
Berbeda dengan Kevin, Kevin saat ini tengah di sidang oleh kedua orang tuanya. Adam dan Sonya berencana menjodohkan Kevin dengan teman rekan bisnis Kakak kandungnya, Dion.
Tentu saja Kevin menolak perjodohan tersebut karena Kevin sudah memiliki Kyara sebagai kekasihnya, dan ia tak ingin wanita lain lagi untuk menjadi pendamping hidupnya kecuali Kyara.
“Kakak tidak bisa seenaknya menjodohkan aku dengan anak rekan bisnis Kakak, tidak aku tidak terima dan menolak perjodohan yang kalian buat sendiri !” protes Kevin menatap tajam Dion.
“Kali ini kau harus menurut, Kevin. Ini demi masa depan keluarga kita, jika kau tidak mau menikah dengan putri Tuan Bisma, perusahaan kita sudah dipastikan akan bangkrut !” ucap Dion dengan tegas.
“Tidak ! Aku tidak mau, ini bukan lagi zaman siti nurbaya, pemikiran Kakak terlalu kuno dengan menikahkan aku dengan putri tuan Bisma niscaya menyelamatkan kita dari kemiskinan, masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan perusahaan kita !” jawab Kevin.
“Kau hanya pandai bicara Kevin ! Kau bahkan tak tahu bagaimana perkembangan perusahaan belakangan ini !” sarkas Dion ia menjadi kesal karena Kevin seolah lebih tahu darinya ketimbang dirinya yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis menggantikan posisi Papanya, Adam.
Kevin tersenyum smirk lama-lama ia membenci Dion yang sekendak hatinya pada dirinya. “Aku tidak mau, mengapa tidak Kakak saja yang menikah dengan putri tuan Bisma !” Kevin tetap kekeh dengan pendiriannya untuk menolak perjodohan itu.
“Kevin !” bentak Dion begitupun dengan Adam kali ini Papa nya itu ikut mengeluarkan suara.
“Bahkan Papa membenarkan ucapan Kak Dion !” lirih Kevin setelah mendapatkan bentakan dari sang Papa. Hatinya mendadak pilu saat mengetahui jika Adam sependapat dengan Dion untuk menjodohkan dirinya demi menyelamatkan perusahaan yang telah Adam bangun sejak lama.
“Papa..” Suara Kevin bergetar rasanya ia tak sanggup lagi menghadapi wajah orang tuanya dan Kakaknya yang sama sekali tak memikirkan dirinya, hanya demi sebuah perusahaan yang dibangun oleh Adam sejak lama ia harus menggadaikan masa muda dan kebahagiaannya dengan menikah dengan wanita lain.
Kevin menoleh ke arah lain dimana Mama nya (Sonya) sudah menitihkan air matanya. Wanita yang ia sayangi itu tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk membela dan berpihak padanya pun Sonya tak memiliki keberanian sebesar itu, sebab Sonya takut jika Adam sampai murka padanya.
“Kalian tega sekali padaku !” Kevin menitihkan air matanya kemudian ia pergi meninggalkan ruang keluarga dan masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya. Sonya hendak menyusul putra kesayangannya itu, namun langkahnya terhenti kala Adam menahan dirinya.
Kevin terduduk di atas ranjang, ia kemudia menoleh ke arah nakas di lihatnya foto dirinya dan Kevin saat mereka tengah berlibur ke Bali beberapa minggu lalu setelah acara Wisuda mereka. Ia benar-benar kalut dengan perasaannya saat ini, apakah ia sampai setega itu menyakiti perasaan Kyara.
Angan-angan ingin hidup berumah tangga suatu saat nanti bersama Kyara hilanglah sudah, apa yang harus ia lakukan sekarang ? berkata jujur kah dengan Kyara atau tetap memilih diam demi hubungan mereka agar terkesan baik-baik saja.
...“Tidak ada yang tahu bagaimana jalan cerita seseorang baik buruk nasib yang mereka jalani hanya orang itu yang merasakannya. Kita hanya sebagai pendengar dan pembaca, tak akan mengerti lika-liku kehidupan yang orang rasakan.”...
...………….....
Gaess..jangan lupa Like dan Koment yaa...🤣😃🤗