
Tengah malam Chen Niu dan Lin Yu masih melakukannya. Keringat ditubuh mereka saling bercampur dan setelah Chen Niu minta maaf Lin Yu sudah memaafkannya.
"Lebih dari ini aku akan pingsan... jadi tolong istirahat dulu !" Lin Yu memohon kepada Chen Niu.
Chen Niu memeluk Lin Yu dengan erat dan berkata, "Bukahkah aku sudah menyuruhmu berolahraga... jika tubuhmu sudah kuat maka aku mungkin akan mengajarimu latihan sebenarnya dari Seni Beladiri."
"Apakah mungkin aku bisa sepertimu memotong dengan tangan, berjalan diatas air dan terbang mungkin !" Kata Lin Yu dengan nafas yang terengah-engah.
"Bisa saja... tapi butuh waktu lama untuk mencapai tingkatanku yang sekarang." Kata Chen Niu dengan jujur.
"Aku tidak mengerti sama sekali tentang Seni Beladiri, sebenarnya sekuat apa dirimu ?" Tanya Lin Yu dengan penasaran.
"Aku seorang Grandmaster Puncak dan bahkan untuk membunuhku membutuhkan Bom besar, jika melawanku dengan senjata api maka semuanya tidak akan berguna." Jawab Chen Niu dengan santai.
Lin Yu terkejut dan berkata, "Apakah kau masih bisa disebut manusia... bukankah kau sama saja tidak terkalahkan diseluruh cina !"
"Aku tidak berani mengatakan itu... faktanya ada beberapa orang yang benar-benar mampu bertarung denganku. Bahkan ada yang sosoknya sangat kuat dan mereka disebut sebagai Dewa, hanya dengan satu jarinya saja mungkin aku bisa mati." Kata Chen Niu dengan sungguh-sungguh.
"Dewa... apakah Dewa benar-benar ada, bukankah lebih baik kau tidak bertarung dengan mereka ?" Kata Lin Yu dengan cemas.
"Hahaha... Itu hanya sebutan dan mereka bukanlah Dewa sebenarnya. Orang-Orang yang terlalu kuat sampai disebut Dewa itu tidak akan tertarik dengan Dunia seperti kita, mereka hanya fokus dengan Spiritualitas dan memperpanjang hidup mereka. Sepengetahuanku mereka dapat hidup sampai beberapa ratus tahun dan tetap menjaga penampilan mereka seperti umur 25 tahun." Kata Chen Niu dengan jujur.
"Ugh... Aku yakin kau juga ingin menjadi Dewa, jika kau tetap menjaga penampilanmu saat masih muda maka saat kami menua kau masih bisa mencari wanita lain bukan !" Kata Lin Yu dengan sedikit menggoda.
Chen Niu melanjutkan, "Aku sudah membuat sebuah komitmen yaitu ketika kalian mati dan semuanya sudah berjalan dengan baik, maka hari itu juga aku akan membunuh diriku sendiri. Tidak ada gunanya memiliki umur yang panjang jika tidak ada kalian atau Keluargaku yang merupakan tempat itu pulang, semakin kau lama menjalani kehidupan maka setiap hari kau akan merasakan rasa sakit."
"Seolah kau sudah pernah merasakannya saja, tapi aku berjanji kalau aku tidak akan mengecewakan ekspektasi dari Suamiku dimasa depan." Kata Lin Yu sambil memeluk Chen Niu dengan hangat.
Chen Niu tersenyum dan hanya bisa menahan semuanya didalam hatinya, perasaan seperti itu tidak akan pernah bisa dia lupakan. Namun dia memiliki kesempatan untuk mengulang dari awal, jadi dia harus fokus menatap masa depan dan menikmatinya sebisa mungkin.
"Sekitar dua minggu lagi aku akan pergi ke Korea Selatan untuk mengurus beberapa orang !" Kata Chen Niu dengan santai.
"Aku percaya kalau tidak akan terjadi sesuatu yang buruk denganmu. Tetapi kenapa harus Korea Selatan... Kau tidak bermaksud mencari Girl Pop disana bukan ?" Lin Yu sedikit curiga dengan Chen Niu.
"Apakah aku terlihat seperti orang yang akan memakan setiap wanita ?" Chen Niu tersenyum masam dan menunjuk dirinya.
"Memang itu kenyataannya." Lin Yu tersenyum dengan santai.
"Tidak perlu khawatir... kali ini aku bisa menjamin kalau diriku tidak akan terpikat. Pria memiliki selera dan seleraku adalah wanita sepertimu. Cantik, lembut, baik dan yang terpenting berdada besar. Walaupun mereka cantik seperti giok yang baru dipoles, tapi jika mereka tidak memenuhi kriteria tadi mustahil untuk membuatku bergerak." Kata Chen Niu dengan jujur.
"Ugh... sepertinya aku harus berterimakasih karena tumbuh memiliki dada yang besar sampai membuatmu sangat senang. Lain kali jangan membandingkan hal yang sepele seperti ini !" Lin Yu tidak tahu apakah dia harus senang atau kesal dengan pujian Chen Niu.
"Kenapa... bukankah kalian para wanita selalu memilih pakaian bagus sesuai selera kalian, kami Pria juga sama... aku tidak memiliki maksud untuk merendahkan namun jika seseorang tidak memiliki pilihan dan menerima semuanya apakah kau mau menikah dengan monyet ?" Tanya Chen Niu dengan santai.
"Kau yang monyet." Kata Lin Yu dengan senyum yang puas.