I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 85 - Optimis


Lin Yu mengangguk dan setuju dengan perkataan Chen Niu, selama kesalahannya tidak keterlaluan dan orang yang salah meminta maaf dengan mengakui kesalahannya. Orang itu tidak layak untuk dipermalukan bahkan hampir dipukul, tindakan Chen Niu sudah benar dengan membantu Gadis itu.


"Baguslah kalau begitu... tapi kenapa kau menelponku sebelumnya ?" Tanya Lin Yu dengan penasaran.


"Oh... aku sudah menyuruh Qing Zhu untuk mengaturnya. Gadis itu memiliki wajah yang cantik namun buruk dalam berpenampilan, karena itulah dia mendapatkan perlakuan yang buruk. Jujur saja aku merasa kasihan karena kondisinya yang tidak memiliki orang tua dan anti sosial, aku harap ketika penampilannya berubah dia bisa mendapatkan banyak teman dan bergaul dengan orang banyak dimasa depan." Kata Chen Niu dengan jujur.


Lin Yu sedikit curiga dan berkata, "Apa mungkin kau menyukainya ?"


"Tidak ada Pria yang tidak menyukai Wanita cantik, tapi aku sudah punya kalian berdua. Aku jauh lebih tertarik untuk mempekerjakannya di Grup King, dia sangat pintar dan harus akui itu. Jika aku memiliki orang sepertinya maka aku merasa akan tenang meninggalkan perusahaan, tapi sayangnya dia masih seorang Mahasiswa jadi mustahil untuk merekrutnya sekarang." Kata Chen Niu dengan jujur.


"Lalu... bagaimana jika dia dibandingkan diriku atau Adik Qing Zhu, siapa yang lebih cantik ?" Tanya Lin Yu dengan sedikit menggoda.


"Entahlah.... sulit untuk membandingkannya, aku harus mengeceknya terlebih dahulu." Chen Niu mengusap dagu Lin Yu dan menciumnya dengan pelan.


Lin Yu membalas ciuman Chen Niu dengan lembut dan merasa senang dengan menggodanya, Lin Yu mulai kehabisan nafas dan melepaskan Chen Niu.


"Besok kau jadi pergi ke Jiangbei ?" Tanya Lin Yu dengan penasaran.


"Ya... ada banyak bahan mentahan Giok disana dan aku ingin memperluas bisnis disana. Jiangbei adalah wilayah kekuasaanku dan mendirikan cabang disana sangat penting !" Kata Chen Niu dengan jujur.


Kepala Lin Yu bersandar didada Chen Niu dan dia terlihat sedih, "Ugh... kau pasti akan lama disana bukan ?"


"Paling lama hanya seminggu... dengan mencari tempat dan mengatur beberapa orang. Ada Qing Zhu disini dan Bibi Zhang yang menemanimu, terlebih bukankah kau sekarang sibuk dengan pekerjaanmu. Takutnya bukan aku yang melupakan dan sebaliknya kau yang melupakanku karena sibuk dengan karirmu !" Kata Chen Niu dengan santai.


"Kalau begitu kau harus memanjakanku sebelum pergi !" Kepala Lin Yu berada dipangkuan Chen Niu.


Sore harinya Qing Zhu pulang dan melihat Chen Niu bermesraan bersama dengan Lin Yu. Karena iri tanpa pikir panjang dia juga ikut bergabung bersama. Mereka bertiga bersenang-senang sampai larut malam.


Chen Niu melihat kearah luar lapisan kaca dan cahaya bulan terlihat cukup indah, dia mencoba untuk menghubungi Song Yiwen namun tidak ada jawaban sama sekali.


Chen Niu tahu benar kalau Song Yiwen tidak akan mengkhianatinya. Lagi pula apa yang dikatakan olehnya mengenai Ayahnya adalah sebuah kebenaran dan Song Yiwen sendiri akan dijadikan Tungku oleh Song Batian.


Namun bahkan jika Song Batian tahu kalau Chen Niu akan datang dia tidak takut sama sekali, sekarang dirinya seorang Grandmaster Seni Beladiri. Song Batian tidak memiliki peluang untuk menang melawannya dan tubuhnya yang lemah tidak akan sebanding dengan Chen Niu.


Qing Zhu yang masih bangun melihat Chen Niu yang berdiri didepan jendela. Segera dia bangun dan memeluknya dari belakang, kulit mereka saling bersentuhan dan Chen Niu merasakan sensasi lembut yang menyentuh punggungnya.


Chen Niu berbalik dan mengusap kepala Qing Zhu dengan lembut, "Belum tidur... apakah kau tidak lelah ?"


"Bagaimana mungkin aku lelah... besok kau akan pergi dan kau sangat pelit karena tidak mengajakku !" Kata Qing Zhu dengan jujur.


"Kau harus fokus dengan studi dan Lin Yu akan kesepian jika tidak ada dirimu. Bukankah kau sangat paham dengan pekerjaanku." Kata Chen Niu dengan santai.


Tidak masalah untuk pergi kemanapun namun Chen Niu tidak ingin meresikokan mereka dalam bahaya. Jiangbei belum benar-benar dibawah kendalinya, walaupun Chen Niu cukup kuat untuk melindungi mereka namun dia tidak berani bertaruh.


"Ya....sayangku ini adalah seorang Raja Dunia Bawah yang memiliki banyak musuh." Kata Qing Zhu dengan kesal.


"Sepertinya kau belum cukup puas... aku akan menemanimu lagi !" Chen Niu mencium bibir Qing Zhu dan mendorongnya ketempat tidur.


Segera dia melanjutkannya beberapa ronde dengan Qing Zhu dan memuaskan dirinya sendiri sampai matahari mulai terbit. Chen Niu bersiap-siap untuk pergi dan Bing Chu sudah menunggunya diruang tamu, setelah Chen Niu berpamitan dengan mereka berdua segera dia bersama dengan Bing Chu pergi ke Bandara.