
Chen Niu melompat keatas langit dan menangkap Cincin Ruang yang sebelumnya digunakan oleh Duan Qinghan. Cincin ini jauh lebih efektif dari pada Labu Giok yang dia miliki, Chen Niu menghilangkan tanda jiwa dan membuatnya menjadi miliknya sendiri.
Setelah beberapa waktu memulihkan dirinya Chen Niu bergegas maju. Semakin dia masuk maka akan banyak binatang aneh yang keluar dari lahar untuk menyerangnya.
Namun dengan kekuatan Chen Niu yang meningkat drastis, tidak ada satupun dari Binatang Aneh yang dapat menghentikan lajunya.
Diujung jalan Chen Niu melihat sebuah pintu besi dengan patung kepala singa dipintu masuknya, namun pintu besi itu sedikit terbuka dan seseorang mungkin sudah mencapai tempat ini terlebih dahulu.
Segera dia masuk kedalam dan dia mendapati ruangan yang sangat bersih, Pohon Buah Guntur terlihat ada ditengah ruangan dan sosok yang tidak asing dimata Chen Niu berdiri didepan Pohon Buah Guntur.
Orang itu adalah Cang Yue dan dia sedikit terkejut dengan mendapati Chen Niu bisa mencapai tempat ini. Tangga itu bukanlah sesuatu yang bisa orang biasa lewati, terlebih masih banyak Monster yang bersembunyi dibawah lahar dan Alam Dewa Bumi biasa tidak akan bisa melewatinya.
Cang Yue mengeluarkan Pedang dan menunjuknya kearah Chen Niu, "Buah Guntur adalah milikku... karena kau sudah datang dan niat kita sama maka apakah kita harus memulai pertarungan ?"
Membagi Buah Guntur akan mengurangi banyak manfaat, jadi sejak awal Cang Yue tidak akan pernah mau berbagi dengan siapapun. Dia tahu bahwa Pria didepannya cukup kuat, namun dia datang kemari karena Buah Guntur dan itu sudah menjadi tujuannya.
Chen Niu berjalan kedepan dan berkata, "Kau bisa memilikinya dan aku tidak tertarik dengan Buah Guntur itu."
"Itu adalah pilihan yang tepat untuk menyerah lebih awal. Tapi hanya orang bodoh yang hanya akan percaya dengan perkataanmu !" Kata Cang Yue dengan dingin.
"Huh... jika kau memiliki tanah yang subur dan nyaman, kenapa juga aku memilih tanah yang gersang dan tidak ada kebaikan sama sekali. Jika kau adalah Wanita mungkin aku akan membawamu kesana untuk menjadikanmu Muridku, tapi sayangnya kau adalah seorang Pria dan Sekteku tidak menerimanya." Kata Cang Yue dengan jujur.
Mungkin Duan Qinghan dan Fei Yan menganggap orang-orang disini seperti semut, namun Cang Yue sangat sadar bahwa mereka adalah bakat yang luar biasa.
Mereka dapat mencapai Alam Dewa ditempat yang kekeringan Aura seperti ini. Itu sangat jelas bahwa mereka bisa disebut sebagai orang berbakat.
"Senang mendengar ini darimu jadi aku tidak perlu repot-repot menghadapimu. Kau terlihat cukup ramah jika dibandingkan dengan bajingan yang sebelumnya, jadi sebagai bayaran karena aku tidak bersaing untuk mendapatkan Buah Guntur bagaimana jika kau menceritakan tempatmu dan orang-orang kuat disana. Masih ada waktu menunggu Buah itu matang dan lebih baik untuk mengobrol lebih banyak !" Kata Chen Niu yang sedikit menunjukan ketertarikan dan mengambil posisi duduk dilantai.
"Tidak masalah... Tempat aku tinggal disebut dengan Benua Zhenwu kedua orang yang aku bawa itu merupakan Raja dari Dinasti kecil, mereka hanya Alam Dewa biasa tapi jauh lebih kuat dari pada orang-orang disini. Benua Zhenwu memang tidak lebih besar dari Alam Semesta dan merupakan dimensi lain dari Bumi. Namun jika dibandingkan dengan Bumi, Benua Zhenwu memiliki kepadatan Aura 10 kali lipat dan surga bagi Kultivator." Kata Cang Yue dengan jujur.
"Lalu apakah disana ada seseorang yang berhasil mencapai Alam Mahayana ?" Tanya Chen Niu dengan penasaran.
"Aku tidak tahu dari mana kau tahu tentang itu tapi yang pasti sudah ratusan ribu tahun Kultivator Mahayana tidak terlahir. Hanya tiga orang di era kuno yang dapat mencapai hal itu, selain itu tidak ada catatan lagi tentang mengenai mereka dan keberadaan mereka seolah lenyap dari Dunia setelah Perang dengan makhluk asing yang disebut Iblis pecah."
Cang Yue melanjutkan, "Sejak saat itulah kemunduran sering terjadi, bahkan orang terkuat di Benua Zhenwu hanya dua orang dan yang berada di Puncak Alam Dewa Langit. Aku sendiri ingin menggunakan kesempatan ini untuk membuat terobosan besar, setelah aku mencapai Alam Dewa Langit maka hanya masalah waktu sampai aku mendapatkan pijakan disana karena aku adalah Master Sekte Seribu Gadis."
"Kalau begitu kau harus berusaha dengan keras untuk hidupmu. Hidup dan Mati merupakan hal yang sudah biasa, tapi impian akan selamanya tetap hidup. Bahkan jika kau mati impian itu akan diemban oleh generasi murid Sekte milikmu, terimakasih karena sudah berbagi pengetahuan." Kata Chen Niu dengan puas.