
Setelah Kyara dan Kevin puas mengisi perut mereka. Kevin mengajak Kyara ke sebuah toko tas bermerek yang ada di mall. Kevin berencana membelikan Kyara tas baru sebagai hadiah darinya karena telah bekerja.
“Ini sangat berlebihan !” Kyara merasa tak enak hati kala Kevin menyodorkan salah satu tas yang Kevin sukai untuk diberikan kepada Kyara.
“Ini sangat cantik jika kau memakainya, aku ingin kau memakainya karena ini hadiah dariku sebagai ucapan selamat sudah bekerja sebagai seorang sekretaris.” Kevin mengatakan itu dengan penuh rasa bangga karena kekasihnya sudah bekerja dan itu artinya Kyara bisa menafkahi dirinya sendiri dan menjadi wanita yang mandiri.
Kyara begitu terharu mendengar ucapan yang dikatakan oleh Kevin padanya, selama ini Kevin selalu ada untuknya bahkan tak jarang kekasihnya itu selalu membantu dirinya meskipun dirinya sering menolak bantuan yang Kevin berikan.
“Terimakasih.” Jawab Kyara tersenyum manis.
Kemudian Kevin menuju kasir ia membayar tas yang ia beli tersebut. Saat Kyara sedang menunggu Kevin, ia mendengar suara sepasang kekasih yang sedang rebut mempermasalahkan prihal tas yang hendak dibeli. Mata Kyara menyipit kala tahu siapa orang tersebut, dia adalah tuan Agam yang entah bersama siapa Kyara tak tahu.
“Ayo pilihkan aku, yang ini atau yang ini ?” Tanya Sarah memegang tas dikedua tangannya.
“Aku tidak tahu ! kau pilih saja sendiri !” jawab Agam dengan ketus ia lebih baik fokus ke layar ponselnya ketimbang meladeni Sarah yang terus memonopoli dirinya sejak tadi.
Sarah menjadi kesal karena Agam terus bersikap cuek padanya. Ia kemudian dengan berani duduk di pangkuan Agam yang tengah duduk di kursi sofa yang memang disediakan di dalam toko tas tersebut.
“Apa yang kau lakukan !” Agam dengan refleks berdiri dari duduknya hingga membuat Sarah terjatuh di lantai.
“aaahh…sakit !” Sarah mengaduh kesakitan karena terjatuh dari pangkuan Agam.
Kevin yang baru saja selesai membayar di kasir, menghampiri kekasihnya dan menyerahkan paper bag yang berisi tas tadi pada Kyara. “Kau melihat apa ?” Tanya Kevin saat tahu kekasihnya itu tengah fokus melihat sesuatu.
... ………....
Keesokan harinya Kyara kembali menjalani rutinitasnya dengan bekerja di kantor. Pagi ini ia harus menyerahkan berkas yang telah ia kerjakan pada Agam sebagai bahan materi meeting yang akan dilaksanakan beberapa jam kemudian.
Kyara masuk ke dalam ruangan Agam, ia menjadi bingung karena tidak ada Agam di ruangan tersebut. Kyara kemudian meletakkan saja berkas yang ia bawa ke atas meja kerja Agam.
Kemudian Kyara keluar dari ruangan Agam dan bertemu dengan Nathan yang tengah membawa sebuah paperbag berisi pakaian milik Agam.
“Kyara, aku butuh bantuan mu !” wajah Nathan terlihat pucat seakan menahan sesuatu. Nathan kemudian menyerahkan paper bag yang ia bawa pada Kyara untuk diberikan kepada Agam.
“Berikan pada tuan Agam, aku ingin pergi ke toilet. Dia ada di kamar pribadinya !” Nathan kemudian berlalu dari hadapan Kyara yang membuat Kyara bingung dengan ucapan Nathan barusan, Kamar pribadi ? dimana ?
Sebab ia tak tahu dimana kamar pribadi Agam. Kyara pikir mungkin di dalam ruang kerja Agam ada kamar pribadi. Kyara kemudian masuk ke dalam ruang kerja Agam dan mencari dimana pintu kamar pribadi Bos nya tersebut, namun sayang ia tak menemui pintu tersebut.
Kyara kemudian meraih ponselnya di saku blazer yang ia kenakan, ia menelpon Nathan karena tidak tahu dimana pintu rahasia tersebut, setelah Nathan mengatakan dimana pintu rahasia itu. Kyara menuju rak buku yang disinyalir merupakan pintu kamar pribadi Agam. Dan benar saja saat Kyara menekan tombol yang terdapat di rak buku tersebut, pintu terbuka menampilkan kamar tersembunyi milik Agam.
Kyara merasa takjub dengan keberadaan kamar Agam yang begitu lengkap, bukan hanya sebuah kamar tapi lebih mirip seperti sebuah apartemen yang berisi fasilitas lengkap seperti dapur, kamar mandi, dan tempat olahraga.
Kyara…