MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
DIANA YANG MALANG


Sore harinya Kyara pamit pergi keluar pada Kaylin dan Josephine. Ia sudah berjanji untuk bertemu dengan Diana sore ini. Karena ia akan mentraktir Diana sebab Diana sedang berulang tahun.


Kyara diantar oleh sopir pribadi Kaylin. Dalam perjalanan menjemput Diana, ponsel Kyara tak pernah beristirahat sedikitpun karena suami posesifnya selalu menelfon dirinya melalui video call.


“Jangan melirik pria lain dan jangan…” kata-kata itu selalu diucapkan oleh Agam, hingga Kyara merasa gemas.


“Kau ini bawel sekali ! Baru saja pergi satu hari, bagaimana jika berbulan-bulan !” balas Kyara.


“Ah…jika sampai berbulan-bulan mungkin juniorku akan tumpul dan karatan !”


jawaban monohok itu tiba-tiba keluar begitu saja dari mulut Agam sehingga Kyara tertawa lepas begitupun sang sopir yang sedang mengemudikan mobil ia hanya bisa tersenyum dan menahan tawanya, karena takut Nyonya Mudanya tersinggung.


“Hahaha…Ya sudah aku tutup dulu, sebab aku sudah sampai dirumah Diana !”


“Baiklah, jaga hatimu aku mencintaimu Nyonya Agam Josephine, Muach.”


Panggilan video itu terputus, Kyara turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah Diana. Rumah kontrakan yang masih sama saat dirinya dan Diana tinggal dirumah itu.


“Astaga, kau belum siap juga rupanya !” Kyara menghembuskan nafasnya saat melihat sahabatnya tersebut masih memilih-milih pakaian mana yang akan ia kenakan.


“Aku bingung, ayolah bantu aku. Aku harus terlihat cantik, sebab nanti aku akan bertemu dengan pria yang selama ini berhubungan denganku lewat wechat.” Balas Diana ia sibuk berkaca dicermin dengan menenteng dua model gaun yang akan ia kenakan.


“Kau punya pacar ?” Tanya Kyara antusias, ia begitu senang jika sahabatnya memiliki seorang kekasih.


“Kau menjadikanku obat nyamuk !” protes Kyara.


“Sekali ini saja, please.” Diana mengatupkan kedua telapak tangannya memohon pada Kyara. Tentu saja Kyara tak tega, ia kemudian dengan terpaksa mengiyakan permintaan Diana.


“Baiklah, anggap saja ini kado karena kau berulang tahun !”


“Kau pelit sekali, Nyonya Agam. Ingat kau harus mentraktirku makan direstoran itu. Jika tidak aku akan mengadukanmu pada suamimu jika kau seorang wanita yang pelit !” Protes Diana dan mengancam Kyara, apa yang diucapkan oleh Diana sebenarnya hanyalah sebuah candaan dan Kyara mengerti itu.


“Dasar ! Ayolah cepat ganti pakaian mu, kita berangkat sekarang !”


... …….....


Beberapa saat kemudian, Kyara dan Diana tengah berada di restoran mewah yang begitu terkenal. Diana memesan makanan yang ia sukai, dan semua itu yang membayar adalah Kyara. Kyara pun tak mempermasalahkan itu, karena ia memang sedari awal ingin mentraktir sahabat tersebut makan direstoran itu.


Sudah satu jam mereka di dalam restoran itu, bahkan mereka sudah memakan makanan yang mereka pesan. Namun Kyara masih penasaran kemana pacar yang dibahas oleh Diana, karena sampai satu jam mereka di dalam restoran pacar Diana tak menunjukkan batang hidungnya.


“Kenapa lama sekali ? Jangan-jangan dia berbohong padamu !” tanya Kyara pada Diana yang sibuk menghubungi nomor ponsel pacarnya.


“Entahlah nomor ponselnya tidak aktif !” Diana menjadi gusar, karena nomor ponsel pacarnya tersebut tak dapat di hubungi, padahal ia sudah mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan kekasihnya itu. Namun apalah daya, sepertinya Diana terkena harapan palsu.


“Sialan !” maki Diana meletakkan ponselnya ia begitu kesal dan merasa dibohongi, saking kesalnya ia menghabiskan jus yang ia minum sampai kandas, dan Kyara melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.