MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
DRAMA DI PAGI HARI


Pagi harinya Kyara menggeliat dari tidurnya, ia merasakan ada beban berat tengah menimpa tubuhnya. Kyara membuka kedua matanya, betapa terkejutnya ia saat melihat Agam tengah memeluk tubuhnya.


Kyara kemudian bangun dari tidurnya yang membuat Agam juga ikut terbangun, namun dengan cepat Agam menarik tubuh Kyara lagi untuk tetap dalam posisi tertidur karena ia masih ingin memeluk tubuh Kyara yang seolah telah menjadi candu untuknya.


“Apa yang kau lakukan, Tuan Agam !” ucap Kyara ia mencoba lepas dari pelukan tangan dan tubuh kekar suaminya tersebut.


“Diamlah, aku masih mengantuk !” balas Agam dengan suara beratnya.


Namun Kyara terus menggerakkan tubuhnya bahkan tanpa sadar telah menyenggol bagian milik Agam dan seketika membuatnya menjadi tegang.


“Diamlah Kyara !” pinta Agam ia memejamkan matanya saat miliknya menjadi tegang karena Kyara terus bergerak. “Jika kau terus bergerak ini akan menjadi pagi pertama untuk kita !”


Ucapan Agam barusan membuat Kyara terdiam, ia mengerti kemana arah ucapan Agam padanya. Karena ia pun merasa ada sesuatu yang menonjol mengenai paha nya di balik selimut mereka.


Setelah kurang lebih sepuluh menit Kyara diam tanpa ada pergerakan sama sekali. Kyara mulai memberanikan diri berbicara pada Agam agar melepas pelukannya.


“Apa kau sudah selesai ? aku ingin mandi, karena dua jam lagi aku ada jadwal mengajar di sekolah.” Ucap Kyara pelan.


Agam mengernyitkan dahinya kala mendengar Kyara mengatakan akan pergi bekerja. Bukan Agam namanya jika tidak tahu setiap kegiatan apa yang dilakukan oleh Kyara. Agam pun melepaskan pelukannya pada tubuh Kyara, seketika itu Kyara bangun dari tidurnya.


“Kau pulang jam berapa ?” Tanya Agam


“Apa kau lupa kita sudah menikah, urusanmu, kehidupan pribadimu adalah urusanku juga dan aku berhak mengetahuinya.” Ucap Agam dengan santainya.


Kyara menghembuskan nafasnya kasar, begini resikonya jika ia telah menikah meski pernikahan mereka hanya sebatas waktu enam bulan, tetapi paling tidak mereka harus terbuka satu sama lain.


“Aku akan menghubungimu nanti !” Kyara turun dari tempat tidur kemudian masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Agam yang tengah memainkan ponselnya.


Beberapa jam kemudian,


Agam dan Kyara kembali ke rutinitas kehidupan mereka masing-masing. Agam kembali masuk ke kantor, padahal kemarin dirinya baru saja menikah. Nathan pun dibuat terkejut dengan kedatangan Agam, ia pikir Agam akan cuti selama beberapa hari untuk berbulan madu.


“Apa anda tidak cuti berbulan madu, Tuan ?” Tanya Nathan pelan setelah ia meletakkan jadwal Agam hari ini di atas meja.


“Apa kau tengah mengejekku ?” jawab Agam dengan menatap tajam Nathan, karena kata bulan madu membuatnya merasa aneh, tidak mungkin ia melakukan itu pada Kyara.


“Maaf Tuan.” Ucap Nathan ia sadar dengan kesalahannya karena ia pikir hubungan Agam dan Kyara mungkin tidak sama dengan pasangan pengantin baru yang lainnya.


Lain halnya dengan Kyara, karena ia menikah tanpa memberitahu rekan-rekan sesama guru di tempatnya bekerja, ia memulai harinya dengan biasa-biasa saja. Sejak Kyara menjadi seorang guru ditempatnya bekerja, ia menjadi guru muda nan cantik yang salalu difavoritkan oleh murid laki-laki.


Bahkan pernah beberapa kali ia mendapatkan sebuah surat misterius yang berisikan jika muridnya tersebut menyukai dirinya dan kelak akan melamarnya menjadi istrinya ketika sudah dewasa nanti.