
Seminggu sudah berlalu dengan cepat sejak Chen Niu membunuh Huang Ling, kabar pertarungan kedua Dewa ini menyebar dengan cepat keseluruh penjuru dunia.
Kerusakan yang mereka ciptakan dapat dilihat sebagai bencana, namun pemenang sudah ditentukan yaitu Raja Utara Chen Niu yang merupakan Dewa baru.
Sekte Iblis juga memulai perubahan total dibawah kepemimpinan Master Sekte yang baru Dong Yan, beberapa Tetua muda ditunjuk olehnya dan Nalan sang Raja Selatan dibunuh oleh Nian Suo dari Sekte Keadilan.
Namun sebelum terjadi perebutan kekuasaan atas kursi kosong yang ditinggalkan Nalan, Dong Yan mengisinya dan mengambil alih kepemimpinan semua aset sekaligus kekuatan yang dimiliki oleh Nalan.
Dikamar Master Sekte aroma aneh dan erangan terus keluar dari mulut Dong Yan, kondisinya sekarang terlihat sangat berantakan dan sudah tiga hari Chen Niu menidurinya seperti Binatang buas.
Bahkan ketika Dong Yan memohon untuk memberikannya waktu istirahat, Chen Niu sama sekali tidak peduli. Baginya jika ada seseorang yang ingin mendapatkan keuntungan darinya, maka orang itu harus mengingat jelas dengan siapa dia berurusan.
Chen Niu memangku Dong Yan dan mencium lehernya sampai meninggalkan bekas yang jelas, tanda merah saat ini ada disekujur tubuhnya dan Dong Yan merasa sangat gila sekarang karena sampai melakukan hal seperti ini.
"Hm... Senior... berapa banyak tanda yang ingin Senior buat ditubuhku. Stamina Senior benar-benar seperti Monster, tidak heran jika Senior memiliki banyak wanita. Bisakah aku meminta bantuan kepada yang lainya untuk memuaskan Senior ?" Tanya Dong Yan dengan pasrah.
"Hahaha... Tidak perlu... Aku sudah cukup bermain denganmu." Chen Niu melepaskan Dong Yan mengenakan kembali pakaiannya.
Chen Niu mengeluarkan kotak obat yang berisi dua lembar daun merah, dia memberikannya kepada Dong Yan dan energi yang meluap dapat dirasakan oleh Dong Yan.
"Gunakan dua lembar daun merah untuk mencapai puncak grandmaster. Apa yang aku butuhkan adalah kesetiaan mutlak darimu, tergantung dari dirimu sendiri jika kau bekerja dengan benar mungkin aku bisa membantumu menjadi seorang Dewa seperti Nian Suo yang menjadi bawahanku." Kata Chen Niu sambil merapikan dirinya.
Mata Dong Yan berbinar dan tidak menyangka kalau Chen Niu bukan hanya memberikan perlindungan, tapi dia juga memberikan eleksir yang sangat berharga. Dalam hatinya dia bersumpah bahwa selama Chen Niu memberikan keuntungan maka dia akan tetap setia kepadanya sekalipun hanya menjadi seorang pelacur untuknya.
"Sekte Iblis memiliki orang-orang yang pandai dalam melacak ataupun mencari informasi, jika ada sesuatu yang aneh atau pergerakan luar segera laporkan kepadaku. Untuk sekarang aku akan kembali ke Donghai dan meneruskan pendidikanku !" Kata Chen Niu dengan santai.
"Terserah kau saja... sisanya kau bisa mengaturnya sendiri. Aku pergi !" Chen Niu melompat keluar Jendela dan terbang kearah Bandara.
Selatan dan Utara sangat jauh dan Chen Niu tidak ingin menghabiskan energinya. Lebih baik di naik Pesawat dan memiliki perjalanan yang nyaman untuknya.
....
Disebuah Mansion di Beijing, Zhao Qi sendiri mendapatkan undangan dari Yao Jun. Disana banyak Penjaga yang merupakan pensiunan dari Tentara dan Zhao Qi sudah berada ruang tamu.
Yao Jun perlahan turun dari tangga bersama dengan seorang wanita muda yang berpakaian militer. Wanita itu bernama Yao Qin dan merupakan salah satu Cucu dari Yao Jun sekaligus Jendral Militer yang sekarang.
Dengan kemampuannya yang hebat dan dukungan dari Keluarganya, diusia muda dia sudah bisa mencapai posisi teratas dalam militer.
"Lama tidak bertemu Zhao kecil... bagaimana perkembangan dari Proyek yang aku minta darimu ?" Tanya Yao Jun sambil duduk.
"Sesuai apa yang Anda perkirakan... kepadatan energi langit dan bumi semakin menjadi lebih kuat, banyak hewan yang sudah berevolusi dan berkembang lebih kuat pada umumnya." Kata Zhao Qi dengan santai.
"Baguslah... Lalu Bocah bermarga Chen itu, dia baru ini membuat keributan besar dengan menekan dua Sekte secara maksimal. Bahkan dia membunuh Huang Ling yang aku sendiri mungkin kesulitan menghadapinya, dia benar-benar membuatku penasaran dan aku ingin sekali mencoba kekuatannya." Kata Yao Jun dengan niat bertarung.
"Anak itu berkembang secara tidak normal, seolah dia dilahirkan untuk menjadi Monster dalam Seni Beladiri." Kata Zhao Qi sambil mengusap keringat didahinya.
"Tentu saja pencapaian seperti itu tidak mungkin jika dia melakukannya sendiri. Aku yakin ada sosok kuat yang berada diluar imajinasi kita yang telah membimbingnya. Karena itulah aku tidak ingin gegabah untuk bermusuhan dengannya." Kata Yao Jun dengan jujur.