
Kyara mengerjapkan kedua matanya, ia melirik kanan dan kiri dimana ia tengah berada. Kemudian ia membangkitkan tubuhnya, mendadak ia menjadi bingung dengan keberadaan dirinya. Apalagi terdapat infus yang terpasang di tangan kirinya.
“Hah, dimana aku ?” Ia pun seakan ingin turun dari ranjang tempat tidur. Namun tiba-tiba seorang dokter datang memasuki ruangannya.
“Endlich bist du wach ! (Akhirnya, anda sudah sadar !)” ucap dokter itu pada Kyara, hingga Kyara mengernyitkan dahinya.
“Wo bin ich ? (Dimana aku ?)” Tanya Kyara.
“Sie brauchen sich keine Sorgen zu machen, Sie befinden sich derzeit im Krankenhaus. Erinnerst du dich, was dir vorher passiert ist? (Anda tidak perlu khawatir, saat ini anda di rumah sakit. Apa anda mengingat apa yang terjadi pada diri anda sebelum nya ? )” Tanya Dokter itu pada Kyara sambil tersenyum ramah.
Kyara kemudian mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi pada dirinya. Kemudian ia teringat akan sesuatu, pada waktu itu…
Flash Back
Satu minggu Kyara berada di Jerman tepatnya di kota Berlin. Pada malam harinya ia pergi bersama teman barunya yang ia kenal di kampus yang kebetulan satu kelas yang sama dengannya, namanya Harnaz.
Kyara dan Harnaz pergi mengunjungi tempat wisata kuliner. Namun selang beberapa saat Harnaz mengajak dirinya menemui teman pria nya di alamat yang ia tak ketahui.
Pada saat Harnaz bertemu dengan teman pria nya. Tiba-tiba terdengar suara baku tembak didekat mereka, Harnaz dan teman pria nya panic dan berusaha menyelamatkan diri. Begitupun dengan Kyara.
Kyara melihat seorang pria yang sudah jatuh terkapar tak berdaya namun masih dalam keadaan sadar. Ia melihat ada satu orang pria yang akan menembak pria yang terkapar itu, Kyara merasa kasihan dan Iba.
Kyara mengambil balok kayu yang berada di dekatnya, kemudian mendekati pria itu dan memukul kepala pria yang sedang mengarahkan pistolnya.
Bugh
“Aaaaa…” pria itu jatuh meringis kesakitan memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah segar.
Kyara langsung mendekati pria yang terkapar itu seraya ingin menolongnya. “Sind Sie in Ordnung, mein Herr ? (apa kau baik-baik saja, tuan ? )”
“Hilf mir (tolong aku)” ucap pria tersebut berkata lirih.
Pria yang masih memang pistol ditangannya barusan mencoba berdiri dan kembali mengarahkan senjatanya ke arah Kyara.
Harnaz dan teman prianya berteriak kala pria yang mengarahkan senjatanya pada Kyara menarik pelatuknya.
Dor
“Kyara !” teriak Harnaz dan teman pria nya secara bersamaan.
Kyara memegangi dadanya yang mengeluarkan darah segar begitu banyaknya. Nafasnya tercekat tiba-tiba penglihatannya kabur hingga menggelap, dan ia tak sadarkan diri.
Flash Back Selesai
Benarkah apa yang dikatakan oleh Dokter itu barusan ? Dirinya koma selama satu bulan !
"Hah yang benar saja!" ucapnya dalam hati.
Kyara memegangi dadanya yang memang masih terasa sakit, karena ia mengalami operasi di bagian dadanya.
Kyara koma selama satu bulan dikarenakan peluru yang menembus dadanya mengenai jantungnya.
Kyara menggelengkan kepalanya saat telah mengingat jelas apa yang terjadi pada dirinya satu bulan lalu, kejadian yang sangat mengerikan tersebut.
Jadi benar ia masih hidup dan selamat dari kematian!
Setelah dokter itu keluar dari ruang rawat Kyara, tiba-tiba masuklah beberapa orang berpakaian rapi serba hitam dan itu membuat Kyara merasa aneh dan juga cemas.
“wer bist du? ( siapa kalian ?)” Tanya Kyara menatap aneh pada orang-orang itu dan merasa takut.
Tiba-tiba….
............
Gaes ayo dong komen yang banyak....pada enggak mau beliin aku cilok apa ya ? 🤣🤣🤣