Kidung Petaka

Kidung Petaka
161. Ga Menyangka


Arini dan suaminya sangat terkejut saat dihubungi pihak kepolisian. Apalagi pihak kepolisian mengatakan jika kedua anak mereka ada di kantor polisi sekarang.


Setelahnya Arini dan suaminya datang ke kantor polisi untuk menjemput kedua anaknya.


Aira dan Andra terkejut saat bertemu kedua orangtuanya di kantor polisi.


" Ada apa ini Andra...?!" tanya Arini dengan mata membelalak.


" Kok Mama tau Aku sama Kakak di sini...?" tanya Andra bingung.


" Itu ga penting. Sekarang bilang ada apa sebenernya. Kenapa Kalian ada di sini...?" tanya Arini tak sabar.


" Kami di sini mau ngelaporin motor Andra yang ilang dicuri Ma...," sahut Aira.


" Motor Andra ilang, kok bisa...?!" tanya Arini tak percaya.


" Ya bisa lah Ma. Semua gara-gara calon menantu kesayangan Mama itu...," sahut Aira ketus.


" Maksud Kamu Tiara ?. Apa hubungan Tiara sama hilangnya motor Andra...?" tanya Arini tak mengerti.


" Sabar Bu Arini. Sebaiknya Ibu dan Bapak ikut Kami ke ruangan di sebelah sana. Kita bisa bicara baik-baik di sana nanti...," kata Briptu Bara menengahi.


Arini dan keluarganya mengangguk lalu mengikuti saran Briptu Bara. Mereka duduk di dalam ruangan untuk mendengarkan penjelasan pihak kepolisian.


" Jadi gimana Mas...?" tanya Arini sambil menatap Briptu Bara lekat.


" Begini Bu. Kami baru saja menangkap dua anggota sindikat curanmor. Kami juga menyita kendaraan hasil curian mereka dan mengumumkannya melalui media massa. Tak lama setelahnya Mas Andra dan Mbak Aira datang ke sini untuk menjemput motor miliknya. Saat Kami minta STNK sebagai bukti kepemilikan kendaraan tersebut, Mas Andra bilang STNKnya hilang. Tapi Kami mendapati STNK Mas Andra ini ada di dalam deretan barang bukti yang Kami sita itu...," kata Briptu Bara.


" Kok bisa gitu. Jangan-jangan ada yang nyuri Mas...," kata Arini.


" Betul Bu. Sebelumnya Kami sudah menginterogasi pelaku curanmor itu dan mereka mengatakan kalo mereka mendapatkan STNK asli itu dari pacarnya Mas Andra...," sahut Briptu Bara.


" Pacarnya Andra, maksudnya Tiara Mas...?" tanya Arini tak percaya.


" Betul Bu. Sekarang sebagian anggota sedang menjemput saudari Tiara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya...," sahut Briptu Bara sambil tersenyum.


" Ya Allah. Kok bisa-bisanya Tiara mengambil STNK Kamu sih Dra...?" tanya Arini bingung.


" Itu memang modusnya Bu. Tiara ini tergolong mata-mata yang mengawasi dan memanfaatkan kelemahan calon korbannya. Tiara yang akan memberi informasi pada teman-temannya tentang siapa saja calon korbannya. Yang terjadi sama Mas Andra justru sedikit miris karena status keduanya kan pacaran...," sahut Briptu Bara.


" Jadi Tiara itu penjahat...," gumam Aira namun masih bisa didengar oleh semua orang di ruangan itu.


" Betul Mbak Aira. Tapi Kami masih perlu menyelidiki kadar keterlibatan Tiara dalam kasus kejahatan curanmor ini. Seberapa penting posisi Tiara dalam komplotannya dan apa tugasnya...," sahut Briptu Bara.


Jawaban Briptu Bara membuat shock Arini dan keluarganya terutama Andra dan Arini. Keduanya saling menatap dalam waktu lama karena tak menyangka Tiara yang mereka sayangi adalah seorang penjahat.


Tak lama kemudian terdengar suara Tiara yang menjerit sambil memaki tengah melintas di luar ruangan. Saat itu kedua tangan Tiara dalam keadaan terikat. Hal itu terpaksa dilakukan karena Tiara terus berontak dan berusaha menyerang petugas.


Mendengar suara Tiara membuat Arini dan Andra menoleh lalu bergegas menghampiri.


" Iya, Kamu boleh hubungi pengacara Kamu nanti...," sahut seorang polwan dengan santai sambil mendudukkan Tiara di atas kursi.


