
“Apa kau mendengar sesuatu, Sayang ?” Morgan berbisik ditelinga Kate saat mereka masih dalam keadaan tubuh polos tertutup selimut tebal setelah pertempuran panas dan panjang sedari tadi sore.
“Apa…aku masih mengantuk !” Kate memeluk tubuh Morgan bergitu erat seolah tubuh Morgan adalah bantal guling yang sangat empuk.
“Sepertinya ada orang di luar.” Bisik Morgan lagi.
“Ah..mungkin itu Rain yang baru saja pulang, dia memang tidak berubah !” ucap Kate memejamkan matanya kembali.
Namun bukan Morgan namanya jika tidak merasa puas dengan apa yang ingin ia ketahui. Ia pun bangkit dari tidurnya dan kemudian mengenakan kimononya, meninggalkan Kate yang merasa kesal.
“Mau kemana ? Daddy ? Aiishh…!” dengan terpaksa Kate juga bangun dari tidurnya dan memakai piyama nya menyusul Morgan keluar dari kamar.
Begitu Kate keluar dari kamar dirinya dikejutkan dengan keadaan Kyara dan Rain yang sedang dalam keadaan mabuk.
“Astaga…apa yang kalian lakukan !” teriak Kate saat melihat keadaan Kyara dan Rain yang saling melempar bantal sofa hingga bulu angsa di dalam bantal itu keluar dan berserakan.
“Hahaha…lihat lihat, apa kau melihatnya Kyara ? Dia wanita yang menyebalkan selalu menyuruhku menikah dan menikah. Padahal aku lebih suka kawin dari pada menikah !”
Rain menunjukkan jari tangannya ke arah Kate hingga Kate membulatkan matanya dan menatap tajam Rain seolah ini menguliti Rain.
“Dasar anak durhaka ! kemari kau !” Kate melangkahkan kakinya menuju ke arah Rain dan memukul Rain dengan remot tv.
Bugh
Bugh
Bugh
“Hahaha…aku jadi teringat mantan suami ku, dia dulu bahkan di pukul oleh Mama nya, karena mengurung aku seharian di kamar…ya..dikamar !” ucap Kyara dengan meracau dan tertawa seorang diri.
Kate menghentikan gerakan tangannya memukul Rain matanya membulat sempurna saat Kyara membicarakan prihal suami. Sedangkan Morgan menatap Kyara dengan perasaan terkejut, karena ia pun tak tahu jika Kyara pernah menikah.
“Jadi kau pernah menikah ?” tanya Morgan pada Kyara, tidak sulit untuk membuat orang jujur dengan perkataannya, karena orang yang mabuk terpengaruh alkohol selalu mengatakan kejujuran.
“Tentu saja, aku dulu dijadikan ratu oleh mantan suamiku, tapi itu dulu…hiks” Kyara kemudian terisak dalam tangis.
“Aku kehilangan anak ku…hiks..anak ku…huaaaaaa” Kyara menangis dengan kencang sehingga membuat Morgan kebingungan dan juga syok.
“Apa ?!” Morgan tak menyangka jika putrinya pernah kehilangan anak, apa yang sudah ia lewat kan ? Seharusnya Morgan mencari tahu dengan benar prihal Kyara.
Morgan kemudian menyuruh Kate untuk membawa Kyara masuk ke kamarnya. Kemudian Morgan mengambil ponselnya di dalam kamar dan menghubungi asisstennya untuk mencari tahu dengan jelas prihal kehidupan dan masa lalu Kyara.
Kate masuk ke dalam kamarnya, dilihatnya suaminya tengah berdiri menatap pemandangan malam yang menampilkan keindahan gedung yang menjulang tinggi serta gemerlap warna lampu.
“Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku ?” ucap Morgan dengan suara beratnya, Morgan membalikkan tubuhnya menatap Kate dimana sudah dipastikan Kate merasa awas pada dirinya sendiri.
“Aku tidak bermaksud menyembunyikannya, tapi Kyara sendiri yang tidak mau kau tahu kalau dia pernah menikah dan pernah kehilangan anak pada saat menyelamatkan Rain.” Cicit Kate ia menggigit bibirnya, ia tahu pasti suaminya akan terkejut dan marah padanya karena ia tidak jujur sedari awal mengenai Kyara padanya.
Morgan…