Jantung Hati Sang Dokter Tampan

Jantung Hati Sang Dokter Tampan
Chapter 43. Finding Belinda


Roy dan Patrick tiba di sebuah titik yang sudah di cari oleh Boy kemarin. Namun antara Patrick dan Roy merasa bingung karena mereka sepertinya salah tempat.


"Jul, apa benar ini tempatnya?" tanya Roy sambil mengedarkan pandangannya.


"Benar, Roy. Ini titik koordinat yang ditemukan Boy."


"Tapi ini adalah tempat rental mobil, Jul. Apa iya Belinda ada disini?"


"Entahlah, Roy. Sebaiknya kita masuk ke dalam dan bertanya." usul Patrick.


Mereka berdua memasuki tempat rental mobil dan mencari orang yang bisa mereka tanyai.


Roy memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan ruang admin.


"Permisi!" ucap Roy sambil mengetuk pintu.


"Silahkan!" seorang wanita cantik menyambut kedatangan mereka berdua.


"Maaf, Nona. Saya ingin bertanya apakah dua hari lalu ada yang menyewa mobil atas nama Tuan Eric Kim?"


"Kalau boleh tahu, untuk apa ya?"


Patrick segera mengeluarkan lencana kepolisiannya.


"Ada kemungkinan jika pria yang bernama Eric Kim sudah melakukan tindak kejahatan. Jika anda tidak bersedia membantu, maka kami juga bisa menjerat anda dalam kasus hukum." ujar Patrick.


Wanita itu nampak berpikir. "Tunggu sebentar, ya!"


Patrick melirik kearah Roy yang nampak mendelik kearahnya. Patrick mengedikkan bahunya.


"Tuan-tuan silahkan temui bos saya saja di lantai atas." ucap wanita itu kemudian.


Patrick dan Roy berjalan ke lantai atas. Ada sebuah ruangan yang tertutup. Roy segera mengetuk pintu.


"Masuk" sebuah suara menyahuti dari dalam.


Roy membuka handel pintu. Nampaklah seorang pria tambun sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Silahkan duduk, Tuan-tuan." ucap pria tambun itu.


"Perkenalkan, saya adalah Patrick Hensen, agen FBI. Saya ingin bertanya pada Anda beberapa pertanyaan. Mohon maaf dengan Tuan..."


"James Chow." pria itu menjawab.


"Baiklah, Tuan Chow. Begini, kedatangan kami kemari adalah untuk menanyakan tentang penyewa mobil yang bernama Eric Kim. Kira-kira apa ada yang mencurigakan dari pria itu? Kemungkinan pria bernama Eric Kim terlibat dalam penculikan seorang model yang sedang naik daun bernama Bella Belinda."


Pria bernama James Chow nampak panik dan mulai berkeringat.


"Sebaiknya Anda katakan apa yang anda ketahui." cecar Roy.


"Baiklah, tenang dulu Tuan-tuan. Aku sungguh tidak tahu jika Eric akan melakukan kejahatan. Dua hari lalu dia datang kemari dan memintaku untuk mencarikan mobil mewah untuk ia sewa. Aku tidak tahu dari mana ia mendapatkan uang, karena setahuku dia sedang kesulitan dalam hal keuangan. Karirnya sebagai produser sudah tamat."


Patrick dan Roy saling pandang.


"Kalau boleh kami tahu, apa kami bisa melihat mobil yang disewa oleh Eric?" tanya Patrick.


"Mari, silahkan ikut denganku!"


Roy dan Patrick mengikuti langkah James Chow. Mereka menuju ke sebuah ruangan yang berisi deretan mobil mewah yang biasa disewakan.


James menunjuk satu mobil yang kemarin disewa oleh Eric.


"Kapan Eric mengembalikan mobil ini kemari?" tanya Patrick.


"Kemarin malam." jawab James.


"Berikan kami waktu untuk memeriksa mobil ini." Patrick kembali meminta ijin.


"Silahkan!" kemudian James meninggalkan mereka berdua.


Patrick segera memeriksa bagian dalam mobil. Ia mencari benda yang mungkin saja bisa dijadikan petunjuk.


Patrick menemukan sesuatu di bawah keset mobil.


"Roy!" Patrick menunjukkan sebuah benda kecil yang adalah sebuah jepit rambut.


"Jadi, itu adalah milik Belinda?"


"Benar. Jepit rambut ini yang berisi sebuah chip agar bisa dilacak."


"Pantas saja titik lokasinya disini. Ternyata jepit rambutnya terjatuh. Lalu, kita harus bagaimana, Jul?"


"Coba kau foto mobil ini dan kirimkan pada Jimmy Choo. Tanyakan padanya apakah benar mobil ini yang digunakan Eric saat menjemput Belinda."


Roy mengangguk paham. Beberapa saat kemudian, Roy mendapat balasan dari pesan yang ia kirim pada Jimmy.


