
Chen Niu dan Xiao Rain kembali ke hotel terlebih dahulu. Gadis yang dibawa oleh Cheng Liu sudah pergi dan Xiao Rain memaksa untuk berada dikamar yang sama dengan Chen Niu.
Saat ini dia sedang berendam dibak mandi dan Chen Niu sedang melatih aliran Qi didalam tubuhnya. Namun hanya selang beberapa waktu Chen Niu membuka matanya dan mengakhiri latihannya lebih awal.
"Teknik Sutra Surga ini tidak bisa digunakan disini, metode ini harus membutuhkan banyak Qi Alam dan sekarang aku berada ditengah kota yang banyak sekali polusinya." Kata Chen Niu sambil melihat kedua tangannya.
Pintu kamar mandi terbuka dan Xiao Rain keluar tanpa mengenakan pakaian apapun ditubuhnya. Tubuhnya yang ramping dan dadanya yang besar terlihat sangat menggairahkan, Chen Niu hanya memalingkan wajahnya dan tidak ingin terjebak seperti dimasa lalu.
"Bos... aku sudah siap untuk kau makan !" Kata Xiao Rain yang dengan cepat duduk didepan Chen Niu.
"Makan pantatmu... diamlah dan segera tidur." Chen Niu berkata dengan kesal.
Xiao Rain melihat bagian bawah Chen Niu dan tersenyum, "Ayolah Bos... kau menolakmu tapi tidak untuk tubuh bagian bawahmu. Anggap saja ini servis yang diberikan karyawanmu yang cantik ini !"
Chen Niu mulai merasa kesal dengan perkataan wanita gila didepannya. Reaksi ini sangat wajar dan Chen Niu yakin bahwa bukan hanya dia yang akan mendapatkan reaksi yang sama setelah melihat tubuh gadis cantik yang telanjang didepannya.
Segera Chen Niu berdiri dan menarik selimutnya, dia dengan paksa membungkus tubuh Xiao Rain dan melemparnya keatas kasur. Chen Niu berbaring disampingnya dan Xiao Rain mencoba untuk melepaskan dirinya.
"Sudahlah... jangan berpikir yang aneh-aneh, aku harus memiliki waktu istirahat yang cukup." Kata Chen Niu sambil tiduran.
Setelah beberapa waktu akhirnya Xiao Rain berhasil melepas selimutnya, dia terlihat kesal namun melihat wajah Chen Niu yang tertidur pulas membuatnya sangat tenang.
Entah mengapa wajah Pria yang tidur disampingnya saat ini terlihat sangat akrab, dia merasa nyaman hanya berada didekatnya dan sepertinya keputusannya untuk ikut bersamanya sudah sangat tepat.
Keesokan paginya Chen Niu merasakan kelembapan dibibirnya, tubuhnya terasa sangat berat dan ketika dia membuka matanya Xiao Rain sudah berada diatasnya dan menciumnya dengan lembut.
Xiao Rain melepaskannya dan berkata, "Sudah bangun ?"
"Terimakasih." Chen Niu tersenyum pahit.
"Tidak perlu." Chen Niu bergegas bangun dari tempat tidurnya.
Xiao Rain tersenyum dan berkata, "Bos... aku tidak ingin pergi ke Xianjiang sekarang. Disana aku masih memiliki banyak musuh, aku akan pergi ke Kantor Bos di Donghai dan mempersiapkan segala sesuatu yang Bos butuhkan disana !"
"Baiklah... walaupun sekarang kau sudah bukan buronan pemerintahan tetapi bukan berati orang-orang Dunia Bawah akan membiarkanmu dengan bebas. Sebelum aku menguasai Xianjiang maka tunggulah, aku akan membiarkanmu bergerak dengan bebas." Kata Chen Niu dengan sungguh-sungguh.
"Terimakasih Bos." Kata Xiao Rain dengan hormat.
Segera Chen Niu menghubungi Mo Lie dan memberitahunya tentang Xiao Rain, Cheng Liu juga mengambil tiket penerbangan dan setelah Xiao Rain sampai di Donghai maka semua pengaturan sudah disiapkan.
Xiao Rain pergi ke Bandara didampingi oleh Bawahan Cheng Liu, Xiao Yuan sendiri berangkat bersama Cheng Liu menggunakan Mobil dan ingin melihat seperti apa petarung yang akan bermain nanti.
"Master Chen... Pemimpin Keluarga Qing yaitu Qing Yuhan ingin bertemu dengan kita. Apakah Master Chen ingin menjawab undangannya ?" Tanya Cheng Liu dengan santai.
"Bagaimana dia bisa tahu kalau aku akan datang kesana, apakah kau memberitahu orang lain ?" Tanya Chen Niu dengan dingin.
"Tidak mungkin... sepertinya mata-mata mereka sudah ada diberbagai tempat." Kata Cheng Liu dengan jujur.
"Karena mereka sudah mengundang kita maka tidak sopan untuk menolaknya. Aku akan menanyakan sendiri siapa orang itu nanti." Kata Chen Niu dengan santai.
Cheng Liu mengangguk dan setuju dengan perkataan Chen Niu, "Mereka mengundang kita tidak jauh dari lokasi, apakah mungkin Keluarga Long juga mengetahui keberadaan Master Chen ?"
"Aku tidak peduli mereka tahu atau tidak... yang pasti aku datang hanya untuk satu hal, menjadi penguasa sesungguhnya di Yancheng ataupun Xianjiang." Chen Niu berkata dengan tegas.
Cheng Liu ini berpikir kalau Chen Niu sangatlah keren, biasanya mereka akan memperhitungkan lawannya terlebih dahulu namun semua itu tidak berguna didepan Chen Niu. Seolah langkah demi langkah sudah sangat pasti dan kepercayaan dirinya untuk menang tidak bisa diragukan.
Tapi semua itu tergantung apakah Chen Niu memang memiliki kemampuan atau tidak untuk berurusan dengan kedua Keluarga ini.