
Agam dan Nathan menunggu diruang pertemuan sebuah hotel bintang lima. Ini sudah satu jam mereka menunggu perwakilan De Costa Company untuk menjalin kerja sama antar perusahaan miliknya.
“Lama sekali !” gerutu Agam saat ia merasa sudah terlalu lama menunggu kehadiran perwakilan De Costa Company.
Tak lama pintu ruangan terbuka, masuklah dua orang body guard berpakaian serba hitam dan juga dua orang pria yaitu Morgan dan Rain.
Agam dan Nathan berdiri dari duduknya dan menyambut kedatangan Morgan dan Rain dengan saling berjabat tangan diantara keduanya.
“Maaf menunggu lama, ternyata Jakarta masih sering macet !” ucap Morgan kemudian mendudukkan dirinya dikursi berhadapan dengan Agam.
“Tidak apa-apa Tuan, Aku memaklumi itu.” Jawab Agam dengan santainya padahal sedari tadi ia menggerutu namun ia harus menjaga sikapnya demi terjalinnya kerja sama.
“Aku menyukai semua proyek anda, usaha anda, semuanya terlihat begitu indah dan sukses. Jadi bagaimana kapan kita akan memulai kerja sama ?” ucap Morgan penuh keyakinan setelah ia membaca dan melihat perusahaan Agam.
“Kita bahkan belum berkenalan terlebih dahulu, Tuan. Tapi anda sudah menyukai perusahaanku.” Jawab Agam dengan melemparkan senyum pada Morgan begitupun Morgan juga tersenyum pada Agam.
Setelah pertemuan diantara kedua pemimpin perusahaan itu. Mereka memutuskan untuk makan siang bersama, dan setelah makan siang. Agam mengajak Morgan dan Rain mengunjungi perusahaannya. Karena Morgan pun ingin melihat kantor perusahaan Agam.
Tentu saja Agam begitu senang, begitu mereka sampai di gedung perusahaan milik Agam. Morgan dan Rain sampai merasa kagum karena kantor perusahaan Agam menyediakan begitu fasilitas elit dan mewah sehingga karyawan yang bekerja di kantor Agam begitu nyaman.
“Sepertinya kita harus mengubah kantor kita seperti ini, Dad.” Ucap Rain pada Daddy nya saat mereka sudah masuk ke dalam ruang kerja Agam di lantai paling atas.
“Lihat lah, jangankan aku bahkan putraku juga mengagumi mu, tuan Agam.” Ucap Morgan pada Agam dan Agam hanya tersenyum menanggapi ucapan Morgan.
Tak lama Nathan memberikan ponsel pada Agam jika ada panggilan dari Amara. “Maaf tuan Morgan, Rain. Sepertinya Aku harus mengangkat panggilan dari putri ku sebentar.” Izin Agam pada Morgan dan Rain dan mereka hanya menganggukkan kepala mereka.
Saat Agam meninggalkan Morgan dan Rain yang tengah duduk diruangannya, mata Morgan menyipit saat melihat figura kecil yang berada di atas meja kerja Agam.
Matanya membulat sempurna saat ia tahu siapa wanita di dalam foto itu, wanita yang mengenakan pakaian pengantin yang begitu cantik dan anggun. Itu adalah foto Kyara pada saat dia menikah dengan Agam.
... ………....
Sepanjang perjalanan pulang ke Hotel, Morgan terus memikirkan mengapa ia melihat foto Kyara disana ? apakah itu hanyalah sebuah kebetulan wajah Kyara mirip dengan istri Agam.
“Dia memiliki seorang putri ? Lalu mengapa ada foto Kyara disana ? Mungkin kah…” ucap Rain dalam hati memikirkan apa yang barusan ia lihat.
“Dad, kau baik-baik saja ?” tanya Rain saat melihat Daddy nya seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Apa menurut mu, Kyara menyembunyikan sesuatu dari kita ?” Morgan malah bertanya balik kepada Rain hingga Rain mengernyitkan dahinya.
“Apa maksudmu, Dad ?” jawab Rain kemudian ia teringat sesuatu jika Kyara pernah mengatakan jika dirinya pernah menikah, namun Kyara mengatakan itu pada saat mereka tengah bercanda dan Rain pun menganggap itu hanyalah candaan belaka.
Namun sedetik kemudian Rain menoleh ke arah Daddy nya dan memanggilnya,
“Daddy…”
Pandangan mata Morgan dan Rain saling bertemu, hingga…
………
Hingga kalian harus like dan komen yang banyak…🤣 Jajanin Auhtor bakso dong gaes.. 😆