
Rex terkejut saat Daud menepuk bahunya. Ia menoleh dan melihat Daud sedang berdiri menatapnya sambil mengulum senyum.
" Cantik ya Mas...," kata Daud.
" Siapa Paman...?" tanya Rex tak mengerti.
" Perawat itu lah, siapa lagi emangnya...," sahut Daud sambil melirik kearah perawat terakhir yang bicara dengan Rex tadi.
" Apaan sih Paman. Aku ga lagi mikirin itu kok...," kata Rex sambil melengos.
" Masa sih. Tapi Kamu ngeliatin perawat itu sampe ga kedip lho Mas...," kata Daud sambil tertawa hingga membuat Rex bingung bagaimana menjelaskan apa yang sebenarnya ia lihat tadi.
" Ck, udah dong ngeledeknya Paman. Gimana keadaan Nenek sekarang...?" tanya Rex mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Alhamdulillah udah jauh lebih baik. Kayanya Nenek Kamu emang kangen aja sama Ayah dan Om Kamu...," sahut Daud dengan wajah sendu.
" Iya, Aku juga mikir gitu Paman. Cuma sekarang kemana harus nyari Om Ramzi. Apa Paman punya petunjuk dimana Om Ramzi tinggal sekarang. Kalo ada, biar Aku yang susulin deh...," kata Rex.
" Mmm..., terakhir sih Paman liat Om Kamu itu ada di Rumah Sakit Gunung Jati. Waktu itu dia pake baju pasien, keliatannya dia sakit deh...," sahut Daud ragu.
" Om Ramzi sakit apa Paman...?" tanya Rex penasaran.
" Paman ga tau pasti Nak. Waktu itu Paman ga sengaja ngeliat Mas Ramzi pas lagi menjenguk tetangga yang sakit dan dirawat di sana...," sahut Daud.
" Apa Bi Tini juga ngeliat Om Ramzi...?" tanya Rex.
" Ga lah. Kalo liat, dia pasti histeris. Tau sendiri kan Bibi Kamu orang yang paling marah sama Om Kamu itu. Paman sengaja ga kasih tau dia biar ga rame aja. Paman udah nyoba ngikutin Om Kamu, tapi Paman kehilangan jejak...," sahut Daud.
" Gapapa Paman. Ini udah bisa jadi petunjuk awal buat Kita. Setelah jenguk Nenek, mau kan Paman nemenin Aku ke Rumah Sakit itu...?" tanya Rex.
" Mau ngapain ke sana Mas...?" tanya Daud.
" Mau nyari informasi tentang Om Ramzi. Kalo dia sakit, artinya pihak Rumah Sakit pasti menyimpan datanya kan...," sahut Rex hingga membuat Daud mengangguk.
" Ok, Paman bakal temenin Kamu nanti. Sekarang Kamu jenguk Nenek Kamu dulu gih, kasian dia nanyain Kamu terus daritadi..., " kata Daud sambil mendorong tubuh Rex agar masuk ke dalam kamar rawat inap sang nenek.
\=\=\=\=\=
Siang itu Rex dan Daud telah berada di Rumah Sakit Gunung Jati. Mereka pergi ke bagian informasi untuk mencari keberadaan Ramzi.
" Selamat siang, ada yang bisa Kami bantu Mas...," sapa petugas Rumah Sakit.
" Selamat siang. Iya Bu, Saya mau cari Om Saya yang katanya dirawat di Rumah Sakit ini...," sahut Rex.
" Oh ya, namanya siapa dan sakit apa ya Mas...?" tanya sang petugas.
" Namanya Ramzi usianya 55 tahun. Saya juga ga tau sakit apa. Cuma ada yang liat kalo Om Saya itu pake baju pasien...," sahut Rex berbohong.
" Tunggu sebentar ya Mas...," kata sang petugas yang diangguki Rex.
Tak lama kemudian sang petugas menyebut data Ramzi.
" Pak Ramzi yang alamatnya di jalan XX ya. Beliau memang pernah dirawat di sini tapi sudah diperbolehkan pulang seminggu yang lalu...," kata petugas hingga membuat Rex kecewa.
" Kalo boleh tau beliau sakit apa ya Bu. Soalnya beliau ga pernah cerita apa-apa sama keluarga jadi Kami khawatir..., " kata Rex.
" Pak Ramzi menderita kanker usus stadium dua Mas. Ssbenarnya Pak Ramzi juga masih harus melakukan check up dua hari yang lalu, tapi sayangnya beliau ga datang..," sahut petugas.
