
Chen Niu tidak tahu apa yang akan Raja Selatan Nalan lakukan, namun dia bisa menebak kalau tidak akan ada hal yang baik jika berurusan dengannya.
"Apa yang perlu ditakutkan dari Nalan... aku masih mampu untuk berurusan dengannya." Kata Chen Niu dengan tegas.
"Bosku sayang... kau jaga harus tahu bahwa sehebat apapun seekor singa, dia pasti akan mati jika terkena jebakan dari pemburu. Raja yang duduk disinggasana dapat diseret turun dari tahta dengan berbagai macam cara. Kau memang kuat tapi bukan berati tidak ada cara untuk menghabisimu !" Xiao Rain mengingatkan Chen Niu untuk tetap waspada.
"Tenang saja... Aku tahu apa yang harus aku lakukan." Chen Niu berkata dengan santai.
"Lalu hadiah apa yang akan kau berikan kepadaku ?" Tanya Xiao Rain dengan santai.
"Tiga hari lagi aku akan membawamu berlibur di Korea, aku akan pergi ke Seoul untuk liburan sekaligus berurusan dengan orang lain. Aku juga membutuhkanmu untuk menyadap kamera pengawas di Pulau Jeju, bisakah kau mempersiapkan semuanya dengan baik ?" Tanya Chen Niu dengan santai.
"Itu tergantung dengan kerja kerasmu." Kata Xiao Rain dengan menggigit bibirnya.
Chen Niu tersenyum masam dan tidak berniat untuk menahan diri. Mereka bercinta dengan liar dan dalam waktu yang lama, sore harinya Chen Niu pulang bersama Yao Chi dan kelihatannya Yao Chi cukup nyaman dengan pekerjaan barunya.
Sampainya mereka dirumah Lin Yu dan Qing Zhu sudah ada diruang keluarga, Lin Yu seharian berada dirumah dan Qing Zhu baru saja pulang dari Universitas.
Chen Niu mengabaikan mereka dan langsung pergi untuk mandi. Berendam didalam kolam yang besar dengan air yang hangat membuatnya sangat nyaman, tempat ini sungguh sangat nyaman dan Chen Niu sudah terbiasa tinggal disini.
Langkah kaki terdengar ditelinga Chen Niu dan Qing Zhu masuk kedalam dengan handuk yang menutupi tubuhnya.
"Bisakah aku bergabung sayang ?" Tanya Qing Zhu dengan santai.
"Kemarilah... aku akan membantumu." Chen Niu tidak keberatan sama sekali.
Qing Zhu melepas handuknya dan perlahan dia masuk kedalam air. Hangatnya membuatnya sangat nyaman dan Chen Niu membantunya membersihkan punggungnya.
"Iya... tiga hari lagi aku akan berangkat bersama Xiao Rain. Mo Lie sudah mengatur tiket kapal untuk kami dan aku tidak bisa membawa kalian berlibur karena tujuanku disana bukan untuk liburan." Kata Chen Niu dengan jujur.
"Oh... apakah ada orang bodoh yang berani berurusan denganmu ?" Tanya Qing Zhu dengan penasaran.
"Orang bodoh itu secara terang-terangan memasang harga untuk kepalaku senilai Milyaran Yuan. Sudah ada banyak pembunuh yang datang kepadaku, walaupun aku cukup mampu mengatasi para pembunuh itu tapi akan merepotkan jika mereka menggunakan beberapa trik. Jika aku tidak mencabut masalah dari akarnya maka masalah ini mungkin tidak akan pernah selesai."
Chen Niu melanjutkan, "Xiao Rain itu sangat pintar dan aku membutuhkannya untuk menyadap kamera pengawasan, keberadaannya akan memudahkanku untuk menyelinap masuk ketempat mereka."
"Terserah tapi kau harus mengingat ini baik-baik, ada kami bertiga yang menunggumu pulang dirumah. Seberbahaya apapun pekerjaanmu pastikan untuk menang dan kembali hidup-hidup untuk kami !" Kata Qing Zhu dengan tegas.
"Pastinya... tapi mengapa ada tiga, bukankah hanya ada kalian berdua dirumah ?" Tanya Chen Niu dengan gugup.
"Apakah kau masih pura-pura... Yao Chi itu cukup memperhatikanmu dan kami sudah tahu hal itu, jangan bilang kau juga tidak memiliki hubungan dengan Song Yiwen yang baru-baru ini terkenal di Jiangbei. Kakek sudah memberitahu kami berdua dan alasan kami tidak menanyakannya karena menunggumu yang mengatakannya sendiri." Kata Qing Zhu dengan senyum yang puas.
Lin Yu yang juga ingin bergabung sudah mendengar pembicaraan mereka dan masuk kedalam kolam, "Apa yang dikatakan Adik Qing Zhu benar... bukankah sudah saatnya kau mengatakan semuanya !"
Chen Niu tersenyum canggung dan hanya bisa mengutuk Qing Yanzong. Tetapi karena semuanya sudah diketahui oleh mereka jadi Chen Niu menceritakan semua kebenarannya tentang Song Yiwen.
Mendengar cerita Chen Niu dari awal sampai akhir mengenai Song Yiwen membuat mereka merasa sangat kasihan. Mereka tidak menyangka kalau Song Yiwen akan mendapatkan penderitaan dari Keluarganya sendiri.
Bukan hanya kedua Orang Tuanya yang mati dibunuh oleh pamannya. Bahkan Song Yiwen akan dikorbankan oleh Kakeknya sebagai sumber kekuatannya.
"Ugh... Jika Kakek dari Song Yiwen berhasil menyerap Vitalitas ditubuhnya, hal buruk apa yang terjadi ?" Tanya Lin Yu dengan penasaran.
"Seni Beladiri Iblis itu tidak bermoral dan sangat kejam, bukan hanya jiwanya saja yang tersisa dan mungkin daging dan darahnya akan diserap hingga menyisakan tulangnya saja." Kata Chen Niu dengan dingin.