
Pagi hari Chen Niu bermain gila bersama dengan mereka berempat sekaligus. Suasana menjadi lebih baik dan mereka sangat menikmati momen kebersamaan mereka.
Chen Niu mendapatkan peringatan dari Yao Jun untuk tidak pergi ke Hongkong dan membuat masalah. Tapi untuk kali ini dia sama sekali tidak menghiraukannya dan akan tetap bertindak dengan sesuka hatinya.
Menurut laporan dari Dong Yan sekarang Ban Ra sudah menggunakan koneksinya, posisinya sudah diketahui namun pihak musuh sengaja tidak mengambil tindakan kepada mereka. Setidaknya ada beberapa Dewa yang berkumpul disana dan mungkin akan terjadi keributan besar.
Sekarang pertempuran antar Dewa sudah dapat diprediksi dan Hongkong penuh dengan kunjungan Seniman Beladiri yang kuat. Singkatnya pertarungan ini sangat langka bagi mereka, walaupun mereka tidak tahu kapan pertarungan akan pecah namun kebanyakan dari mereka masih sabar menunggu hasil.
Chen Niu membawa mereka semua ke tempat Leluhur Keluarga Chen untuk berlatih. Dua hari disana sama dengan satu tahun di tempat Leluhur, jadi mereka memiliki waktu banyak untuk bersama sekaligus berlatih.
Chen Niu memberikan bimbingannya dalam bermeditasi. Song Yiwen sendiri adalah bakat yang luar biasa, tidak butuh waktu lama untuknya untuk mencapai seorang Master Puncak dan selangkah lagi menjadi seorang Grandmaster.
Sedangkan mereka bertiga sudah menjadi seorang Master, tapi apa yang mengejutkan adalah Roh Serigala Angin. Pertumbuhannya sangat cepat dan sebagai Roh kontrak milik Qing Zhu, Serigala Angin sangat kuat sampai setara dengan Ahli Beladiri Grandmaster.
Lin Yu dan Yao Chi juga bekerja sangat keras dan mencapai Master Seni Beladiri. Qi mereka sangat ganas dan sekarang hanya perlu berlatih pengendalian Qi mereka dengan benar.
Chen Niu berada dipusat dan melakukan meditasi, Qi yang sangat kuat melonjak didalam dirinya dan kekuatan jiwanya menjadi sangat kuat. Matanya memancarkan cahaya yang sangat terang dan Auranya menyembur keatas langit.
Energi Alam disekitarnya ditarik masuk kedalam tubuhnya dan diatas langit sebuah awan melingkar membentuk Cincin berwarna biru muda.
Laut Pengetahuannya menjadi lebih kuat dan sangat stabil, setelah sekian lama dia berhasil masuk ke Alam Dewa Langit. Sekarang dia dapat yakin bahwa tidak ada satupun orang di Dunia ini yang bisa menjadi lawan baginya.
Dari dalam Gua sebuah Tombak yang penuh debu terbang kearah Chen Niu, Tombak itu masuk kedalam punggungnya dan berubah menjadi Tato Naga. Didalam Laut Pengetahuannya beberapa metode tentang Seni Tombak yang hebat.
Chen Niu mengangkat tangannya dan sebuah Tombak Emas terlihat didepannya. Chen Niu merasakan raungan naga yang kuat dan dapat mengguncang jiwanya, namun dia tidak bisa berhenti menahan senyumnya.
"Tombak Linglong yang terbuat dari Tulang Naga Bumi yang sangat kuat, direndam dengan esensi Naga Bumi yang memiliki kekerasan yang mengerikan. Ngomong-ngomong apakah sungguh Naga itu nyata, aku pikir ini hanya sebuah mitos !" Kata Chen Niu dengan penasaran.
Mengingat kembali apa yang dikatakan Cang Yue mengenai Benua Zhenwu, sekarang dia ada di Alam Dewa Langit yang merupakan eksistensi terkuat sekarang. Bukankah itu artinya dia merupakan salah satu orang tak terkalahkan jika berada di Benua Zhenwu.
Cincin Awan diatas langit masih terlihat sangat jelas dan tidak akan memudar dengan cepat, mereka berempat menghampiri Chen Niu dan tersenyum puas.
"Bagaimana ?" Tanya mereka dengan senyum yang lebar.
"Tentu saja berhasil." Jawab Chen Niu dengan jujur, "Kalian akan tinggal disini terlebih dahulu atau keluar ?"
"Kami keluar... ada beberapa hal yang harusnya kami lakukan, terlebih meninggalkan Bibi Zhang terlalu lama tidak akan baik !" Kata Lin Yu dengan jujur.
"Oke." Chen Niu membawa mereka semua dan keluar.
Chen Niu masih menunggu kabar dari Dong Yan mengenai kapan dirinya bisa bergerak. Song Yiwen pergi untuk bekerja, sedangkan Qing Zhu dan Lin Yu pergi ke Universitas untuk mengecek beberapa tugas mereka.
Yao Chi ingin pergi mengecek semua bisnis yang dilakukan Chen Niu di Grup King, ini adalah pekerjaannya dan dia sedang membersihkan diri dikamarnya sebelum berangkat.
Chen Niu masuk kedalam kamar Yao Chi dan berkata, "Ingin pergi mengecek semua pekerjaan ?"
"Iya... ini adalah pekerjaanku dan aku akan melakukan yang terbaik untuk membantumu." Kata Yao Chi sambil memegang handuknya.
Chen Niu membuka pakaiannya dan dengan cepat Yao Chi merasa panik. Chen Niu membawa Yao Chi masuk kedalam kamar mandi dan mengisi Bak dan menyalakan Shower.
"Ini bukan kali pertama kita melakukannya dan kenapa kau masih malu. Tapi melihat ekspresimu yang seperti ini tidak buruk juga." Chen Niu mencium Yao Chi dan mulai mandi bersama.