Kidung Petaka

Kidung Petaka
197. Ada Apa Sih ?


Tanpa Rex sadari ia telah mengabaikan telephon dari dokter Aksara. Itu karena saat dokter Aksara menghubunginya, bertepatan dengan saat Rex masuk ke dimensi lain.


Setelah melihat notifikasi yang masuk dan melihat banyak panggilan sang kekasih yang ia abaikan, Rex pun bergegas balas menghubungi. Namun sayangnya dokter Aksara justru tak merespon.


Melihat wajah kesal Rex, Gama pun tersenyum. Ia menepuk pundak sang sahabat sekaligus adik iparnya itu untuk menenangkannya.


" Sabar. Cewek mah emang gitu. Kasih kesempatan dia buat sendiri, ntar kalo udah adem dia pasti nelephon...," kata Gama.


" Tau sih. Cuma Gue khawatir dia ngambek aja...," sahut Rex.


" Gapapa lah sekali-kali..., " kata Gama santai.


" Kalo Aksara beda Gam. Dia tuh ga bisa dibikin biasa kaya cewek lain...," sahut Rex sambil melengos kesal.


" Masa sih. Istimewa banget dong dia...," kata Gama sambil mencibir.


" Iya lah. Makanya Gue jadiin pacar...," sahut Rex cepat.


" Cuma pacar, apa ga ada keinginan untuk lanjut ke jenjang yang lebih serius Rex...?" tanya Gama.


" Mau sih, cuma kayanya ga dalam waktu deket ini Gam. Gue dan dia sama-sama lagi banyak urusan yang butuh fokus besar. Sedangkan married itu kan butuh persiapan matang dan waktu yang ga sedikit. Jadi daripada ga kehandle, mendingan ntar aja deh. Lagian Kita baru sebulan jadian, jadi masih banyak waktu untuk penjajagan...," kata Rex.


" Jangan kelamaan penjajagan. Ntar keburu bosen, eh endingnya malah bubar lho...," kata Gama mengingatkan.


Rex terdiam mendengar ucapan Gama. Ia menghela nafas panjang karena merasa sedang dihadapkan pada sebuah hal besar.


" Gue lagi fokus ngebantuin Ustadz Akbar dulu Gam...," kata Rex.


" Ustadz Akbar atau Bu Elvira...?" tanya Gama sambil mengerjapkan matanya.


" Dua-duanya lah...," sahut Rex yang tahu kemana arah pembicaraan Gama.


" Oh gitu. Emang kenapa harus fokus segala. Bukannya biasanya Lo santai aja ngadepin siluman-siluman itu...?" tanya Gama.


" Maunya sih gitu. Tapi siluman kali ini beda Gam. Dia ga gampang nyerah. Entah karena memang silumannya yang kuat atau memang Elvira yang ga sengaja ngasih peluang buat siluman itu masuk dan menguasai hidupnya...," sahut Rex gusar.


" Oh gitu...," kata Gama sambil mengangguk.


" Selain itu Gue udah nyanggupin permintaan Ustadz Akbar. Gue janji sama beliau bakal bantuin keponakannya sampe tuntas. Sedangkan Gue hampir ga punya waktu untuk stay di sana. Makanya Gue niatin sekarang buat bantuin Bu Elvira sampe benar-benar selesai...," sahut Rex.


" Bagus dong. Itu artinya setelah ini Lo bisa fokus menjaga hatinya dokter Aksara. Iya kan...," kata Gama.


" Iya. Gue juga harus mikirin perasaan Aksara. Gue ga mau dia jelous atau salah paham kalo sebentar-sebentar Gue pamit buat bantuin Elvira. Setelah urusan Elvira selesai Gue bakal fokus menata masa depan Gue nanti...," sahut Rex sambil tersenyum.


Gama ikut tersenyum lalu melajukan mobil lebih cepat.


Tak lama kemudian mobil tiba di depan rumah Ramon. Gama bergegas turun untuk menemui istrinya sedangkan Rex memilih duduk di teras sambil mengamati barang temuannya tadi.


" Assalamualaikum Sayang...!" panggil Gama dari ambang pintu.


" Wa alaikumsalam, Iya Aku di sini...!" sahut Lilian dari ruang makan.


