Jantung Hati Sang Dokter Tampan

Jantung Hati Sang Dokter Tampan
Chapter 181. Petualang Cinta


...Petualang cinta...


...Itulah diriku...


...Berlabuh bukan tentang hati...


...Hanya tentang hasrat...


...Namun kini semua semu...


...Kuinginkan satu cinta...


...Yang akan menemani...


...Hingga ujung senja usiaku...


...๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ...


Kenji bersiul sambil memasang dasi di lehernya. Entah kenapa hari ini dia ingin berpenampilan berbeda dari biasanya. Memakai setelan jas lengkap bahkan hingga memakai dasi. Mungkin karena hatinya sedang berbunga-bunga. Mungkin juga karena dia sedang jatuh cinta.


Setelah mematut diri di depan cermin, ia memastikan lagi apakah dirinya memang sudah sempurna untuk pergi mengajar ke kampus. Sedang asyik membenahi rambut, ponselnya tiba-tiba berdering.


Kenji menatap layar ponselnya yang tertera nama Zetta disana. Ia pun segera mengangkatnya.


"Halo sayang, ada apa?"


"Ish, kau! Jangan bicara seperti itu!"


"Hehe, maaf, maaf. Segitu saja marah. Ada apa kau meneleponku sepagi ini?"


"Begini, hari ini aku ingin kau menjaga Andra, apakah bisa?"


Kenji nampak mengerutkan keningnya. "Hari ini jadwalku seharian ada di kampus. Kau bawa saja Andra ke sana."


"Apa tidak masalah jika Andra dibawa ke kampus?"


"Sepertinya tidak. Apa kau mengambil pekerjaan?"


"Iya begitulah. Aku meminta Imah untuk pulang kampung karena setelah aku melahirkan, dia tidak akan bisa sering-sering pulang kampung."


"Baiklah. Nanti kau hubungi aku jika sudah tiba di kampus. Ini aku baru mau berangkat."


"Oke. Terima kasih, Ken. Bye!"


Sambungan telepon berakhir. Kenji kembali menghubungi seseorang yang adalah Choky. Ia meminta tolong pada asisten sahabatnya itu.


*


*


*


Tiba di kampus, Kenji kedatangan tamu yang adalah Choky. Pemuda berwajah datar itu membawa banyak mainan di tangannya.


"Tuan, untuk apa tuan meminta saya membeli banyak mainan anak-anak seperti ini?" tanya Choky saat Kenji sibuk membuka semua mainan yang yang terbungkus rapi.


"Kau tidak perlu tahu. Tugasmu sudah selesai. Kau bisa pergi. Terima kasih atas bantuanmu." Kenji menepuk bahu Choky.


Choky pun berpamitan pada Kenji. Tak lama setelah Choky pergi, ponsel Kenji berdering dan nama Zetta lagi tertera disana. Kenji segera keluar dari ruang kerjanya dan menemui Zetta.


Seorang bocah kecil berlarian menghampiri Kenji.


"Daddy!" seru bocah yang tak lain adalah Andra.


Kenji segera membopong tubuh mungil Andra. "Wah, anak Daddy sudah semakin berat saja!"


Zetta yang berjalan tergopoh-gopoh karena perutnya yang besar akhirnya sampai juga menghampiri kedua pria beda generasi itu.


"Maaf ya, Ken. Aku harus menitipkan Andra disini," sesal Zetta.


"Tidak perlu meminta maaf. Andra adalah putraku. Dan kau? Kenapa mengambil pekerjaan saat perutmu sudah besar begitu?"


"Ini adalah pekerjaan terakhirku sebelum aku cuti melahirkan. Lagi pula klien ini sudah memesan dari jauh-jauh hari."


"Hmm, baiklah. Tapi kau jangan terlalu lelah. Pikirkan juga kesehatanmu."


"Iya aku tahu. Aku tidak bisa meminta tolong pada ayah dan ibu mertuaku. Meski mereka sangat menyayangi Andra, tapi..."


"Iya, aku mengerti." Kenji mengulas senyumnya.


"Baiklah, kalau begitu aku harus segera pergi. Andra, jangan nakal ya disini bersama Daddy. Dan jangan merepotkan Daddy. Mengerti?"


Andra mengangguk. "Iya, Ma."


"Daddy juga mau dikasih ciuman!" Kenji menggoda Zetta.


"Ish, kau! Apa sih yang ada diotakmu? Sudah ya, aku pergi."


Andra dan Kenji melambaikan tangan melepas kepergian Zetta.


"Yuk, kita main di ruang kerja Daddy. Daddy punya banyak mainan untukmu!"


"Benarkah? Wah, asyik!" Andra bersorak gembira dalam gendongan Kenji.


Tak disangka sepasang mata memperhatikan tingkah ayah dan anak itu sedari tadi. Pemilik mata itu berdecak kesal setelah mengetahui hal baru tentang Kenji.


