Kidung Petaka

Kidung Petaka
44. Mirip Rex


Saat Rex tiba di lantai dasar, Gama pun bertanya.


" Kok lama banget, ga ada apa-apa kan di atas...?" tanya Gama curiga.


" Ga ada apa-apa kok...," sahut Rex cepat.


" Yakin...?" tanya Gama sambil menatap Rex lekat.


" Yakin lah. Emang maunya Lo gimana...?" tanya Rex.


" Maunya Gue, Lo jujur kalo ngeliat atau ngerasain sesuatu. Di sini kan Gue ga sebentar Rex, jadi kalo ada sesuatu yang sekiranya bahaya buat Gue dan yang lain tolong kasih tau aja...," pinta Gama tanpa tedeng aling-aling.


Rex menatap Gama sejenak lalu menghela nafas panjang. Kemudian ia merengkuh bahu Gama dan membisikkan sesuatu di telinga sahabatnya itu.


" Gue ngeliat cewek aneh itu lagi Gam...," bisik Rex.


" Serius Lo, dimana...?" tanya Gama.


" Masih di tempat yang sama, di bawah pohon mahoni di pinggir jalan sana...," sahut Rex cepat.


" Terus Lo maunya gimana Rex...?" tanya Gama gusar.


" Mau Gue samperin, Lo ikut ga...?" tanya Rex.


" Sekarang...?" tanya Gama.


" Iya lah. Kalo ntar keburu kabur...," sahut Rex.


Setelah berpikir sejenak, Gama pun mengangguk. Rex tersenyum lalu melangkah mendahului Gama.


Melihat Rex dan Gama yang akan keluar ruko, Mira pun menegur mereka.


" Mau kemana Kalian. Makan dulu...!" kata Mira.


" Iya Ma, duluan aja. Ada yang mau Aku urus dulu sama Rex di luar sana. Cuma sebentar kok Ma...," sahut Gama.


" Emang penting banget ya sampe Kalian nolak makan bareng...?" tanya Mira dengan nada kecewa.


" Ga terlalu penting tapi langka karena ga akan terjadi lagi nanti...," sahut Gama asal sambil mengejar Rex yang sudah tiba di luar ruko.


Mengira Rex dan Gama sedang mengejar seorang wanita, Mira pun tersenyum. Ia membayangkan akan segera memiliki menantu cantik dan tentu saja cucu yang akan membuat hidupnya berwarna.


Sementara itu Rex tampak menyebrangi jalan raya lalu menghampiri pohon mahoni itu. Rex mengamati pohon mahoni itu dari dekat dengan seksama.


" Gimana Rex, ada tanda-tanda bekas orang berdiri ga di situ. Kan Lo bilang cewek itu berdiri di situ cukup lama. Kali aja ada sesuatu yang tertinggal...?" tanya Gama.


" Ga ada apa-apa. Tapi Gue ga mungkin salah liat Gam. Cewek itu masih di posisi yang sama dan pake kostum yang sama...," sahut Rex sambil menatap ke sekitarnya.


" Gitu ya. Kok, Gue ngerasa kalo cewek itu makhluk halus ya Rex...," kata Gama hati-hati.


" Gue juga mikir kaya gitu Gam. Apalagi Gue juga pernah mimpiin cewek itu...," kata Rex.


" Kapan...?" tanya Gama.


" Waktu abis bantuin orang kecelakaan di jalan ini tempo hari...," sahut Rex cepat.


" Wah, kalo udah masuk ke mimpi kayanya bakal gawat nih Rex...," sahut Gama gusar.


" Gawat gimana Gam...?" tanya Rex tak mengerti.


" Artinya cewek itu benar-benar pengen berinteraksi sama Lo. Mungkin ada yang pengen dia sampein. Cuma Kita belum tau, cewek itu masih hidup atau cuma arwah yang belum bisa pulang karena masih punya sangkutan di dunia..., " sahut Gama hingga membuat Rex terkejut.


" Kalo dia arwah, artinya dia arwah penasaran dong Gam...," kata Rex gusar.


" Persis. Kenapa, Lo takut Rex...?" tanya Gama.


" Bukan gitu, masa Gue jadi mediator antara orang hidup sama arwah sih Gam. Ga mau lah Gue...!" kata Rex sambil menggelengkan kepalanya.


" Yah, abis mau gimana lagi Rex. Lo pernah denger kan kalo orang yang terpilih menjadi mediator hantu dengan manusia itu bukan orang sembarangan. Artinya Lo hebat Rex. Dan Lo ga bisa nolak takdir. Jadi saran Gue, Lo terima aja takdir Lo dan jalani semampu Lo. Syukur-syukur bisa bantuin orang pake kemampuan Lo itu...," sahut Gama bijak.


Rex terdiam karena tak tahu harus bicara apa lagi. Baginya melihat makhluk halus sejenis Miss K, pocong atau pun genderuwo adalah hal biasa. Karena tugasnya sebagai abdi negara kerap bersinggungan dengan tempat-tempat yang dihuni makhluk halus. Kadang kala mahkluk halus yang ia lihat memang memiliki ikatan tersendiri dengan tempat yang ia datangi itu.


Karena tak mendapatkan apa pun di tempat itu, Rex dan Gama pun kembali ke ruko untuk bergabung dengan keluarga mereka.


\=\=\=\=\=


" Ini bagus untuk pemula kaya Kita...," kata Gama.


