MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
AGAM OH AGAM


“Ah…panas sekali !” keluh Agam saat dirinya dibopong oleh Sarah masuk ke dalam kamar. Ia bahkan tak peduli siapa yang membantunya dan membawanya masuk ke dalam kamar.


“Aku akan membantu mu, Agam. Membantu menghilangkan rasa panas itu !” bisik Sarah, ia kemudian melepaskan gaun yang ia kenakan dan hanya menggunakan pakaian dalam saja.


Bukan Sarah namanya jika tidak mempersiapkan semua rencananya dengan baik. Ia bahkan sudah memasang kamera di dalam kamar itu. Ia mengaktifkan kamera lewat ponselnya saat Agam mengungkung dirinya.


“Ahh…Kyara…”


“Lepaskan aku..tolong..lepaskan aku.” Teriak Sarah padahal dalam hatinya ia mendesah dan ingin Agam terus menghantam miliknya.


Ya, Agam menjadi lupa diri karena pengaruh alkohol dan obat perangsang yang sudah mempengaruhi tubuhnya. Ia bahkan melihat wajah Sarah itu adalah Kyara.


Sarah membuat drama seolah dirinya tengah diperkosa oleh Agam, saat Agam berhasil menyatukan tubuh mereka. Sarah bertindak seolah dia tak menginginkannya, dan terus menangis serta berteriak meminta tolong padahal dalam hatinya ia begitu menikmati penyatuan itu.


Tak ada yang mendengar teriakan di dalam kamar itu. Sebab semua kamar hotel milik Axel kedap suara. Ia terus berusaha seolah-olah lepas dari kungkungan Agam. Agar aktingnya menjadi sempurna.


Sarah tak menyangka jika Agam senikmat itu, meski Agam melakukannya dengan terus menyebut-nyebut nama Kyara, ia tak mempermasalahkan itu. Karena sedari awal adalah inilah yang ia inginkan, menjebak Agam dengan cara seperti ini supaya Agam menjadi miliknya seutuhnya.


... …….....


Kyara terbangun dari tidurnya dengan keringat membasahi keningnya. Baru saja ia bermimpi buruk. Ia melihat kea rah jam dinding di lihatnya baru pukul dua pagi.


Suara hujan disertai petir bahkan membuat suasana hati Kyara menjadi tak enak. Apalagi sejak tadi sore Agam tak menghubunginya kembali.


Kyara mencoba menenangkan dirinya dengan neguk segelas air putih dan berusaha berpikir positif, serta mendoakan agar Agam selalu baik-baik saja dan dalam lindungan-Nya.


“Semoga kau baik-baik saja, Sayang.” Ucap Kyara bernada lirih. Ia pun kembali merebahkan diri di atas tempat tidur dan memejamkan matanya, ia berharap besok pagi Agam segera menghubunginya.


... ….....


Agam menggeliat dari tidurnya, kemudian matanya melihat sekeliling dimana ia tengah berada. Agam bangkit dari tidurnya ternyata ia sadar jika bukan di dalam kamar hotel miliknya.


Apalagi tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benang hanya selimut yang menutupi tubuhnya. Agam kemudian diam mematung, nafasnya seolah terhenti kala melihat wanita yang tengah tidur tengkurap dengan wajah yang menutupi rambutnya.


Tangan Agam bergetar saat mencoba menyibbakkan rambut yang menutupi wajah wanita itu. Dunianya seolah berhenti berputar saat tahu siapa wanita yang sudah sama-sama dalam keadaan polos sepertinya, apalagi ditubuh wanita itu banyak sekali bekas tanda-tanda kepemilikkan.


“Sa..Sarah..” suara Agam tercekat ia tak menyangka jika ia tengah bersama Sarah, ia menggelengkan kepalanya saat memikirkan mungkinkah dirinya dan Sarah telah melakukan itu semalam.


Agam mengusap kasar wajahnya, ia kemudian membangunkan Sarah. Sebenarnya Sarah hanya berpura-pura tidur, ia sudah bangun lebih dulu. Ia kemudian bangun dari tidurnya saat dirinya dibangunkan oleh Agam.


Sarah seolah-olah merasa terkejut saat melihat kondisi mereka saat ini. Ia membuat drama yang meyankinkan dan membuat Agam seolah menjadi iba dan kasihan padanya.


Sarah….