
“Apa kau tidak pulang ?” tanya Kyara pada Diana di telpon, saat ia sudah sampai rumah kontrakan yang ia huni bersama dengan Diana.
“Sepertinya aku akan pulang terlambat, karena ada tamu penting yang ingin mengunjungi butik. Apakah kau tahu mereka adalah calon pengantin yang begitu tampan dan cantik.” Jawab Diana dengan antusias.
“Pasti mereka tamu yang sangat istimewa.” ucap Kyara.
“Tentu saja, aku tutup telponnya sebab mereka sudah sampai.” Diana mematikan ponselnya sedangkan Kyara langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur karena merasa lelah telah melakukan pekerjaan yang menggunung seharian ini di kantor, belum lagi tadi ia masih mengingat betapa marahnya seorang Agam Josephine.
Kyara menghela nafasnya saat wajah tuan Agam terlintas di benaknya ia kemudian menjadi aneh pada dirinya sendiri mengapa ia sampai memikirkan tuan Agam. “Kenapa aku jadi memikirkan Bos dingin itu ?” ucap Kyara bermonolog.
Saat Kyara ingin memejamkan kedua matanya tiba-tiba ia mendengar suara klakson mobil dan ketukan pintu dari luar. Kyara bangkit dari tempat tidur dan menuju pintu dan membukanya. Ia tersenyum senang karena yang datang menemui dirinya tentu saja Kevin, kekasihnya.
“Apa kau sibuk ?” Tanya Kevin
“Tidak, ada apa ?” Tanya Kyara balik.
“Ayo kita jalan-jalan, aku ingin mengajakmu menonton bioskop.” Ajak Kevin dengan penuh semangat.
“Aku mandi dulu !” Kyara mempersilahkan Kevin masuk kedalam rumah sedangkan ia masuk ke dalam kamarnya guna membersihkan diri dan berganti pakaian.
Beberapa jam kemudian Kyara dan Kevin tengah menonton film bergenre romansa komedi. Kyara sambil memakan popcorn ditangannya, mereka berdua fokus menonton hingga tiba-tiba Kevin menggenggam tangan Kyara dan membuat Kyara menoleh ke samping Kevin.
Saat mereka hendak akan berciuman, tiba-tiba ponsel Kevin berdering membuyarkan fokus mereka. Kyara tersipu malu saat mereka tak jadi melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan. Sedangkan Kevin menggerutu dalam hatinya saat tahu siapa orang yang menelpon dirinya, tentu saja Mama tercintanya.
Setelah menonton bioskop, Kevin dan Kyara makan di sebuah restoran mewah di Ibu kota. Kevin selalu memanjakan Kyara dengan memberikan hal terbaik untuk Kyara, sebenarnya Kyara pun tak mempermasalahkan apa yang diberikan oleh Kevin untuknya. Kerena semenjak ia keluar dari rumah Arsen ia belajar hidup sederhana dan apa adanya.
Kevin begitu manis dan romantis terhadap Kyara. Kevin tak malu sesekali menyuapi Kyara padahal banyak sekali mata yang mungkin menangkap kemesraan mereka berdua.
Disisi lain, ternyata Agam dan Sarah juga tengah berada di restoran yang sama dengan Kyara dan Kevin. Agam melihat Kyara tengah duduk makan berdua dengan seorang lelaki yang tak ia kenal, entah mengapa ia tidak menyukai jika sekretaris cantiknya itu tengah bersama lelaki lain.
“Sayang, suapi aku !” pinta Sarah dengan manjanya pada Agam.
“Kau punya tangan, makanlah sendiri !” jawab Agam dengan ketus.
“Kau tidak romantis sekali, lihatlah pasangan lain mereka begitu memanjakan wanitanya, tidak seperti dirimu !” ucap Sarah dengan kesal.
“Jika kau tahu aku bukan pria yang romantis, mengapa kau masih mau menikah denganku ! batalkan saja pernikahan ini, apa susahnya !” sarkas Agam ia begitu muak kala harus menuruti kehendak Sarah yang suka semaunya terhadapnya.
“Tidak ! aku tidak mau membatalkan acara pernikahan kita !” bantah Sarah ia tak mau jika gagal menjadi seorang istri dari Agam Josephine, karena menjadi seorang Nyonya Josephine adalah impiannya sejak dulu, dan ia sangat mencintai Agam sejak pertama kali mereka bertemu.