MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
AGAM MABUK


“Tuan, anda sudah banyak minum, ayo kita pulang saja.” Tawar Nathan mencoba mengajak Agam pulang karena Agam sudah banyak minum.


Kondisi Agam sudah mabuk berat karena menghabiskan dua botol minuman beralkohol. Ia seolah tak merasa puas dan ingin mencoba membuka botol ke tiga, namun dengan cepat Nathan merebut botol minuman tersebut.


“Kembalikan…” Agam mencoba meraih botol minuman ditangan Nathan namun bukannya berhasil ia malah terjatuh di pangkuan Nathan.


“Dia…dia berhasil mengobrak-abrik perasaanku, dia berhasil menyakitiku..ha..ha..” ucap Agam


“Aku…bahkan rela memberi segalanya untuknya, tapi kenapa dia tidak percaya padaku ! Kenapa dia menyerah sendirian ! Seharusnya dia bicara padaku, bukannya pergi meninggalkan sebuah rasa yang dapat ku rasakan sendirian !” teriak Agam ia semakin emosi kala pikirannya terus dipenuhi oleh Syeira.


Nathan menghela nafasnya kini ia mulai mengerti dan mengingat perjumpaan mereka tadi siang bersama Syeira. Nathan akhirnya bisa menebak jika Agam dan Syeira pernah menjalin hubungan.


“Dia menikah dengan pria kaya, dan sudah punya anak ! Sedangkan aku terus menanti dia kembali ! Ha..ha..ha” tawa Agam ia seolah menertawakan dirinya sendiri karena posisi dirinya dalam keadaan mabuk.


“Aku pria bodoh bukan ? katakan..bukankah aku pria yang bodoh ?!” Agam mencengkram kemeja yang dikenakan oleh Nathan namun sejurus kemudian ia melepaskannya dan merebahkan dirinya di sofa.


Nathan kemudian mencoba mengangkat tubuh Agam dan keluar dari club malam tersebut dan menuju parkiran mobil. Di dalam mobil Agam terus meracau dan menyebut-nyebut nama Syeira.


“Brengsek kau Syeira ! Aku membencimu ! Ha..ha..”


Beberapa saat kemudian mobil dikendarai oleh Nathan tiba di parkiran apartemen Agam dan Kyara. Dengan susah payah Nathan membawanya menuju apartement.


Nathan kemudian menekan bel apartemen kemudian keluarlah Kyara dengan raut wajah bantalnya. Kyara sampai terkejut melihat Nathan membawa Agam dalam kondisi mabuk.


“Ada apa dengan Agam ?” Tanya Kyara merasa panik melihat kondisi Agam yang sudah mabuk parah.


“Kenapa dia sampai minum ?” pertanyaan beruntun dilontarkan oleh Kyara pada Nathan sehingga Nathan bingung harus menjawab pertanyaan Kyara.


“Nyonya, lebih baik kita bawa Tuan ke kamar dahulu.” Pinta Nathan


“Iya kamarnya ada di atas !” tunjuk Kyara pada anak tangga jika kamar Agam berada di atas.


Nathan menghela nafasnya kala melihat tangga tersebut, jujur saja tubuhnya sudah lelah karena perjalanan pulang ke tanah air dan ditambah membopong tubuh Agam.


“Nyonya, apa tidak ada kamar lain ?” Tanya Nathan pada Kyara, namun tiba-tiba ia melihat pintu kamar yang terbuka di lantai bawah. Ia kemudian berjalan membawa Agam menuju kamar tersebut dan merebahkan Agam di kamar itu.


“Kenapa di bawa kesini ?” Tanya Kyara lagi, karena merasa tidak setuju jika Agam dibawa ke kamar yang dia tempati.


“Maaf Nyonya, saya sudah lelah. Saya permisi pulang !” Nathan buru-buru meninggalkan Kyara karena malas menjawab pertanyaan Kyara yang tiada habisnya.


“Hei, kau mau ke mana ! Nathan !” teriak Kyara pada Nathan yang sudah keluar dari apartemen nya.


Teriakan Kyara ternyata membuat Agam membuka matanya. Matanya menyipit kala melihat seorang wanita, tiba-tiba ia berhalusinasi jika wanita yang ia lihat itu adalah Syeira.


“Syeira…!” Agam menarik tangan Kyara hingga Kyara jatuh diatas tubuh Agam.


Kyara…