" Kalian ga tau siapa Saya ya ?. Calon mertua Saya juga Polisi. Mereka pasti akan membantu Saya dan membebaskan Saya dari jerat hukum...!" kata Tiara lantang.


" Oh ya. Memangnya siapa sih calon mertuamu itu. Apa mereka masih mau membantu Kamu kalo tau apa yang Kamu lakukan...?" tanya sang polwan sambil tersenyum sinis.


Ucapan sang polwan membuat Tiara gusar. Ia merasa sulit untuk lolos dari jerat hukum seperti sebelumnya karena kali ini korbannya adalah Andra.


" Calon mertua Saya pasti membela Saya karena mereka menyayangi Saya...!" kata Tiara gusar.


" Siapa yang Kamu maksud Calon mertua itu Tiara...?!" tanya Andra dari ambang pintu hingga mengejutkan Tiara.


" Sayang, Kamu di sini juga...," sahut Tiara dengan mata berbinar.


Andra tak peduli dengan ucapan Tiara. Ia menatap sang kekasih dengan tatapan kesal dan nampaknya Tiara tak menyadari hal itu.


" Nah Kalian liat kan, itu calon Mama mertua Saya. Liat apa yang bakal beliau lakukan nanti...," kata Tiara sambil tersenyum penuh kemenangan.


" Siapa yang Kamu maksud calon Mama mertua Tiara ?. Saya bukan calon Mama mertua Kamu dan Kita ga punya hubungan apa pun, jadi ga usah bawa-bawa Saya dan keluarga Saya...," kata Arini ketus.


Jawaban Arini membuat Tiara gelagapan. Ia tak menyangka jika wanita yang pernah melindunginya dari sergapan polisi kini tampak tak peduli lagi padanya.


" Tante lagi bercanda kan. Saya tau kok Tante datang ke sini karena mau membantu Saya...," kata Tiara sambil berusaha meraih lengan Arini.


Arini menepis cekalan tangan Tiara lalu mendorong gadis itu agar menjauh darinya.


" Kamu pikir Saya akan membantu orang yang udah mencelakai anak Saya ?. Jangan mimpi Tiara...!" kata Arini lantang hingga mengejutkan Tiara.


" Kamu ga usah pura-pura lagi Tiara. Kamu kan yang mencuri STNK motorku dan memberikannya pada Yoga. Kamu juga kan yang ngasih tau dia dimana Kita kongkow waktu itu hingga Yoga bisa dengan mudah mencuri motorku...?!" kata Andra marah.


" Aku ga kaya gitu Ndra. Kamu kan pacarku, masa Aku tega bikin Kamu celaka...," sahut Tiara dengan tegas sambil berusaha memeluk Andra.


" Oh, kalo Aku bukan pacarmu berarti Kamu bisa melakukan apa aja. Dasar ga tau terima kasih...," kata Andra sambil menepis tangan Tiara.


" Udah ga usah banyak drama lagi. Putusin dia sekarang juga dan Kita pulang. Mama capek dan Mama juga ga mau ngeliat wajahnya lagi Ndra...," kata Arini sambil melengos.


" Iya Ma. Kamu denger ya Tiara. Mulai hari ini Kita putus. Ga usah cari Aku lagi dan tanggung sendiri semua akibat perbuatanmu dan teman-temanmu itu...!" kata Andra.


Tiara panik mendengar ucapan Andra. Dia merasa kali ini tak akan lolos dari jerat hukum seperti sebelumnya.


" Aku ga mau putus Ndra. Please Tante, jangan tinggalin Aku sendirian di sini. Tolong Tante, Aku takut...," kata Tiara menghiba sambil memegangi lengan Arini.


" Saya menyesal telah memberi jaminan untuk menutupi aibmu dulu Tiara. Saya pikir Kamu gadis yang baik dan layak untuk dinikahi oleh Anak Saya. Tapi Saya salah !. Dan Saya menyesal karena tak mendengar ucapan Kakak Andra dulu. Sekarang Saya cabut jaminan Saya dan Saya akan serahkan kasus yang melibatkan Kamu dulu untuk diproses sebagaimana mestinya. Kamu penjahat dan sudah selayaknya menginap di penjara...," kata Arini tegas lalu bergegas keluar dari ruangan itu diikuti Andra.


Tiara menjerit dan menangis keras saat mengetahui kasus lamanya akan kembali diangkat. Itu artinya dia harus menanggung dua kejahatan sekaligus. Yaitu kasus curanmor dan kasus pembunuhan berencana dengan Zada sebagai korbannya.


\=\=\=\=\=