
Sebelum Chen Niu pergi ke Donghai dia sudah membeli banyak Batu selama seminggu penuh tanpa menahan diri. Stok disini memang masih banyak tersisa dan sepertinya dia harus bermain dengan cara yang aman.
Chen Niu tersenyum dan berkata, "Oke... aku akan meminta orang untuk mengangkutnya kemari, lalu bagaimana dengan Orang Tuaku ?"
"Tenang saja Bos... Ayahmu dan Ibumu masih dalam pengawasan kami. Setidaknya mereka dipantau oleh seorang Ahli Batin. Berkat buku latihan yang berikan Bos peningkatan kekuatan kami jauh lebih banyak dan rekrutan baru saat ini sudah bisa menggunakan Tenaga Dalam." Kata Bing Chu dengan jujur.
"Berapa banyak anggota yang kau rekrut ?" Tanya Chen Niu dengan santai.
"40 orang." Jawab Bing Chu dengan jujur.
"Itu masih kurang... paling tidak cari dua ratus orang dan latih mereka. Tapi pastikan untuk melihat identitas mereka, aku tidak ingin ada penyusup yang masuk kedalam." Kata Chen Niu dengan santai.
"Siap Bos." Kata Bing Chu dengan tegas.
Chen Niu mengakhiri panggilannya dan bergegas masuk, disana dia melihat Lin Yu yang didekati oleh dua orang yang sedang mabuk. Mereka berdua mengajak Lin Yu minum bersama dan sedikit menggodanya.
"Cantik... bagaimana jika Kakak-Kakak ini menemanimu ?" Tanya mereka berdua dengan penuh nafsu.
"Tidak terimakasih... aku bersama pacarku, sebelum dia kembali dan kalian mendapatkan masalah lebih baik kalian pergi !" Kata Lin Yu dengan ekspresi yang kesal.
"Ayolah... kami berdua jauh lebih baik dari pacarmu bukan, kenapa wanita ini sangat jual mahal !" Salah seorang Pria itu berusaha untuk membelai rambut Lin Yu.
Namun dengan cepat Chen Niu menghentikannya dan meremas tangan Pria itu dengan kuat. Pria itu mengerang kesakitan dan salah satu temannya mengambil Botol Bir dan memukul kepala Chen Niu dengan keras.
*Pyar.*
Botol itu pecah namun kepala Chen Niu tidak mendapatkan luka sama sekali, Lin Yu yang melihat ini segera berdiri dan pemilik kedai juga terlihat panik melihat keributan ini.
"Hei... apakah kau tahu rasanya kepalamu dihantam dengan Botol Bir, sepertinya kau sangat ingin merasakannya !" Chen Niu meremas tangan Pria itu dengan sangat kuat.
"Dua Anjing sialan... kau harus tahu bahwa tidak ada yang boleh mengganggu kekasihku, kali ini aku akan melepaskan kalian !" Chen Niu mencibir mereka dengan jijik dan segera masuk.
Lin Yu dengan panik memeriksa kepala Chen Niu dan membasuh bekas Bir yang membasahi kepalanya, dia merasa lega karena Chen Niu tidak terluka namun dia masih khawatir jika ada luka didalam.
"Apakah kita harus pergi kerumah sakit ?" Tanya Lin Yu dengan panik.
"Tidak apa... ini sama sekali tidak melukaiku, ayo kita lanjutkan makan !" Kata Chen Niu dengan santai.
"Bukankah lebih baik kita pergi... aku takut mereka akan membawa teman-temannya untuk membalas dendam kepadamu !" Kata Lin Yu dengan khawatir.
Pemilik Kedai mengangguk dan berkata, "Itu benar... lebih baik Tuan segera pergi... mereka adalah Preman disekitar sini dan sering berbuat seenaknya !"
"Tidak apa-apa... mereka hanya sekumpulan Anjing liar, jika mereka ingin menghadapi singa maka mereka harus tahu apa itu yang disebut rasa sakit." Kata Chen Niu dengan santai.
Segera dia duduk dan kembali memakan makanannya dengan lahap. Lin Yu dan Pemilik Kedai hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sifat Chen Niu yang tidak takut dalam segala hal.
Setelah beberapa waktu sekelompok orang masuk dengan paksa dan diantaranya ada dua orang yang baru saja dihajar oleh Chen Niu. Mereka semua membawa senjata tajam dan salah seorang Pria kekar mengambil kursi dan duduk.
"Semua pengunjung bergegas keluar dan merasa kalau akan ada hal buruk yang akan terjadi, Chen Niu terlihat sangat santai dan tidak memperdulikan hal-hal kecil seperti mereka.
"Hei... keberanianmu cukup besar untuk menghajar Anak buahku diwilayahku sendiri, apakah kau sangat ingin mati. Jika tidak maka serahkan semua uangmu... aku bisa menjamin kalau tidak akan ada luka ditubuhmu !" Kata Ketua Preman itu dengan bangga.
"Coba katakan sekali lagi... aku juga bisa membuat lubang dikepalamu !" Chen Niu mengambil Pistol dipinggangnya dan mengarahkan langsung kearah kepala Ketua Preman.
Seketika Ketua Preman itu sangat terkejut dan Anak buahnya melangkah mundur, dia tidak tahu kalau lawannya membawa Pistol ditangannya dan mengutuk dua orang yang menghasutnya.
"Hahaha... Anak buahku yang salah dan Tuan Muda sangat luar biasa, maaf sudah mengetes Tuan dan saya meminta maaf secara pribadi." Kata Ketua Preman itu dengan takut.