" Iya Bang. Mudah-mudahan ke depannya lebih banyak orang yang datang ke sini buat benerin mobil atau motornya...," kata Edi.


" Aamiin...," sahut Gama, Ipung dan Riki bersamaan.


" Ok deh. Karena ini baru awal, Kita tutup sebelum Maghrib aja ya...," kata Gama.


" Lho, kenapa ga sampe malam aja Bang. Sampe jam sembilan atau jam sepuluh gitu. Kan jalanan masih rame di jam segitu...," usul Riki.


" Betul Bang...," sahut Ipung dan Edi.


" Emang Kalian ga capek...?" tanya Gama.


" Capek tapi seneng Bang. Udah lama banget Kita ga punya kerjaan. Biasanya kan cuma nongkrong di pinggir jalan sambil ngeliatin kendaraan yang lewat. Eh, sekarang Kita bisa nongkrong di tempat yang enak. Sama-sama ngeliatin kendaraan yang lewat, tapi sekarang Kita bisa dapat duit...," sahut Ipung yang diangguki Edi dan Riki.


Gama tersenyum mendengar ucapan Ipung. Ia memang tahu masa lalu ketiga karyawannya itu dari Rex. Tiga orang pria dengan kemampuan mengotak-atik mesin itu ibarat tiga jagoan tak bertuan. Mereka bukan preman, tapi kehadiran mereka cukup membuat para preman angkat topi. Dan Rex melihat hal ini sebagai nilai tambah.


Rex beranggapan mereka bisa menjadi karyawan yang multi fungsi untuk Gama karena selain mekanik mereka bisa merangkap jadi security di bengkel milik Gama itu.


" Ok, Kita buka sampe jam sepuluh malam. Tenang aja, Kalian juga bakal dapat uang lembur dan makan malam gratis...!" kata Gama.


" Yeeyy..., makasih Bang...!" sahut Edi, Ipung dan Riki bersamaan.


" Sama-sama...," sahut Gama sambil tersenyum.


Kemudian Gama melangkah menuju ruang atas. Nampaknya Gama butuh istirahat karena sedikit lelah usai mengawasi pekerjaan ketiga karyawannya tadi.


Gama pun membaringkan tubuhnya di atas kasur dan sesaat kemudian matanya terpejam.


Gama terbangun karena guncangan tangan Rex. Ia mengerjapkan matanya dan melihat Rex berdiri di dekat jendela sambil membelakanginya.


" Jam berapa sih Rex, Gue baru aja tidur...," kata Gama sambil menguap.


" Ga baik tidur menjelang Maghrib...," kata Rex cepat.


Gama refleks menoleh kearah jam dinding yang saat itu menunjukkan pukul setengah enam sore. Namun sedetik kemudian Gama tersentak kaget. Rupanya Gama baru menyadari jika suara Rex tadi sangat berbeda dari biasanya. Terdengar lembut dan jauh, mirip dengan suara perempuan.


Gama pun menoleh ke samping jendela dimana Rex berdiri tadi dan tak melihat siapa pun di sana. Tiba-tiba bulu kuduk Gama pun meremang.


Karena merasa tak nyaman Gama pun bergegas bangkit dari tidurnya. Gama juga merapikan tempat tidur sambil menatap ke sekelilingnya sebelum memutuskan turun ke lantai bawah.


Saat sedang mengibas tempat tidur, Gama mendengar suara ketukan benda berat dari balik jendela kamar. Yakin jika itu ulah makhluk halus yang mungkin menghuni ruko itu, Gama pun bergegas turun ke lantai bawah.


Di anak tangga Gama berpapasan dengan Rex. Khawatir jika Rex di hadapannya adalah jelmaan jin, maka Gama mengabaikan Rex begitu saja hingga membuat Rex kebingungan.


" Assalamualaikum Gam. Ga liat ada orang di sini ya. Turun nyeruntul aja Lo...," kata Rex.


" Wa alaikumsalam. Eh, Rex ya. Sorry Rex...," sahut Gama sambil tersenyum lega.


" Iya lah emang Gue. Lo pikir siapa, hantu...?" tanya Rex dengan mimik lucu.


" Jangan mulai lagi deh Rex. Gue emang barusan liat hantu yang mirip banget sama Lo...," kata Gama gusar.


" Mirip Gue...?" tanya Rex tak percaya.


" Iya, mirip hampir seratus persen malah. Cuma suaranya aja yang beda...," sahut Gama.


" Beda gimana...?" tanya Rex penasaran.


" Suaranya mirip kaya suara perempuan, halus dan jauh. Sampe Gue merinding dengernya...," sahut Gama sambil bergidik.


Rex terkejut mendengar ucapan Gama. Ia pun menoleh ke lantai atas. Tindakan Rex justru membuat Gama makin tak nyaman.


" Kita ke bawah aja Rex. Sekalian ke masjid aja yuk, kan udah hampir Maghrib...," ajak Gama.


" Ok deh...," sahut Rex pasrah lalu mengikuti langkah Gama.


Rex terus melangkah sambil berpikir keras. Sambil melangkah meninggalkan ruko, Rex menyempatkan diri menoleh ke jendela lantai atas. Lagi-lagi Rex dibuat terkejut saat melihat sosok wanita aneh itu sedang berdiri di dekat jendela sambil menatap kearahnya.


\=\=\=\=\=