Kidung Petaka

Kidung Petaka
126. Romansa ?


Sementara itu di sebuah bangunan kosong tak jauh dari pasar. Elvira nampak duduk di lantai dengan kedua tangan terikat ke belakang. Tak jauh darinya terlihat tiga orang pria duduk santai sambil bermain kartu. Rupanya sang guru cantik itu telah diculik oleh sekelompok pria berkulit hitam.


Elvira yang baru saja siuman dari pingsannya nampak mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan. Ia menggelengkan kepala untuk membuang rasa pening akibat obat bius yang diberikan para penculik itu.


" Anda sudah siuman rupanya...!" sapa seorang pria berkulit hitam bernama Michael.


" Siapa Kalian ?. Dimana Kita...?" tanya Elvira sambil menatap Michael dengan berani.


Sikap berani Elvira membuat Michael kagum. Ia tersenyum lalu menghampiri Elvira.


" Kita ada di suatu tempat yang aman Nona Cantik...," kata Michael sambil berusaha menyentuh wajah Elvira.


Elvira melengos hingga tangan Michael hanya menyentuh angin. Dua orang pria lainnya tertawa melihat Michael gagal menyentuh Elvira.


" Apa mau Kalian...?" tanya Elvira.


" Uang...," sahut Michael cepat namun membuat Elvira tersenyum kecut.


" Uang ?. Kalian tau kan siapa Saya ?. Saya ini relawan yang datang dari negara lain untuk membantu warga di negara Kalian. Jadi begini cara Kalian memperlakukan orang yang telah membantu Kalian...?!" tanya Elvira dengan lantang.


" Diam !. Kami tak butuh dibantu. Yang Kami butuhkan saat ini hanya uang supaya Kami bisa keluar dari penderitaan ini...!" sahut pria bernama Samuel sambil menggebrak meja.


" Otak Kalian ini terbuat dari apa sih ?. Kami datang justru untuk membantu meringankan penderitaan Kalian. Kok bisa-bisanya Kalian mempersulit Kami. Uang yang Kalian minta itu udah abis dipake belanja semua keperluan dapur!. Apa Kalian tau, yang Kalian lakukan ini bikin bantuan yang harusnya Kami berikan jadi terhambat. Ini udah hampir jam makan siang, gara-gara Kalian Saya ga bisa membantu para relawan menyiapkan makan siang untuk warga Kalian. Bagaimana nasib anak-anak itu ?. Apa mereka harus menahan lapar lagi gara-gara proses memasak bahan makanan terganggu karena Saya tak ada di sana...?!" kata Elvira kesal.


Ucapan Elvira membuat Michael, Samuel dan seorang rekannya terkejut lalu saling menatap bingung. Melihat hal itu membuat Elvira tersenyum lalu meminta mereka melepas ikatannya.


" Tolong lepaskan Saya sekarang...," pinta Elvira penuh harap.


" Gimana nih...?" tanya Samuel.


" Ya udah lepasin aja. Kasian kan anak-anak kalo harus kelaparan gara-gara tukang masaknya Kita culik...," sahut rekan Samuel.


Samuel dan Michael mengangguk dan bersiap melepaskan ikatan tangan Elvira. Namun niat mereka terhenti saat sebuah suara lantang menahan mereka.


" Jangan percaya ucapan wanita itu. Dia telah membohongi Kalian...!" kata suara seorang pria yang kemudian diketahui sebagai pimpinan mereka bernama Obie.


" Obie...!" panggil Michael dan Samuel bersamaan.


" Iya ini Aku. Bagus lah, Kalian ga termakan omongan perempuan ini...," sahut Obie sambil duduk di atas kursi.


Di belakang Obie berdiri lima orang pria berbadan kekar. Tatapan mereka tak bersahabat hingga membuat ruangan terasa mencekam.


Elvira pun nampak sedikit gentar melihat kedatangan Obie dan lima pria lainnya. Ia merasa jika keenam pria itu tak akan mudah untuk dihadapi. Apalagi kelima pria di belakang Obie menatap kearahnya dengan tatapan penuh hasrat hingga membuat gadis itu merasa tak nyaman.


" Jadi bagaimana rencana selanjutnya...?" tanya Samuel sambil mendekati Obie.


" Kita akan minta tebusan. Keliatannya wanita ini punya posisi penting di dalam teamnya. Jadi ga salah kan kalo Kita tentukan harga yang tinggi untuk menebusnya...," sahut Obie sambil tertawa disusul tawa delapan orang rekannya.


Elvira menggeram kesal. Ia berusaha berdiri dan berhasil. Kemudian Elvira menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil meringis.


" Mmm..., bisa Kita lanjutkan pembicaraan ini nanti ?. Saya mau ke toilet sekarang...," kata Elvira sambil bergerak gelisah.


" Antar dia ke toilet Sam...!" kata Obie hingga mengejutkan Samuel.


" Kok Aku...?!" protes Samuel.


" Iya. Itu karena Kamu ga tertarik sama dia, makanya Aku yakin kalo Kamu ga bakal macam-macam sama dia...!" sahut Obie sambil melengos.


