
Chen Niu kembali kerumah dan disana dirinya cukup terkejut. Rumah yang dulunya jelek sekarang menjadi cukup bagus, entah mengapa dirinya merasa asing dengan hal ini.
Segera dia masuk kedalam dan melihat Ayah dan Ibunya, mereka berdua sudah mendengar kabar kalau Chen Niu akan pulang malam ini dan makanan yang enak sudah disiapkan diatas meja.
"Ayah Ibu... Aku pulang." Kata Chen Niu dengan santai.
"Akhirnya kau datang... Bagaimana dengan kehidupanmu disana, apakah Bisnis yang kau lakukan berjalan lancar ?" Tanya Chen Fu dengan penasaran.
"Apa yang kau tanyakan... Putra kita baru saja kembali dan biarkan dia istirahat untuk makan." Kata Niu Lan dengan marah.
"Tidak apa... Aku sudah makan tadi waktu perjalanan, Bisnisku sekarang sudah stabil dan keuntungan terus bertambah setiap harinya." Kata Chen Niu dengan jujur.
"Baguslah kalau begitu... Karena kau sudah datang bisakah besok kau menemani Ibumu pergi ke Chuzhou!" Kata Chen Fu dengan santai.
"Mengapa tiba-tiba ?" Tanya Chen Niu dengan penasaran.
"Tentu saja untuk memberikan penghormatan kepada Leluhur Ibumu, kenyataannya Keluarga Ibumu merupakan salah satu Keluarga Kelas menengah disana. Namun kondisi kita sekarang lebih baik dan seharusnya mereka tidak akan menolak kita seperti sebelumnya." Kata Chen Fu dengan jujur.
Chen Niu sedikit terkejut mengetahui kebenaran ini dan Niu Lan membenarkannya. Dalam kehidupannya yang lalu bahkan saat Ayah dan Ibunya mati tidak ada satupun orang yang datang kepemakaman mereka, mendengar hal ini membuat amarah didalam hati Chen Niu sedikit meledak.
Pada akhirnya Chen Fu menceritakan kebenaran tentang kisah asmara mereka. Singkatnya mereka berdua bertemu di Universitas di Kota Chuzhou dan saling jatuh cinta. Namun karena latar belakang Keluarga Ayahnya yang miskin dan Keluarga Lan tidak menyetujui pernikahan mereka, jadi mereka memutuskan untuk lari dan hidup bersama.
Bukan hanya itu saja bahkan Ayahnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan dan seolah ditekan habis oleh mereka. Chen Niu yang mendengar hal ini tidak sudi untuk menganggap mereka Keluarganya setelah apa yang mereka lakukan kepada Keluarganya.
"Bagus... Mereka cukup berani melakukan tindakan buruk kepada Keluargaku. Aku Chen Niu akan mengingat hutang ini baik-baik !" Kata Chen Niu dengan dingin.
Niu Lan memukul kepala Chen Niu dan berkata, "Ingat apa Bocah Nakal... Mereka itu juga Keluargaku, walaupun aku ingin menyangkalnya tapi darah mereka juga mengalir padaku. Jika kau ingin menyalahkan orang maka salahkan saja Ibumu ini, semua terjadi karena keputusan Ibu yang memilih bersama dengan Ayahmu dan Ibu tidak menyesal bahkan jika Ibu mati."
Setelah makan Chen Niu bergegas kembali kekamarnya setelah mengobrol untuk beberapa waktu. Kamarnya terlihat jauh lebih luas dan bagus, sepertinya Ibunya membersihkannya setiap hari.
Besok dia akan pergi ke Chuzhou bersama dengan Ibunya. Namun Chuzhou masih termasuk kedalam Wilayah kekuasaanya, letaknya tidak jauh dari Jiangbei dan pastinya Chen Niu masih bisa mengendalikan situasi.
Sejujurnya Chen Niu sama sekali tidak peduli dengan Keluarga Ibunya atau menyembah Leluhur, baginya kedua Orang Tuanya adalah satu-satunya yang dimilikinya dan tidak ada orang lain yang dapat menggantikannya.
Keesokan paginya Chen Niu segera berangkat bersama dengan Ibunya. Ayahnya tetap tinggal dirumah dan Chen Niu tidak ingin memaksanya pergi, butuh waktu 7 jam untuk sampai disana menggunakan mobil dan Chen Niu tidak terlalu ingin buru-buru.
"Berapa banyak uang yang kau keluarkan untuk membeli mobil seperti ini, jangan terlalu boros karena mendapatkan sedikit uang !" Kata Niu Lan dengan jujur.
"Ayolah Ibu... Aku hanya sedikit membelanjakan uang. Tabunganku masih banyak dan jika Ibu menginginkan mobil ini aku bisa memberikannya kepadamu !" Kata Chen Niu dengan santai.
"Sudahlah... Ibu pusing mendengarmu." Kata Niu Lan dengan kesal.
....
Disisi lain di Chuzhou dikediaman Keluarga Lan, seorang Pria Tua yang bernama Lan Weichen duduk bersama seluruh anggota Keluarganya dan untuk membahas Upacara Leluhur besok.
Lan Weichen adalah salah seorang Ahli Tenaga Dalam yang cukup kuat dan juga Kakek dari Chen Niu sekaligus Ayah dari Niu Lan.
Kakak dari Niu Lan yang bernama Fu Lan merasa tidak senang dan berkata, "Ayah... Mengapa kau memanggil kembali Adik dan membuatnya mengikuti Upacara Leluhur, aku tidak setuju dengan hal ini. Karena dia kita semua sudah kehilangan keuntungan jangka panjang, andai dia menikah dengan orang dari Keluarga Yuan maka kita tidak akan rugi sampai harus turun dan menjadi Keluarga kelas menengah."
"Hentikan ocehanmu... Aku sudah tua dan mungkin tidak akan memiliki lebih banyak waktu untuk hidup. Walaupun kalian bukan saudara kandung tapi dia tetap Putriku, aku tidak ingin mati dengan cara yang buruk." Kata Lan Weichen dengan jujur.