
Kelompok Penjahat itu menjarah setiap kamar dan menemukan banyak barang berharga. Keamanan sudah dilumpuhkan terlebih dahulu oleh mereka dan semua rencana pelarian sudah diatur dengan baik.
Dua orang sudah berada di Kamar Chen Niu dan pintu dibuka dengan paksa. Mereka berdua masuk dan terkejut melihat Chen Niu yang duduk telanjang bersama dengan Xiao Rain menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Apakah ini layanan kamar... bukankah mereka sedikit kurang ajar !" Kata Xiao Rain dengan kesal.
Mereka berdua saling memandang dan terlintas pikiran jahat dikepala mereka, "Ini adalah Perampokan... serahkan barang berharga kalian jika tidak mau mati. Kau juga Pria sialan... keluar dari sini dan wanita ini akan tinggal bersama kami !"
"Hahaha... dia ingin membunuhmu !" Xiao Rain tertawa dengan geli dan menatap kedua Penjahat itu, "Jika kalian bisa membunuh orang ini aku bersedia tidur bersama kalian !"
Mereka merasa sedikit bersemangat dan walaupun Xiao Rain terlihat berantakan, tapi mereka tahu kalau dia merupakan kecantikan yang bagus. Sayang jika mereka hanya merampas harta mereka, sekarang Kapal ini berada dibawah kendali mereka dan setidaknya mereka harus menikmati beberapa wanita kelas atas sebelum pergi.
"Bos... jangan membuatku menunggu lama !" Kata Xiao Rain dengan santai.
"10 menit sudah cukup untukku." Chen Niu memakai celananya dan menjentikkan jarinya.
Qi mulai memadat dan menyembur kearah mereka berdua. Chen Niu dengan cepat berdiri didepan mereka dan mencengkram leher mereka berdua dengan sangat kuat.
Chen Niu menyeret mereka berdua keluar dan berkata, "Kedua bajingan yang berpikir kalau mereka hebat dengan membawa senjata api. Kita lihat sehebat apa kalian bermain !"
Sampainya mereka berdua diluar Chen Niu membenturkan kepala mereka dengan keras ketembok dan membuat mereka semua keluar.
Chen Niu mengambil pistol kedua orang itu dan menembak mereka semua. Beberapa orang jatuh kelantai dengan kepada dan dada yang berlubang oleh peluru panas, sedangkan sisanya bersembunyi dibalik dinding dan membalas tembakan Chen Niu.
Namun anehnya semua peluru yang bergerak kearah Chen Niu berbelok arah dan tidak dapat mengenai sasaran mereka.
"Kalian tidak seharusnya membuatku kesal... Kalian semua akan membayarnya dengan nyawa !" Kata Chen Niu dengan ekspresi yang marah.
*Bang... Bang... Bang....*
"Siapa bajingan yang sudah mengacau ?" Teriak Ketua Penjahat dengan keras.
"Aku." Chen Niu perlahan berjalan keluar dan menatap semua orang dilantai bawah.
"Tembak dia dan bunuh !" Perintah kepada Ketua Penjahat kepada sepuluh Anak buahnya.
Mereka semua menembak kearah Chen Niu namun dengan santai Chen Niu mengangkat satu tangannya. Semua peluru itu melambat dan berhenti didepannya, peluru itu berbalik dan Chen Niu melambaikan tangannya.
Peluru berbalik arah kesemua anak buah penjahat dan membunuh mereka seperti hujan peluru, darah berceceran dilantai dan Ketua Penjahat itu memasang ekspresi yang suram dan mengambil salah seorang Pria untuk menjadikannya sebagai sandera.
Chen Niu melompat kebawah dan Ketua itu menodongkan pistolnya kearah Pria yang dia tahan, "Maju selangkah dia akan mati !"
"Bunuh saja... apa kau pikir aku akan peduli, aku masih memiliki tiga menit yang tersisa." Chen Niu berkata dengan dingin.
Chen Niu tidak akan peduli dengan hidup mati orang lain. Baginya mereka bukanlah keluarganya dan tidak ada untungnya jika terus ditahan.
"Kau adalah Master Seni Beladiri ?" Tanya Ketua Penjahat itu dengan panik.
Dirinya tahu benar hanya mereka yang menyandang gelar Master Seni Beladiri yang bisa melakukan semua ini. Setidaknya butuh sebuah Bom untuk benar-benar berurusan dengan seorang Master Seni Beladiri.
"Master... aku adalah seorang Grandmaster yang sudah ada di puncak. Aku pikir diriku cukup terkenal didunia bawah, tapi sepertinya hanya nama besarku saja yang terkenal. Karena adalah orang yang baik maka aku akan memberitahumu, aku adalah penguasa daratan utara cina dan disebut Raja Utara Chen Niu yang menduduki peringkat kedua seorang Grandmaster Seni Beladiri." Chen Niu berkata dengan bangga.
Semua orang terkejut mendengar hal ini dan mereka tidak menyangka kalau akan berada disatu kapal dengan sosok yang berpengaruh.
Chen Niu memadatkan Qi miliknya dan sebuah peluru angin ditembakkan dari ujung jarinya, peluru angin itu tepat mengenai kepala Ketua Penjahat dan membuatnya hancur. Darah dan organ kepalanya berceceran dan kebanyakan orang yang melihat mayat Ketua itu muntah karena jijik.
"Buang mayat mereka semua... aku tidak ingin menunda liburanku hanya karena sekumpulan serangga seperti mereka !" Chen Niu berbalik dan kembali kekamarnya.