"Dasar tidak tahu diri! Sudah punya anak masih saja menggoda daun muda," gumamย  seseorang yang tak lain adalah Keyra.


Secara tak sengaja, Keyra yang baru saja mengantar pesanan seorang dosen tiba-tiba melihat Kenji sedang bersama Zetta dan Andra. Tentu saja orang yang melihat interaks diantara mereka akan mengira jika mereka adalah satu keluarga bahagia yang akan segera dikaruniai anak ke dua.


Tak ingin memikirkan tentang si petualang cinta, Keyra kembali ke warung milik ibunya. Sebisa mungkin Keyra akan menghindar jika Kenji mendekatinya lagi.


...๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ...


Kenji meninggalkan Andra bermain sendiri di ruang kerjanya ketika dirinya harus masuk ke kelas untuk mengajar. Andra termasuk tipe anak yang cukup pendiam meski otaknya tergolong jenius seperti ayahnya.


Waktu telah tiba di jam makan siang. Sudah saatnya Kenji membawa Andra untuk makan siang di kantin. Andra bersorak gembira karena ayahnya akhirnya selesai bekerja. Dan ternyata makanan kesukaan Andra dan Kenji pun sama.


"Kita makan disana saja!" tunjuk Kenji ke warung milik Bi Minah.


Sepertinya Kenji sengaja membawaย  Andra ke warung milik Minah untuk memberitahu Keyra tentang dirinya yang telah memiliki anak.


"Eh, Profesor Kenji, silakan mau pesan apa?" tanya Minah sopan.


"Hmm, seperti biasa saja ya, Bi. Dan satu lagi untuk putra saya, tidak pedas," balas Kenji.


"Baik, Prof."


Meski raut wajah Minah menunjukkan rasa penasaran tentang status Kenji yang ternyata telah memiliki seorang putra, namun sebisa mungkin dia menutupi rasa itu. Seperti biasa Minah meminta Keyra untuk mengantar pesanan Kenji ke mejanya.


Tak ada senyum ramah yang Keyra tunjukkan karena gadis itu memang terkenal jutek. Banyak juga mahasiswa yang ingin mendekatinya namun tak ada satupun yang berhasil.


"Silakan dinikmati, Tuan," ucap Keyra ketus seperti biasa.


Kenji tersenyum melihat sikap Keyra yang berbeda. Sepertinya ada sedikit kekecewaan di raut wajah Keyra yang mengetahui jika dirinya telah memiliki putra. Kenji menarik sudut bibirnya.


Hingga sore hari, masih belum ada kabar dari Zetta untuk menjemput Andra. Kelas mengajar Kenji pun telah usai. Ia melihat Andra yang tertidur diatas sofa di ruang kerjanya. Bocah itu pasti lelah bermain sendiri.


Kenji pun merapikan mainan Andra yang berserakan di lantai. Ia menyimpan semua mainan putranya itu kedalam sebuah kotak.


Setelah semuanya rapi, Kenji meregangkan otot-ototnya yang kaku. Matanya terasa berat dan ia membutuhkan secangkir kopi. Ia menuju ke kantin dan kembali bertemu dengan Keyra.


Jiwa kelelakiannya menyeruak ketika melihat Keyra. Kenji menyamai langkah Keyra yang berjalan dengan cepat.


"Tunggu, Key!" Kenji mencekal lengan Keyra.


"Lepas! Jangan sok akrab denganku!" Keyra menepis tangan Kenji. Namun yang terjadi malah Kenji menarik tubuh Keyra makin mendekat padanya.


"Apa yang kau lakukan? Dasar mesum!" Keyra memberontak.


"Sstt! Jangan berteriak! Apa kau mau kita di gerebek orang sekampus?"


"Dasar petualang cinta! Kau memang sudah tidak waras!"


Mendengar Keyra mengumpatinya, Kenji menjadi kalap. Ia menarik tengkuk Keyra hingga membuat gadis itu berteriak kecil sambil menutup matanya.


Kenji terkekeh melihat ekspresi Keyra yang menutup matanya.


"Kaulah yang mesum, Nona! Kau pikir aku akan melakukan apa hingga kau memejamkan matamu?"


Mendengar ejekan Kenji, Keyra segera membuka mata. Pria itu sedang menahan tawanya.


"Dasar tidak waras!" sungut Keyra sambil melepaskan diri dari jeratan Kenji.


Sementara Kenji hanya menggeleng dan tersenyum geli setelah mengerjai Keyra.


"Kena kau! Setelah ini kau pasti bisa kudapatkan, Keyra!"


๐Ÿ˜จ๐Ÿ˜จ๐Ÿ˜จ๐Ÿ˜จ*Eeet daah, babang Kenji. Anak orang di kerjain bae๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


Menuju akhir tahun dan juga menuju ending.


Masih sedikit gak rela untuk menamatkan kisah ini. Tapi apa mau dikata, kita harus move on ke project yg selanjutnya.


Tetap semangat ya semuanya ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช