaitu satu miliyar.
“Kurang ajar !” ucap Agam dengan suara beratnya. Rasanya sudah habis kesabarannya terhadap Kyara meskipun Kyara sudah tidak bekerja di kantornya lagi.
“Nathan !” teriak Agam memanggil asisten pribadinya itu sampai terdengar dari luar ruang kerjanya.
Nathan buru-buru masuk ke dalam ruang kerja Agam yang terlihat tengah menahan amarahnya. “Ada apa Tuan ?” Tanya Nathan cepat.
“Beritahu seluruh kolega bisnis kita, untuk tidak menerima Kyara bekerja di perusahaan mereka !” ucap Agam dengan tegas.
Nathan menelan kasar ludahnya, ia pikir permasalahan dengan Kyara sudah berakhir. Ternyata ia salah besar, Kyara benar-benar mampu membuat Agam marah besar dan murka.
“Astaga apalagi yang di lakukan oleh Kyara !” ucap Nathan dalam hati.
Disisi lain Kyara tersenyum puas kala melihat uang di dalam rekeningnya telah bertambah sebesar satu miliyar. Akhirnya ia bisa memberikan pelajaran pada seorang Agam Josephine, ia yakin pasti Agam saat ini tengah mengamuk karena murka padanya.
“Rasakan kau, wahai Tuan Agam yang sombong!” maki Kyara seorang diri.
Sedangkan Agam yang tengah meneguk air putih yang diberikan oleh Nathan padanya tiba-tiba saja ia tersedak dan menyemburkan air yang ia minum.
Byur
“Ada apa Tuan ?” ucap Nathan panik
“Aku rasa ada yang tengah mengumpat dan memaki aku !” ucap Agam dengan kesal, ia tahu pasti Kyara saat ini tengah bergembira karena berhasil merampok dirinya.
“Awas kau Kyara !”