
“Aku yang melihatnya lebih dulu, jadi berikan padaku !”
“Tidak ! Aku yang lebih dulu melihatnya, jadi tas ini adalah milikku !”
Pelayan toko disebuah mall terbesar di Ibu Kota itu menjadi bingung bagaimana memisahkan pelanggannya karena memperebutkan sebuah tas yang hanya ada tiga koleksi di dunia.
“Tenang, Nyonya. Kami bisa menawarkan tas yang tak kalah lebih cantik dari pada ini.” Pelayan toko tersebut mencoba melerai kedua pelanggannya agar tidak terus menerus membuat keributan.
“Diam !” bentak kedua pelanggan itu secara bersamaan membentak pelayan yang tengah memisahkan mereka.
Mereka berdua adalah Kaylin dan Kate. Saat ini Kaylin dan Kate ternyata tengah berada di mall yang sama dan mengunjungi sebuah toko tas bermerek. Mereka tenyata menyukai tas yang sama yang hanya ada satu koleksi di toko itu.
Perdebatan diantara mereka dimulai saat keduanya memperebutkan sebuah tas Hermes, dan berujung pada pertikaian karena keduanya saling meledek dan menghina.
“Berikan padaku ! Kau tidak pantas mendapatkannya karena tidak sesuai dengan usia mu jika memakainya !” ucap Kaylin dengan sombongnya.
Kate tertawa lepas saat ia dihina oleh wanita yang sudah tua di hadapannya itu. Ia pun balik menghina Kaylin hingga Kaylin merasa kesal dan emosi.
“Hahaha…hei seharusnya aku yang mengatakannya jika tas ini tidak pantas untukmu, dia tidak layak dibawa oleh wanita tua yang sudah keriput sepertimu !”
Kate mengatakan itu juga dengan sombongnya hingga Kaylin menghentakkan kakinya dan mendekat ke arah Kate karena ia begitu ingin menjambak rambut wanita yang sudah berani menghina dirinya.
“Kemari kau, aku ku buktikan jika aku bukan wanita tua !” jawab Kaylin namun langkahnya terhenti saat tubuhnya di halangi oleh dua orang pengawal yang menjaga Kate.
“Dasar wanita menyebalkan ! ku sumpahi kau tidak punya cucu !” ucap Kaylin spontan ia berani menyumpahi seseorang tanpa tahu siapa orang itu sebenarnya dan seperti apa kehidupannya, karena begitulah Kaylin sifat sombong dan arrogant nya tidak akan pernah hilang.
“Beraninya kau ! hei kau mau kemana ?” balas Kate saat Kaylin sudah pergi meninggalkannya dan keluar dari toko.
Setelah pulang dari mall dan sudah sampai di mansions nya, Kaylin mengoceh tidak jelas seorang diri. Dan itu di dengar dan di lihat oleh Josephine yang sedang bermain dengan Amara.
“Ada apa, Ma ?” tanya Josephine bingung dengan sikap Kaylin.
“Papa, Mama mau operasi plastic di korea !” balas Kyalin dengan cepat dan itu membuat Josephine terkejut. Kyalin benar-benar tidak terima saat Kate menghina dirinya dengan mengatakannya tua dan keriput. Padahal dirinya selalu melakukan perawatan rutin agar wajah dan tubuhnya selalu terlihat kencang serta awet muda.
“Untuk apa?” tanya Josephine lagi karena permintaan Kaylin tersebut menurutnya sangat berlebihan karena usia Kaylin saja sudah hampir enam puluh tahun. Lagi pula meski usianya sudah tidak muda lagi, bagi Josephine, Kyalin masih terlihat cantik.
“Operasi plastic, apa, grand Pa ?” sahut Amara, gadis cantik dan pintar itu memang selalu ingin tahu kosa kata baru yang ia dengar dari orang.
“Amara bermain dulu sebentar, okey. Nanti Grand Pa menyusul.” Bujuk Josephine dengan lembut pada cucunya.
Amara pun menurut kemudian kembali bermain dengan bonekanya di ruang bermain miliknya. Begitu Amara duduk di atas karpet, ia mengambil ponsel dan mengirim pesan voice note pada Daddy nya.
“Dad, operasi pelastik itu apa ?”
... …….....