
Rain yang sudah tahu jika Agam adalah mantan suami Kyara. Ia hanya bisa bersikap biasa-biasa saja seolah ia tak tahu apa-apa. Karena ia pun sudah diwanti-wanti oleh Kate dan Morgan untuk tidak usah mencampuri urusan Kyara dan Agam. Sebab mereka ingin Kyara menyelesaikan masalahnya sendiri dengan Agam. Dan menerima keputusan yang Kyara ambil untuk dirinya sendiri.
“Mommy…Amara rindu Mommy…” Amara memeluk erat kaki Kyara hingga Kyara kebingungan. Ia pun menatap Agam yang menatap dirinya.
Kyara kemudian mensejajarkan dirinya dengan Amara. Dan tersenyum pada Amara, dilihatnya wajah Amara yang ternyata begitu mirip dengan replika perpaduan antara wajah Agam dan Sarah.
Kyara tentu saja merasa tak enak hati, namun apa yang mau dikata sekarang Sarah sudah tiada. Dan Amara adalah seorang anak yang tidak berdosa, bahkan mungkin Kyara pikir Amara adalah seorang anak yang tidak beruntung sama seperti dirinya namun kasus mereka berbeda.
“Amara itu bukan Mommy.” Ucap Agam pada Amara namun Amara malah bersembunyi di belakang tubuh Kyara dan memeluk tubuh Kyara seolah tak mau lepas dengan Kyara.
“No Dad ! Dia Mommy ku Mommy ku !” protes Amara ia begitu yakin dengan siapa yang ia peluk dan menganggap Kyara adalah Mommy nya.
“Kata siapa ?” tanya Agam merasa aneh pada Amara karena Agam pun tak pernah mengajari dan memperkenalkan Kyara sebagai Mommy Amara, apalagi menunjukkan wajah Kyara pada Amara. Lantas mengapa putrinya sangat tahu dengan Kyara seolah sudah mengenalnya dan akrab padanya.
“Grand Ma yang mengatakannya ! Dia Mommy ku ! Jika dia bukan Mommy lalu kenapa di meja kerja Daddy ada foto Mommy?” ucap Amara pada Agam yang membuat Kyara membulatkan kedua matanya.
Kyara tak menyangka jika Agam masih menyimpan fotonya. Secinta itukah Agam padanya ? Lalu mengapa Agam tidak pernah mencari dirinya dan menanyakan kabar dirinya di Jerman ?
Amara kemudian menangis karena merasa Agam seolah tak memperboleh kan dirinya untuk memeluk Kyara. Melihat hal itu Kyara menjadi kasihan ia kemudian menatap Amara, dan memeluk tubuh Amara.
Amara kemudian melepaskan senyumannya dan menghapus air matanya lalu tersenyum senang pada Kyara. “Mommy !” Amara kembali memeluk Kyara, dan Kyara membalas pelukan Amara padanya.
Sedangkan Agam hatinya seperti teiris pisau melihat bagaimana putrinya begitu merindukan dan mendambakan sosok seorang Ibu.
Rain dan Nathan yang menyaksikan itu mereka memutuskan untuk menjauh dan membiarkan sepasang mantan suami istri itu berbicara.
“Apa Tuan mengenal Nyonya ? Maksud ku mantan istri Tuan Agam ?” tanya Nathan pada Rain.
Rain menoleh ke arah Nathan, Rain kemudian terpikir sesuatu. Rain bisa menebak pasti assisten pribadi Agam tersebut pasti tahu banyak mengenai Kyara dimasa lalu.
“Dia pewaris utama keluarga De Costa !” ucap Rain dengan santainya yang membuat Nathan membelalakkan kedua matanya. Benarkah yang ia dengar dari mulut Rain ?
Pewaris utama De Costa memang belum diumumkan ke hadapan public, sebab Kyara sendiri belum siap untuk menerima tanggung jawab yang besar menjadi seorang pemimpin. Dan ia pun masih harus banyak belajar dari Rain yang sudah lama dan lebih dulu mengurus perusahaan.
Baik Rain pun juga merasa tidak keberatan karena ia pun sadar akan siapa dirinya. Meski pun Morgan mengakuinya sebagai putranya dan Morgan memberikan nama keluarga pada dirinya, tapi ia tidak akan bersikap serakah. Karena apa yang ia miliki saat ini sudah lebih dari cukup dan ia merasa puas akan hal itu.
...****************...