
“Tuan Axel ingin bertemu anda malam ini, di hotel miliknya.” Ucap Nathan saat mereka tengah makan malam di restoran hotel.
“Benarkah ? Ada perlu apa dia menemuiku ?” balas Agam menghentikan makannya.
“Dia memiliki tanah yang ingin ia jual pada anda, dan tanah itu ternyata disamping resort yang kita bangun di kota S. Bukankah Tuan sangat menginginkan tanah itu untuk membangun wanaha permainan ?”
Agam tersedak makanan yang ia makan, ia tak menyangka jika tanah yang ia incar tersebut milik Tuan Axel dan sang pemilik tanah akan menjualkannya padanya.
“Cepat habiskan makan mu, kita temui dia sekarang !” jawab Agam dengan semangat 45 ia menjadi tak sabar untuk bertemu dengan Tuan Axel secepatnya.
Setelah makan malam keduanya selesai. Agam dan Nathan datang mengunjungi Tuan Axel di hotel yang dimaksudkan. Mereka menunggu tuan Axel datang, tiba-tiba tuan Axel bersama seorang wanita tentu saja Agam dan Nathan tahu siapa wanita yang sedang menggamit tangan tuan Axel, dia adalah Sarah.
Suasana hati Agam mendadak berubah, ingin sekali ia pergi dari hotel tersebut karena tak ingin bertemu wanita ular yang pernah hampir saja menjadi istrinya dan membohongi kedua orang tuanya.
Namun Agam harus bersikap professional, ia tak ingin melibatkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Ia pun bersikap biasa-biasa saja, dan seolah tak mengenal Sarah sama sekali.
“Selamat datang Tuan Agam di hotel milikku ! Apa anda sudah menunggu lama ?” sapa Axel dengan senyum mengembang di bibirnya.
“Tidak tuan Axel, Aku dan Asisstenku baru saja sampai ke mari !” jawab Agam dengan santainya.
Mereka pun kemudian melakukan perbincangan hangat mengenai topic utama permbahasan pertemuan mereka, prihal Axel yang ingin menjual tanahnya pada Agam.
Namun obsesinya sudah menutup mata hatinya, dalam pikirannya adalah bagaimana pun caranya ia harus mendapatkan Agam kembali.
Setelah perbincangan mereka selesai, Axel menawari Agam untuk minum bersama. Agam tentu saja tidak bisa menolak, karena tak ingin mengecewakan hati Axel. Apalagi mereka baru saja sah melakukan kesepakatan jual beli.
Agam lalu mengiyakan permintaan Axel. Mereka pun kemudian minum bersama. Saat mereka minum, Nathan pamit undur diri lebih dulu karena harus menyelesaikan pekerjaannya di kamar hotel sebab besok akan ada pertemuan dengan klien setelah pengecekan proyek pembangunan kantor cabang perusahaan Josephine.
Jadi tinggal lah Agam, Axel dan Sarah disana. Sarah berdiri dari duduknya dan berjalan menuju barista. Dimana ia akan memesankan minuman lagi untuk Agam dan Axel.
Saat Agam dan Axel sibuk dan asyik berbincang-bincang. Sarah memasukkan serbuk ke dalam botol minuman. Dan mengirim pesan pada seseorang untuk segera datang menggantikan dirinya bersama Axel, karena ia akan pergi mengikuti Agam pergi.
Tanpa Agam dan Axel sadari mereka telah meminum minuman yang sudah tercampur dengan obat perangsang. Agam yang merasa aneh pada dirinya, tubuhnya merasakan panas yang luar biasa. Namun ia masih bisa mengendalikan dirinya, kemudian ia pamit undur dari hadapan Axel.
Setelah Agam pergi dari ruangan privat hotel milik Axel, Sarah mengikuti Agam yang berjalan sempoyongan dan membuka jas yang ia kenakan. Sarah pun kemudian seolah membantu Agam untuk berjalan.
Bukannya malah membantu Agam keluar dari hotel, Sarah malah mengajak Agam masuk ke dalam kamar hotel yang sudah ia persiapkan untuk dirinya dan Agam.
... ………...