Samuel mendengus kesal lalu bergegas membawa Elvira keluar dari ruangan itu. Ia menunjukkan toilet yang ada di luar rumah kepada Elvira.


" Itu toiletnya. Kamu ke sana dan jangan coba macam-macam. Saya ga bakal segan membunuhmu jika Kamu berani berulah...," ancam Samuel sambil mendorong tubuh Elvira hingga membentur dinding.


" Tapi gimana Saya mau menyelesaikan hajat Saya kalo ikatan ini ga dilepas...?!" protes Elvira sambil melirik ikatan di tangannya.


Samuel berdecak sebal lalu mendekati Elvira untuk melepaskan ikatannya. Setelahnya Elvira masuk ke dalam toilet dan mengunci pintu.


Di dalam toilet Elvira nampak tersenyum senang saat melihat jendela di atas toilet terbuka lebar. Dengan mudah Elvira memanjat dinding toilet lalu kabur dari penjagaan Samuel. Namun sayang aksi Elvira diketahui rekan Samuel yang berjaga di samping toilet.


Melihat Elvira kabur, rekan Samuel pun berlari mengejarnya. Samuel yang menyadari Elvira kabur dari toilet pun ikut mengejar.


Kejar-kejaran pun tak terhindari. Elvira berlari cepat menyusuri gang sempit di perumahan padat itu menuju pasar. Aksi Elvira juga dilihat oleh Rex dan pasukannya yang memang menyebar di sekitar pasar.


Elvira yang kelelahan akhirnya berhenti berlari. Ia mencoba menghirup udara sebanyak-banyaknya agar rasa sesak yang ia rasakan berkurang. Namun Samuel dan rekannya berhasil mengejar Elvira dan berusaha menangkap Elvira.


Dari tempatnya berdiri Rex menyaksikan bagaimana gesitnya Elvira menghindari cekalan kedua pria yang mengejarnya itu. Bahkan Elvira balik menyerang kedua pria itu dengan tendangan dan pukulan yang terlatih. Detik itu Rex sadar jika Elvira memiliki kemampuan bela diri di atas rata-rata.


Setelah berhasil menjatuhkan lawannya, Elvira kembali berlari. Namun karena terlalu lelah berlari, Elvira pun jatuh tersungkur di tanah berpasir. Tepat di saat itu rekan-rekan Samuel datang menghampiri Elvira.


Rex dan pasukannya pun bergerak cepat menyelamatkan Elvira hingga perkelahian pun tak terhindarkan. Elvira nampak bernafas lega saat mengetahui dirinya tak sendiri di sana.


Di saat perkelahian satu lawan satu terjadi, Elvira lepas dari pengawasan Rex. Elvira tertangkap dan dibawa pergi oleh dua orang pria berkulit hitam yang merupakan pengawal Obie tadi. Elvira tahu jika kedua pria itu bermaksud melecehkannya sejak pertama kali mereka bertemu.


Saat Elvira dimasukkan ke dalam mobil, wanita itu menjerit hingga membuat Rex menoleh. Rex pun berlari cepat mengejar mobil yang mulai bergerak menjauh itu. Karena Elvira terus melakukan perlawanan dengan cara memukul dan menendang ke berbagai arah, laju mobil pun menjadi tak stabil. Kesempatan ini dimanfaatkan Rex untuk menghentikan aksi para penjahat itu.


Dari jendela mobil Rex melancarkan serangan kearah pria yang mengendarai mobil itu. Pukulan Rex tepat mengenai kepala pria itu hingga membuat pria itu menjerit kesakitan lalu refleks menghentikan mobil.


Dengan sigap Rex membuka pintu mobil lalu menarik pria itu keluar dan menghujaninya dengan pukulan dan tendangan hingga pria itu tersungkur pingsan.


Melihat rekannya tak berkutik membuat pria di dalam mobil panik lalu menyandera Elvira dengan menekan belati ke leher wanita itu.


" Diam di situ atau wanita ini mati...!" kata pria berkulit hitam itu sambil menekan belatinya.


Elvira meringis dan Rex menggeram marah. Keduanya saling menatap untuk mengatur strategi. Detik berikutnya Rex bergerak mundur untuk mengecoh pria itu. Saat itu lah Elvira menyerang pria itu dengan siku tangannya. Pukulan Elvira telak mengenai hidung pria itu hingga membuatnya menjerit kesakitan dan tak sengaja mendorong Elvira hingga terjengkang keluar mobil.


Beruntung Rex sigap menyambut tubuh Elvira dengan kedua tangannya. Saat tubuh Elvira berhasil diselamatkan, mobil pun melaju cepat hingga membuat tubuh Rex dan Elvira jatuh ke tanah dengan posisi tubuh Rex ada di bawah Elvira.


Tatapan Rex dan Elvira kembali bertemu. Keduanya mematung sejenak dan tersentak kaget saat suara derap langkah kaki pasukan Rex mendekat kearah mereka.


Elvira bergegas bangkit dari atas tubuh Rex dengan wajah merona lalu mengibas pasir yang melekat di pakaiannya. Sedangkan Rex nampak berusaha bangkit sambil tersenyum tipis.


\=\=\=\=\=