MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
BETEMU MANTAN


Agam dan Nathan melakukan janji pertemuan dengan seorang klien yang akan bekerjasama dengan perusahaannya membangun sebuah resort di Negara itu.


Agam dan Nathan mengunjungi kantor perusahaan klien nya dan menunggu diruang pertemuan yang sudah di persiapkan.


“Kenapa lama sekali ?” Tanya Agam melihat jam di pergelangan tangannya tanpa menoleh ke samping Nathan.


Sebelum Nathan menjawab pertanyaan Agam, tiba-tiba pintu ruangan terbuka masuklah dua orang pria memakai setelan jas dan itu di lihat oleh Agam dan Nathan.


Namun bukan dua pria tersebut fokus penglihatan Agam melainkan seorang wanita yang tiba-tiba menyusul di belakang dua pria tersebut. Agam diam terpaku melihat wanita yang berjalan mendekat ke arahnya.


“Selamat datang tuan Agam Josephine.” Wanita itu menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Agam dengan tak lupa melemparkan senyuman manisnya.


Sedangkan Agam hanya bisa diam terpaku melihat wanita itu. Dia adalah Syeira, kekasih Agam di masa lalu. Wanita yang pernah mengisi hari-harinya dengan cinta dan kasih sayang, namun wanita itu juga yang sudah meninggalkannya tanpa sebuah kejelasan.


Jantung Agam seolah berdegup kencang tak beraturan. Kala terus menatap wajah Syeira, selama lima tahun ini ia tak pernah bertemu dengan Syeira namun kini mengapa secara kebetulan mereka bertemu lagi.


“Syeira…”


……….


Setelah pertemuan bisnis itu selesai, Agam meminta Syeira untuk berbicara empat mata dengannya. Dan disinilah mereka berdua berada, di atas roof top gedung perusahaan milik Syeira.


“Apa yang ingin anda bicarakan, tuan Agam ?” Syeira bertanya seolah mereka baru saja bertemu untuk pertama kalinya, dan tak mengingat siapa mereka di masa lalu.


Syeira mengernyitkan dahinya, seolah ia tak mengerti kearah mana pembicaraan Agam padanya. “Apa maksudmu, tuan Agam ?”


“Berhenti berpura-pura, Syeira !” kali ini Agam memegang kedua bahu Syeira.


“Apa kau tahu betapa kalutnya aku setelah kau pergi meninggalkanku, kau bahkan menghilang tanpa jejak ! Apa kau tidak pernah menghargai sedikit saja atas apa yang sudah ku berikan untukmu ? Apa kau meragukan aku ? katakan ! Apa aku tak ada artinya untukmu, Syeira ? Katakan !”


Agam mencecar Syeira dengan banyak pertanyaan. Betapa tidak, Syeira meninggalkannya tanpa pamit, ia menganggap Syeira seakan mempermainkan perasaannya, padahal ia begitu tulus mencintai Syeira.


Syeira melepaskan tangan Agam dari punggungnya, ia kemudian menoleh ke arah lain dan melangkahkan kakinya tepat di tepi pembatas roof top.


“Bukankah sudah pernah ku katakan, Agam. Bahwa kita tidak akan pernah bisa bersama. Kau dan aku bagaikan langit dan bumi. Sekarang kau tidak perlu mempertanyakan masa lalu lagi, sebab aku sudah memilih jalanku sendiri.” Balas Syeira dengan nada lirih.


“Apa orang tuaku yang menyuruhmu pergi dariku ?” Tanya Agam cepat, karena dulu hubungan mereka selalu terhalang restu kedua orang tuanya dan tidak menyukai Syeira menjalin hubungan dengannya.


Syeira membalikkan tubuhnya menatap Agam dengan mata yang berkaca-kaca, ingin sekali ia menumpahkan air matanya saat ini. Namun ia berusaha menahannya agar tak terlihat jika ia sama terlukanya dengan Agam dengan memilih jalan meninggalkan Agam.


“Bukan ! Aku sendiri yang memilih pergi dari hidupmu, aku pergi karena keputusanku sendiri !” bantah Syeira.


Agam menatap nanar Syeira. Ia tak menyangka jika Syeira meninggalkan dirinya karena keinginannya sendiri.


Syeira mengatakan itu dengan menguatkan dirinya, jujur saja ia masih mencintai Agam sampai detik ini. Namun Syeira sadar jika dirinya juga tak pantas untuk bersama dengan Agam kembali, sebab ia….