" Gitu ya. Makasih ya Bu...," kata Rex.
" Sama-sama Mas...," sahut sang petugas sambil tersenyum.
" Jadi Kita ke sana sekarang Mas...," ajak Daud.
" Iya. Ga jauh kok dari sini...," sahut Daud sambil menstarter motornya.
Kemudian Daud dan Rex pergi menuju alamat yang tadi disebutkan oleh petugas Rumah Sakit.
Mereka tiba di sebuah perumahan penduduk yang lumayan padat. Rex menepuk pundak Daud karena tak yakin jika Omnya tinggal di sana.
" Ga mungkin Om Ramzi mau tinggal di sini Paman...," bisik Rex.
" Apanya yang ga mungkin Mas. Kan Mas Ramzi itu udah jatuh bangkrut, pailit, kere. Daripada terus bertahan sama gengsinya yang tinggi, lebih baik dia banting harga diri dan tinggal di sini. Itu menurut Saya ya Mas...," kata Daud yakin.
" Iya juga sih. Apalagi sekarang Om Ramzi sakit dan harus berhemat supaya bisa berobat...," sahut Rex sambil mengamati bangunan rumah susun di depannya dengan tatapan sendu.
Kemudian Daud bertanya pada salah satu penghuni rumah susun yang menunjuk lantai dua. Daud memberi kode kepada Rex agar mengikutinya.
Kini mereka tengah berada di depan pintu rumah Ramzi. Daud mengetuk pintu perlahan dan mendengar suara Ramzi yang membuka pintu.
" Iya sia...," suara Ramzi terputus saat melihat Daud.
" Mas Ramzi...," panggil Daud.
" Daud. Ngapain Kamu ke sini ?, darimana Kamu tau Aku tinggal di sini...?!" tanya Ramzi panik.
" Tenang Mas. Saya cuma mau bilang aja kalo Mamak sakit Mas...," sahut Daud cepat tanpa memberi kesempatan Ramzi bertanya banyak hal.
" Mamak sakit ?. Sakit apa Daud...?" tanya Ramzi gusar.
" Saya ga tau Mas. Sekarang Mamak dirawat di Rumah Sakit. Mas Ramon juga udah datang dipanggil Tini karena khawatir sama Mamak...," sahut Daud.
Jawaban Daud membuat Ramzi gelisah. Selama ini yang Ramzi tahu sang ibu dalam keadaan baik-baik saja. Karenanya dia terkejut saat mendengar berita ibunya sakit dan dirawat di Rumah Sakit.
Ramzi melirik kearah Rex yang sejak tadi menatapnya tanpa berkedip.
" Siapa dia ?, kenapa ngeliatin Aku kaya gitu Daud...?" tanya Ramzi tak suka.
" Dia ini anaknya Mas Ramon Mas...," sahut Daud.
" Anaknya Mas Ramon. Rex, Kamu Rex kan...?!" tanya Ramzi antusias.
" Iya Om, Saya Rex...," sahut Rex sambil tersenyum.
" Ya Allah. Kamu udah besar Rex. Tinggi, ganteng lagi...," kata Ramzi sambil memeluk Rex erat.
" Mas yang terlalu lama ngilang, sampe ga ngeh kalo keponakannya udah besar. Sekarang dia perwira tentara lho Mas...," sela Daud.
Ucapan Daud membuat Ramzi dan Rex saling mengurai pelukan. Mereka saling menatap sejenak lalu Ramzi menghela nafas.
" Jadi Kalian mau memaksaku pulang...?" tanya Ramzi.
" Nenek sakit Om. Kata dokter kemungkinan hidupnya tipis. Jadi dokter minta supaya keluarga berkumpul dan menghibur Nenek sebelum beliau pergi...," kata Rex berbohong.
" Ya Allah. Mamaaakk...," gumam Ramzi gusar.
Untuk beberapa saat Rex dan Daud terdiam seolah memberi kesempatan Ramzi berpikir.
" Maaf Om. Kita harus cepat. Kalo Om mau, Om bisa ikut Kami sekarang. Tapi kalo ga mau gapapa. Kami harus ke Rumah Sakit sekarang supaya ga nyesel Om...," kata Rex dengan wajah sendu hingga membuat Ramzi panik.
" Om ikut Rex...!" kata Ramzi cepat hingga membuat Rex dan Daud tersenyum.
Kemudian ketiganya bergegas pergi menuju Rumah Sakit dimana Rusminah dirawat. Daud mengendarai motor, sedangkan Rex dan Ramzi menggunakan Taxi.
\=\=\=\=\=