MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
TELPON


Agam melihat ponselnya kala ponselnya berbunyi, ternyata muncul sebuah notifikasi di ponselnya dimana terdapat rekam transaksi kartu kredit yang ia berikan pada Kyara sebesar tiga juta rupiah hari ini untuk membayar makanan.


“Dia makan bersama siapa ?” ucap Agam seorang diri dan itu di dengar oleh Nathan yang tengah duduk di seberang kursi Agam.


“Apa anda membutuhkan sesuatu, Tuan ?” Tanya Nathan.


“Tidak ada !” jawab Agam dengan tegas.


Saat ini Agam dan Nathan baru saja duduk di dalam pesawat yang akan membawa mereka menuju Negara Thailand. Mereka akan melakukan perjalanan bisnis disana dan melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan ternama di Negara itu.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya kemudian tak ada lagi percakapan diantara keduanya, karena Agam sibuk dengan tablet miliknya.


... ……....


“Apa kalian senang hari ini ?” Tanya Kyara saat dirinya sudah membayar tagihan makanan.


“Terimakasih Kak Kyara, semoga rezeki Kakak selalu berlimpah ruah !” jawab salah satu anak lainnya dengan antusias, bagaimana tidak merasa senang Kyara bahkan membungkus kan mereka pizza satu kotak untuk satu orang.


“Aamiin.”


Beberapa saat kemudian Kyara berpisah dengan para anak pengamen jalanan, ia kemudian menghubungi Diana, karena jika ia pulang ke rumah pun rasanya percuma sebab tidak ada orang di sana selain dirinya.


Kyara menghembuskan nafasnya kasar setelah ia menghubungi Diana sebab Sabahat nya itu ternyata akan pulang larut malam, karena setelah bekerja ia akan berkencan dengan lelaki yang ia kenal beberapa waktu lalu.


Kyara merasa tak punya pilihan lain selain kembali ke rumah, ia berjalan lesu keluar dari restoran dan menghentikan taksi yang hendak lewat di depannya dan kembali ke rumah dalam keadaan lesu.


Beberapa saat kemudian Kyara sudah berada di kamarnya, ia mendudukkan diri di kursi sofa mata Kyara memicing kala melihat debu menempel di atas meja. Ia kemudian mengganti pakaiannya di kamarnya dengan pakaian rumahan, dengan cekatan Kyara membersihkan rumah dibantu dengan robot pembersih yang memang sudah ada di rumah itu.


Lelah tentu saja Kyara membersihkan apartemen seorang diri, robot pembersih itu hanya bisa membersihkan lantai sedang yang lainnya semuanya dibersihkan oleh Kyara.


“Huh…aku lelah sekali !” Kyara merebahkan tubuhnya di kursi sofa panjang dan menghapus keringat yang bercucuran di dahinya.


Lalu ia teringat jika tugasnya belum selesai, ada satu wilayah yang belum ia bersihkan yaitu lantai atas dimana ada kamar Agam di sana.


Kyara ingin membersihkan kamar Agam namun ia takut jika Agam marah padanya jika dirinya masuk ke kamarnya tanpa seizing


Agam.


Kyara pun menelpon Agam namun sayangnya telpon tersebut tidak tersambung, ia kemudian meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Namun tiba-tiba ponselnya berdering saat Agam balik menelponnya.


“Ada apa ?” Tanya Agam to the point.


“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin bertanya apakah kamar mu boleh ku bersihkan ?” jawab Kyara dengan menggigit bibirnya.


“Ah..aku lupa membawa pelayan di mansions, kau tidak perlu repot membersihkannya, sebentar lagi akan ada pelayan yang datang membersihkan apartemen !” ucap Agam dengan santainya.


“Baiklah.” Jawab Kyara.


Sambungan terputus padahal Kyara masih ingin bertanya pada Agam, apakah Agam sudah sampai di Thailand ? Kyara menghembuskan nafasnya kasar, ia hanya ingin bertanya apa yang salah. Jika dianggap peduli pada Agam, bukankah ia istrinya meski hanya sementara.