" Lagi ngapain sih Kamu. Ingat ya, dokter bilang Kamu ga boleh kecapean biar badan Kamu bisa fit dan rahim Kamu siap dibuahi...," kata Gama sambil mengecup pipi Lilian lalu memeluknya dari belakang.


" Aww, kok dipukul sih...? " tanya Gama sambil melepaskan pelukannya.


" Kamu tuh kalo ngomong bisa direm dikit ga sih. Malu sama Ibu sama Mama...," bisik Lilian sambil melirik kearah ibu dan mertuanya.


Gama menoleh dan terkejut saat menyadari kehadiran Lanni dan Mira. Ia nampak menggaruk kepalanya yang tak gatal saking bingungnya.


" Ups, ada Ibu sama Mama toh rupanya...," kata Gama sambil nyengir.


" Emang Kamu ga ngeliat ?, kan Kita gede dan pake baju mencolok...," kata Mira tak percaya.


" Ga Ma, maaf ya...," sahut Gama hingga membuat Mira mendengus kesal.


" Terus Kamu ngomong apa tadi ?. Siap dibuahi ?. Kamu sadar ga sih Gam, Lian ini baru aja keguguran. Jadi dia perlu istirahat. Kok bisa-bisanya Kamu ngebahas anak saat rahim Istrimu aja masih luka...!" kata Mira kesal.


" Udah Mir, gapapa. Gama sama Lian masih muda, masih harus banyak belajar. Lagian Gama cuma bercanda kok tadi. Dia tau kalo Istrinya masih belum siap. Jangankan hamil, mau melakukan itu aja kayanya Lian juga belum siap kok...," kata Lanni menengahi.


" Ck, Mbak Lanni selalu ngebelain dia. Makanya ga heran kalo Gama jadi besar kepala...," sahut Mira sambil melengos.


Ucapan Mira membuat Lanni dan Lilian tertawa. Sedangkan Gama nampak menyembunyikan senyum penuh kemenangannya di bahu sang istri.


\=\=\=\=\=


Karena sang kekasih tak merespon saat ditelephon, terpaksa Rex mendatangi Rumah Sakit tempat dokter Aksara bekerja.


Saat tiba di sana Rex harus menunggu sedikit lebih lama karena ternyata sang kekasih sedang dipanggil owner Rumah Sakit ke ruangannya.


Sejam kemudian Rex baru bisa bertemu dengan dokter Aksara. Ia nampak menatap lekat sang kekasih seolah ingin menebak apa yang dibicarakan sang pemilik Rumah Sakit hingga menyita waktu sang kekasih begitu lama.


" Udah lama ya nunggunya...?" tanya dokter Aksara sambil menggelayut manja di lengan Rex.


Sikap manja sang kekasih membuat Rex lega sekaligus bingung. Lega karena ternyata dugaannya jika sang kekasih 'lagi ngambek' itu salah. Bingung karena tak biasanya dokter Aksara mau bersikap manja seolah sedang memperlihatkan hubungan mereka di depan umum.


" Kenapa kaya orang bingung gitu sih Kamu...?" tanya dokter Aksara saat menyadari Rex tak merespon ucapannya tadi.


" Kamu ga lagi mimpi kan ?. Bukannya biasanya Kamu ga suka kalo Kita memperlihatkan hubungan Kita di depan orang lain. Apalagi ini di loby dan diliat banyak orang lho...," kata Rex sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


" Iya maaf. Selama ini Aku salah karena udah menyembunyikan hubungan Kita. Padahal ga ada salahnya juga diketahui banyak orang. Maaf ya...," kata dokter Aksara sambil tersenyum.


" Ok. Ngomong-ngomong katanya Kamu dipanggil sama owner Rumah Sakit, ada apaan sih...? " tanya Rex penasaran.


" Oh itu. Kita cari tempat yang enak dulu buat ngopi yuk, ntar Aku ceritain di sana...," sahut dokter Aksara sambil menggamit tangan sang kekasih.


" Ok...," kata Rex sambil tersenyum.


Tak perlu ke tempat yang jauh, ternyata dokter Aksara memilih masuk ke kafe yang bersebrangan dengan Rumah Sakit. Di sana ia menceritakan isi pembicaraannya dengan sang owner Rumah Sakit.


Rex tampak termangu mendengar cerita sang kekasih dan itu membuat dokter Aksara sedikit menyesal.


\=\=\=\=\=