MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
LALU BAGAIMANA DENGAN AKU?


Kyara menyesap wine di tangannya, ia minum seorang diri sambil memikirkan wajah pria yang pernah mengisi hatinya dengan cinta lengkap dengan rasa sakitnya.


“Kau minum ?” Rain mendudukkan dirinya di samping Kyara dan kemudian menuangkan wine di gelas yang kosong untuk dirinya sendiri.


“Ini adalah kali ke dua aku menelan minuman ini !” jawab Kyara dengan suara kecil, tangannya terus menggoyang-goyangkan gelas yang berisi wine di tangannya.


“Biasanya orang meminum ini karena ingin menyingkirkan hal yang mengganggu dalam pikirannya atau hanya untuk bersenang-senang semata.” Rain menyesap minuman di gelasnya dengan lembut tanpa menoleh ke arah Kyara disampingnya.


“Iya, dan dia sangat menganggu ku.” Kyara meneguk wine itu sampai habis tak tersisa dalam gelasnya.


“Masa lalu ?” tebak Rain pada Kyara, meski ia tak tahu apa yang mengganggu pikiran adik tirinya tersebut, namun ia bisa merasakan jika Kyara memang sedang membahas masa lalunya, karena sebelumnya selama Kyara di Jerman dan tinggal di mansions De Costa ia tak pernah sekalipun meminum minuman beralkohol.


“Apa Kakak seorang peramal ?” tanya Kyara menoleh ke arah Rain dan Rain juga menoleh ke arah Kyara, hingga pandangan mata mereka saling menatap satu sama lain.


Deg


Jantung Rain berdebar saat melihat mata teduh milik Kyara apalagi senyuman di bibir Kyara yang membuat Rain seolah terpesona akan pandangan pertama.


Flash back beberapa jam lalu…


“Apa kau tidak pernah sekali pun mengingat aku ? Merindukan ku ? atau membayangkan aku walau hanya sekali saja ?” Agam mengatakan itu dengan suara bergetar, ia menatap wanita yang sangat ia cintai itu dengan perasaan yang begitu teramat merindukan Kyara.


Agam bahkan memundurkan satu langkah kakinya dari hadapan Kyara. Tiga kata itu seolah seperti petir telah menyambar dirinya. Sebenci itu kah Kyara padanya, hingga tak ada setitik pun lagi cinta untuknya.


“Apa kau tahu bagaimana rasanya jadi aku ? Aku lebih tersiksa seperti ini Kyara !” ucap Agam dengan suara beratnya ia menatap nanar Kyara yang terus saja tak berekspresi sama sekali padanya.


“Kau merasa tersiksa ? Lantas bagaimana dengan aku ? Aku lebih tersiksa dan menderita kehilangan cintaku dan bayiku, bayi kita !” Kyara meneteskan air matanya, tangisnya ternyata tak mampu lagi terbendung. Sekuat apapun ia menahannya ia tetap akan rapuh juga.


Ya, pada saat Kyara masuk rumah sakit lima tahun lalu, ia kehilangan calon anaknya. Ternyata pada saat dirinya dan Agam bercerai tanpa Kyara sadari ia tengah mengandung.


Hanya satu orang yang mengetahui jika dirinya mengandung, dia adalah Kate. Pada saat itu Kate yang mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan Kyara, sebab ia merasa berhutang budi pada Kyara telah menyelamatkan nyawa Rain.


Jantung Agam seolah terhenti, setelah mendengar ucapan Kyara padanya. ‘Bayi kita’ apa maksudnya ? Apa Kyara mengandung anaknya ?


“Aku tak tahu jika aku sedang hamil, jika aku tahu aku pasti akan menjaganya segenap jiwa ragaku.” Tangis Kyara pecah ia terduduk di lantai taman dengan menutup wajahnya dengan kedua lututnya.


Agam pun tersadar kemudian ia mensejajarkan tubuhnya dengan Kyara, dan memeluk tubuh Kyara. Mereka adalah dua insan yang sama-sama tersiksa dan merasakan penderitaan karena ujian cinta yang belum berujung pada sebuah kebahagiaan.


...****************...