MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
BUCIN


“Sayang, ikut denganku saja besok, okey ?” pinta Agam dengan manjanya, ia menjatuhkan wajahnya di bahu Kyara, saat mereka tengah berada di dalam kamar Agam.


“Apa aku sebegitu merindukannya diriku, hingga dua hari saja suamiku ini tak bisa jaub dariku ?” goda Kyara sambil mengelus wajah Agam.


“Tentu saja, dua hari aku tidak bersamamu. Aku tidak bisa jauh darimu, apalagi jika tidur sendirian..ah..” jawab Agam cepat.


“Benarkah ?”


“Iya, bagaimana jika aku merindukanmu, atau bagimana jika aku kedinginan ?” jawab Agam kemudian hal itu membuat Kyara mengernyitkan dahinya.


“Jika dingin, bisa memakai selimut bukan ?” jawab Kyara cepat ia menatap aneh pada suaminya tersebut.


“Tapi bagaimana jika yang dibawah sana yang merasa dingin ?” jawab Agam dengan awalnya, kemudian ia malah mendapatkan pukulan bantal dari istrinya.


Bugh


“Dasar suami mesum ! Tak bisakah kau berpuasa hanya dua hari saja !” omel Kyara dan itu membuat Agam terkekeh mendengarnya.


“Tidak, kecuali kau sedang datang bulan !” jawab Agam dengan santainya.


Mendengar kata datang bulan, Kyara membulatkan kedua matanya. Sudah satu bulan ini dirinya belum juga mendapatkan haidnya.


Melihat perubahan ekspresi wajah Kyara, Agam menjadi bertanya-tanya mengapa Kyara mendadak diam. “Ada apa, hem ?”


“Ah, tidak ada apa-apa !” Kyara menyangkal perasaannya itu, ia merasa jika dirinya tengah berbadan dua. Namun ia menepis semua itu, karena merasa apa yang ia pikirkan belum tentu benar.


Agam menjadi aneh dengan perubahan sikap Kyara, namun Agam kembali merengek pada Kyara untuk ikut dengannya besok ke luar kota.


“Ayolah ikut denganku, please !” pinta Agam lagi.


“Kau mau apa, Sayang ?” Tanya Agam ketika dirinya dikungkung oleh Kyara. Ia menjadi gugup sendiri, sebab Kyara seolah ini menerkamnya.


Agam memejamkan kedua matanya kala merasakan sentuhan lembut dan memabukkan dari istrinya itu. Ia tak menyangka jika Kyara bisa membuatnya tak berkutik dan berkata-kata lagi.


Ya, Kyara memberikan pelayanan yang luar biasa hebatnya untuk suaminya itu. Sebagai ganti agar Agam tidak memaksanya untuk ikut dengannya ke luar kota.


Agam begitu menyukainya, tentu saja ! Karena ini untuk pertama kalinya Kyara melakukannya padanya.


Nafas Agam dan Kyara sama-sama saling memburu menyatukan suatu hal yang memang seharusnya mereka lakukan. Entah mengapa juga Kyara begitu menginginkannya.


Agam sampai tak bisa berkata-kata lagi, kamar itu sudah dipenuhi suara de.sa.han diantara keduanya. Tak cukup sekali bahkan berkali-kali hingga mereka lelah dan tertidur dengan saling memeluk satu sama lain.


... ……....


Kevin memeluk tubuh Renata dari belakang, tangannya terus mengelus-elus perut Renata dengan lembut. Ia bahkan mencium aroma tubuh Renata yang selalu menjadi penenang dirinya dimalam hari, ketika mereka sedang tidur.


Namun entah kali ini Kevin benar-benar ingin menunjukkan rasa cintanya pada Renata. Ia sudah tidak bisa untuk tidak mengungkapkannya.


“Renata, apa kau sudah tidur ?” bisik Kevin ia tahu sebenarnya Renata belum tidur, hanya saja mungkin Renata berpura-pura tidur agar tidak melihat dirinya.


“Belum !” Renata menutup rapat bibirnya. Ia merutuki kebodohannya sendiri, entah mengapa bibirnya malah mengeluarkan kata-kata.


Kevin terkekeh mendengar ucapan yang keluar dari mulut Renata. Ia pun membalikkan tubuh Renata dan berhadapan dengannya.


Pandangan mereka saling mengunci satu sama lain. Kevin seolah terhipnotis dengan mata coklat milik Renata. Apalagi bibir seksi Renata yang menjadi fokus utamanya,


Kevin kemudian….