MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
MENYESAL BERSALAH


Setelah Kyara dan Kaylin melakukan perawatan pada tubuh mereka. Mereka kemudian pergi ke sebuah Mall yang baru-baru ini dibuka. Mall tersebut adalah milik keluarga Josephine yang bangun berkat kerja keras Agam tentunya.


“Semuanya tampak sama, dan sempurna !” ucap Kyara pelan memperhatikan desain mall tersebut. Dan itu di dengar oleh Kaylin.


“Maksudmu ?” Tanya Kaylin


“Dulu aku yang merekomendasikan bentuk mall ini pada Agam, Ma. Apa Agam tidak pernah bercerita pada Mama, jika aku dulu sekretarisnya ?” jawab Kyara apa adanya.


“Tidak, dia tidak pernah menceritakan apapun tentangmu pada Mama. Ia bahkan sudah lima tahun ini jarang pulang ke rumah semenjak hubungannya berkahir dengan…” ucapan Kaylin terpotong kala Kyara yang meneruskannya.


“Syeira !”


Kaylin melihat pada Kyara, ia tak menyangka jika Kyara mengetahui prihal Syeira. “Jadi kau tahu siapa Syeira ?”


Kyara menganggukkan kepalanya, ia tentu saja tahu dan bahkan pernah bertemu dengan Syeira pada saat mereka tengah berbulan madu diturki.


“Kami bahkan bertemu dengannya, dia sangat baik dan cantik. Tutur katanya lemah lembut dan keibuan. Dia bahkan sudah memiliki seorang putri yang sangat cantik.” Ucap Kyara menceritakan tentang Syeira.


Kaylin menelan kasar ludahnya, bahkan Kyara pernah bertemu dengan Syeira. “Maksudmu dia sudah menikah ?” Tanya Kaylin lagi.


Kyara menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Ibu mertuanya itu.


Ya, pada saat Kyara dan Syeira bertemu di Turki. Keduanya saling berbagi cerita, Syeira bahkan memberikan nasehat pada Kyara, untuk merebut hati Ibu mertuanya, karena dulu ia gagal dan memilih untuk pergi dengan sendirinya.


“Dia juga menitipkan salam pada Mama. Dia selalu mendoakan agar Mama sehat dan bahagia selalu.” Ucap Kyara lagi.


Ucapan Kyara itu membuat Kaylin merasa bersalah. Kerena dulu ia pernah berbuat kasar dalam berucap pada Syeira. Ia pikir Syeira akan bercerita yang tidak-tidak pada Kyara. Namun ternyata dirinya salah, Syeira bahkan tak seperti itu ia bahkan mendoakan dirinya.


Melihat perubahan raut wajah Ibu mertuanya, Kyara kemudian menggenggam tangan Ibu mertuanya itu. Ia tahu apa yang dilakukannya pada Syeira dimasa lalu adalah kesalahan dan itu pun sudah berlalu, Syeira bahkan tak tenggelam dalam keterpurukan melainkan dia hidup bahagia bersama Nauder.


“Yang lalu biarkanlah berlalu, Ma. Kyara akan selalu ada untuk Mama.”


Tentu saja Kaylin masih tak enak hati, dalam pikirannya saat ini andai saja ia bisa bertemu dengan Syeira. Ia ingin meminta maaf pada Syeira.


“Apa Mama bisa bertemu dengan Syeira ?”


Kyara nampak memikirkannya, tentu saja mempertemukan Ibu mertuanya dengan Syeira bukanlah hal mudah karena ia harus mendapat izin dari Agam terlebih lagi Syeira tidak tinggal di Indonesia, melainkan di Thailand.


“Aku akan membicarakannya pada Agam terlebih dahulu.” Jawab Kyara mengambil jalan tengah, sebab ia tak ingin Agam kecewa padanya karena mengambil keputusan tanpa sepengetahuannya.


“Terimakasih Kyara, kau baik sekali. Mama begitu menjengkelkan, bukan ? dulu sempat mengusirmu berkali-kali dan kali ini Mama malah meminta sesuatu padamu.” Ucap Kaylin dengan lirih.


“Tak apa, jangan mengingatnya lagi Ma. Aku bahkan sudah melupakannya, yang jelas aku menyayangi Mama dan akan selalu ada untuk Mama, karena Mama sudah ku anggap seperti Mamaku sendiri.” Kyara memeluk tubuh Ibu mertuanya itu. Kaylin bahkan sangat bersyukur memiliki menantu sebaik Kyara, bahkan tak terasa air matanya pun menetes karena sikap baik dan lemah lebutnya Kyara padanya.


... ………….. ...