MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
BERKUNJUNG


“Apa kau membutuhkan sesuatu ?” Tanya Kevin pada Renata.


Setelah Kevin mengetahui jika Renata hamil, Kevin mulai merubah sikapnya pada Renata. Ia bahkan bertindak sebagai seorang suami yang siaga untuk Renata.


Bahkan tanpa Renata sadari, sebenarnya Kevin sudah mencintai Renata. Hanya saja Kevin yang terlalu gengsi untuk mengungkapkannya, karena ia malu pada Renata, sebab ia sering bersikap tidak baik padanya.


Renata menggelengkan kepalanya, sejak pembicaraannya bersama Kevin ditelepon waktu itu. Renata seolah menutup dirinya, dan tak ingin bersikap aneh-aneh pada Kevin seperti biasanya. Ia bahkan tak ingin meminta bantuan dalam bentuk apapun lagi pada Kevin.


Terlebih pada saat Kevin sudah mengetahui jika dirinya tengah mengandung. Renata berpikir jika sikap baik dan manis yang diberikan oleh Kevin untuknya hanya semata-mata untuk anak di dalam kandungannya.


“Tidak ada, aku hanya ingin beristirahat !” Renata berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Kevin masuk ke dalam kamarnya.


Kevin mengusap kasar wajahnya, mengapa sulit sekali untuk mendekati Renata. Padahal niatan dan sikap yang ia tunjukkan sangatlah tulus untuknya. Ia menjadi bingung apalagi yang harus ia perbuat untuk Renata, agar Renata kembali bersikap seperti biasanya padanya.


………..


“Datanglah ke Mansions, Agam. Mama merindukanmu, ajak pula Kyara ke mari !”


Begitulah pesan yang Agam baca dari Mama nya. Ia menyunggingkan senyumannya kala Mama nya menyuruhnya datang bersama dengan Kyara.


Beberapa waktu ini memang Kyara selalu berusaha untuk mendekati Kaylin. Meski awalnya ia selalu ditolak oleh Kaylin bahkan pernah di usir, karena Kaylin begitu tidak menyukai sikap Kyara yang selalu ingin dekat dengannya.


Teringat bagaimana perjuangan Kyara untuk dekat dan mendapatkan hati Kaylin, sangat begitu banyak perjuangan.


“Siapa yang mengizinkanmu masuk ke mansions ku ? pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu !”


Satu kali di tolak, dua kali masih tolak, tiga kali ditolak lagi bahkan ke empat kalinya Kyara diseret oleh Kaylin keluar dari mansions. Namun Kyara tetap semangat, dan terus datang menemui Kaylin, hingga pada akhirnya Kaylin sendiri yang lelah dan mengaku kalah.


Ya, Kaylin mengaku kalah ternyata Kyara bisa membuatnya tunduk dengan sikapnya selama ini padanya. Tentu saja semua itu tak lepas dari nasehat suaminya juga, Josephine. Josephine yang mengizinkan Kyara untuk datang sesuka hatinya menemui Kaylin di mansions mereka.


Apalagi Kyara ternyata bisa menarik perhatian Kaylin dan mencoba mengambil hati Ibu mertuanya itu lewat masakannya.


Ya. Kaylin akui jika makanan yang pernah Kyara bawa untuknya begitu menghipnotis dirinya. Bahkan Kaylin sebenarnya begitu ketagihan dengan makanan itu, tapi gengsinya terlalu tinggi untuk memuji makanan buatan Kyara.


... ….....


Keesokan harinya Agam dan Kyara telah tiba di mansions Josephine. Mereka disambut oleh beberapa orang pelayan yang sudah menunggu mereka saat memasuki mansions.


Agam begitu heran dengan sambutan semacam ini, karena ini adalah kali pertama dirinya dan Kyara disambut dengan baik dan hangat dirumah kedua orang tuanya.


“Selamat datang putra kesayanganku.” Ucap Kaylin kemudian memeluk tubuh putranya yang selalu ia rindukan tersebut.


Agam merasa aneh dengan sikap Mama nya, jangan tanyakan Josephine ia sebenarnya tahu apa yang sudah ditutupi oleh istrinya itu. Ya, rasa malu kala berhadapan dengan Kyara. Untuk menghilangkan rasa malunya, ia menyuruh para pelayan berkumpul dan menyambut kedatangan Agam dan Kyara.


Josephine hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap istrinya tersebut. Ia menjadi bingung sendiri, padahal meminta maaf adalah kata yang mudah dan simple untuk diucapkan oleh seorang Kaylin. Lalu mengapa Kaylin seolah tak bisa menunjukkan rasa penyesalannya dan meminta maaf pada Agam dan Kyara.


Jangan meminta jawaban yang lain prihal Kaylin, karena ego dan gengsinya memang sangat tinggi !


... ……….....