"Benar, Jul. Mobil ini yang kemarin di pakai Eric untuk menemui Belinda."


Patrick mengangguk kemudian berpikir sejenak. "Kita harus mencari keberadaan Eric Kim. Ayo kita tanyakan pada James dimana Eric tinggal."


......***......


Roy dan Patrick kembali melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah apartemen yang di duga adalah tempat tinggal Eric Kim. Mereka berharap kali ini mereka akan berhasil.


Tak lama, mereka tiba didepan kamar milik Eric. Roy menekan bel apartemen Eric. Berkali-kali menekan bel, namun tak ada jawaban dari dalam.


Roy mulai kesal karena sepertinya Eric sudah kabur dari apartemennya.


"Bagaimana ini, Jul? Sepertinya pria brengsek itu sudah kabur. Jika ini adalah rencana Zara, aku yakin dia sudah membayar mahal Eric Kim agar pergi dari sini."


"Eric!!! Buka pintunya!!" Patrick menggedor pintu kamar Eric.


"Sudahlah, Jul. Kurasa dia memang sudah kabur. Apa kau tidak punya kenalan yang bisa melacak keberadaan Eric?"


"Kenzo dan Boy bisa melakukannya."


"Sebaiknya kita kembali ke apartemen. Kita harus bicara dengan Boy dan Kenzo."


"Baiklah, Roy. Ayo!!"


Belum juga Roy dan Patrick melangkah, ponsel Roy berbunyi. Sebuah panggilan dari Ben.


"Halo, Ben. Ada apa?"


"............"


"Apa!!!" Roy menatap Patrick cemas.


".............."


"Baiklah. Terima kasih sudah mengabariku. Kau bisa menghandle semua pekerjaanku, 'kan?"


"............."


"Terima kasih, Ben."


Roy mengakhiri panggilannya.


"Ada apa, Roy? Apa ada masalah?" tanya Patrick.


"Julian, ada sesuatu yang terjadi dengan Kenzo dan Riana. Kita harus segera pulang."


"Apa itu, Roy?"


"Kujelaskan nanti saat di perjalanan." Roy segera melangkahkan kakinya meninggalkan apartemen Eric Kim disusul dengan langkah Patrick.


......***......


Tiba di apartemen, Roy dan Patrick langsung disambut oleh Kenzo dan Riana. Patrick sudah mengetahui inti ceritanya dari Roy tentang pemecatan Kenzo sebagai dokter di rumah sakit Avicenna. Patrick segera memeluk Kenzo.


"Maafkan aku, bro. Aku sudah membuatmu dalam masalah." sesal Patrick.


"Jangan khawatir, bro. Aku justru bahagia karena sudah terlepas dari penyihir bernama Zara." canda Kenzo.


Roy dan Riana yang mendengar candaan Kenzo sontak ikut tertawa.


"Bagaimana? Apa kalian menemukan Belinda? Kenapa kalian hanya datang berdua?" tanya Kenzo.


Boy yang mendengar percakapan orang dewasa di ruang tamu, segera keluar dari kamarnya.


"Paman, bagaimana? Dimana Mama?" tanya Boy.


Patrick dan Roy saling tatap.


"Sayang, maafkan Papa. Papa belum berhasil menemukan Mama. Bersabarlah!"


"Lalu bagaimana dengan titik lokasi yang kemarin?" tanya Boy yang tak percaya jika pelacakannya tidak berhasil.


Patrick memberikan jepit rambut milik Belinda yang terjatuh di mobil sewaan Eric Kim.


"Ini adalah..." ucap Boy terputus.


"Jepit rambut yang kau buat Paman temukan di mobil yang membawa Mamamu. Kurasa jepit itu terjatuh."


"Lalu sekarang kita harus bagaimana, Pa, Paman?" Boy memandangi Patrick dan Roy bergantian.


"Tenanglah, Nak. Kita pasti bisa menemukan Mamamu." ucap Patrick.


Roy memeluk Boy dan menenangkannya. Sungguh ia tak tega mendengar isak tangis putranya itu.


Begitupun dengan ketiga orang dewasa yang melihat Boy menangis karena kehilangan ibunya.


"Mama... hiks hiks... Mama..."


"Jangan menangis, Nak. Kita pasti akan menemukan Mama. Papa janji!" ucap Roy dengan mengelus rambut Boy.


......***......


#bersambung


"Adakah yang merindukan Belinda? yuks kita intip bagaimana nasib Belinda di part selanjutnya ya."


Dokter Roy versi Mak Thor๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡



Julian Patrick versi Mak Thor ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡



Jangan lupa tinggalkan jejak ya kesayangan ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐Ÿ‘LIKE


๐Ÿ’‹COMMENTS


๐ŸŒนGIFTS


๐Ÿ’ฏVOTE


...THANK YOU...