
Kyara berjalan kaki seorang diri menyusuri taman buatan yang menjadi tempat wisata baru di Ibu kota. Ia berjalan seorang diri menikmati angin malam dan pemandangan indah dari taman itu, taman yang dikelilingi dengan bunga dan lampu hias.
Entah mengapa ia ingin sekali mengunjungi taman tersebut, bahkan ia melarang bodyguard yang selalu berada di dekatnya untuk ikut mengawasi dirinya, karena ia memang ingin pergi seorang diri.
…………..
“Kau mau ke mana Agam ?” tanya Kaylin saat melihat putranya sudah berpakaian rapi hendak keluar dari mansions.
“Hanya mencari angin segar, hubungi aku jika Amara mencariku, Ma.” Balas Agam kemudian mengecup pipi kanan Kaylin untuk berpamitan pergi.
Entah mengapa Agam ingin sekali keluar malam ini, kemana, bahkan ia tak tahu. Yang jelas ia ingin keluar seorang diri.
Agam mengemudikan mobilnya dengan kecepatan normal, kemudian netranya melihat sebuah taman yang belum lama ini di buka. Ia pun menepikan mobilnya dan memarkirkannya.
Ia turun dari mobilnya dan berjalan menyusuri taman. Entah perasaan apa yang membuat dirinya ingin sekali berjalan ke taman itu. Saat ia berjalan kaki lumayan jauh tiba-tiba…
...****************...
Saat Kyara berjalan dan terus melangkahkan kakinya tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat melihat seseorang yang ada di hadapannya. Seseorang yang pernah hadir melukiskan cerita indah dan sedih dalam hidupnya.
Pandangan mata mereka saling bertemu dan dalam pikiran mereka masing-masing, pandangan yang melontarkan rasa kerinduan yang teramat dalam dan juga kebencian dalam diri mereka.
Apa kau mengerti ku sedih sendiri
Tanpa ada kamu ku merasa sepi
Telah lama ku menantimu
Diam sendiri menunggu
Setengah hati mencinta
Sungguh aku tak bisa
Sampai kapanpun tak bisa
Membenci dirimu sesungguhnya aku tak mampu
Sulit untuk ku bisa
Sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa
“Kyara…” lirih Agam saat tahu siapa wanita yang lihat di hadapannya kini. Ia tak menyangka bertemu dengan Kyara, apakah ini mimpi ?
Agam berjalan mendekat ke arah Kyara dengan perlahan begitu pun Kyara, tatapan mata mereka tak teralihkan pada hal lain.
Namun pada sedetik kemudian saat tubuh keduanya sudah berada tepat hanya berjarak beberapa inchi, Kyara seolah tak melihat Agam hanya berjalan meninggalkan Agam dengan tubuh yang diam dan terpaku.
Agam pun tersadar jika Kyara melalui dirinya begitu saja, kemudian ia membalikkan tubuhnya saat masih melihat Kyara berjalan membelakanginya. Agam pun menyusul Kyara dan menarik tangan Kyara hingga Kyara membalikkan tubuhnya menghadap Agam.
Tatapan mereka saling bertemu dalam jarak hanya lima inchi. Hingga hembusan nafas keduanya bahkan saling beradu. “Apa kau melupakan aku ?” Agam mengatakan itu dengan menatap nanar Kyara.
Ini adalah kali pertama mereka berjumpa setelah lima tahun berpisah. Agam pun tak menyangka jika bisa bertemu lagi dengan Kyara. Cinta itu masih sama dan tak pernah pudar meski mereka telah berpisah.
Apakah ini yang dinamakan jodoh ? karena ada pepatah yang mengatakan, ‘sejauh apapun dia pergi darimu jika dia memang ditetapkan untuk mu, maka dia akan kembali padamu.’
Agam sampai meneteskan air matanya. Sedangkan Kyara mata menatap mata itu dengan tatapan biasa saja, seolah dirinya telah mati rasa, cinta itu telah berselimut dengan kebencian. Seolah tak lagi peka dan merasakan kerindua. Bahkan jiwa nya seolah telah mati saat mendengar, melihat, dan bahkan bertemu dengan orang yang pernah hadir dalam hidupnya.
Kyara…