I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 103 - Duel


Siang harinya Danau Wanhua sudah banyak Ahli Beladiri yang berdatangan. Nan Tian masih tetap tenang duduk diatas perahunya dan tidak terlihat khawatir sama sekali.


Dari kejauhan Chen Niu baru saja tiba dan dia dengan santai melihat kearah Nan Tian. Qi yang terasa sangat kuat meledak-ledak disertai dengan niat membunuh.


Semua orang dapat merasakan Qi Spiritual yang ganas dan semua mata tertuju kearah Chen Niu, dengan santai Chen Niu melompat ketengah Danau dan berdiri diatas air.


Gelombang air membuat perahu Nan Tian mulai berguncang. Senyumnya yang jahat terlihat sangat jelas dan dia cukup senang bahwa dirinya tidak harus menunggu waktu lama.


Kobaran Api mulai keluar dari tubuh Nan Tian dan membakar perahu itu sampai habis. Nan Tian berdiri diatas air dan sedikit memamerkan keterampilannya.


"Jadi kau bisa memadatkan Qi milikmu dan menciptakan Atribut Api. Sepertinya kau penuh kesiapan untuk berani menantangku sekarang !" Kata Chen Niu dengan senyum yang santai.


"Hahaha... terimakasih sudah datang dan memenuhi tantanganku. Sayangnya Danau Wanhua ini akan menjadi kuburanmu !" Kata Nan Tian dengan tawa yang keras.


"Matilah kau orang tua !" Chen Niu berlari kearah Nan Tian dengan kecepatan yang luar biasa.


Bahkan jika sekalipun berlari diatas air kecepatannya sudah seperti sebuah peluru, tinju yang ganas disertai dengan Qi yang kuat diarahkan langsung ke Nan Tian.


Nan Tian juga melawannya dengan sekuat tenaga dengan tinjunya, namun ketika tinju mereka berdua bertemu Nan Tian didorong mundur dan pergelangan tangannya mulai merasakan sakit.


"Kemampuanmu cukup kuat... Aku kesini selain ingin merebut posisimu sebagai Raja Utara juga sangat penasaran dengan kemampuanmu. Sepertinya kau tidak mengecewakan !" Kata Nan Tian dengan senyum yang puas.


"Cih... hanya dengan satu pukulan kau sudah terdorong kebelakang. Apakah aku harus sedikit menurunkan kekuatanku untuk menghormati orang tua bau sepertimu." Kata Chen Niu dengan sedikit memprovokasi.


Nan Tian mengerutkan keningnya dan terlihat marah, "Kekuatanmu itu tidak lebih dari sebutir pasir... Akan kutunjukan bagaimana cara Grandmaster sebenarnya !"


Nan Tian meninju kearah Chen Niu dan menciptakan ombak yang cukup besar, Qi mulai menyelimuti tangan Chen Niu dan memadat. Dengan santai dia mengayunkan tangannya dan ombak itu terbelah, namun Nan Tian tidak berhenti sampai disitu saja.


Chen Niu terdorong mundur dan memuntahkan darah, kedua pergelangan tangannya merasa sangat kesakitan namun dia terlihat tersenyum dengan penuh hawa membunuh.


"Mari lanjutkan kesenangannya !" Chen Niu mengangkat satu jari telunjuknya dan Qi yang sangat kuat menyembur kearah Nan Tian.


Melihat keganasan Qi milik Chen Niu membuat Nan Tian sedikit gelisah. Api yang besar mulai menyelimutinya dan Nan Tian menggunakan Qi miliknya untuk bertahan, namun keganasan Qi Chen Niu dapat melukainya dan membuatnya muntah darah.


"Qi macam apa itu... bahkan Atribut dan Qi yang aku latih lebih dari empat puluh tahun tidak bisa menghentikannya ?" Nan Tian sedikit cemas.


"Bukan hanya kau saja yang bisa memadatkan Qi milikmu orang tua. Qi milikku memiliki lima unsur Atribut didalamnya dan memadat seperti sebuah pedang. Aku bukan pemain sirkus yang mengeluarkan Api sepertimu, dengan teknik ini seharusnya sudah cukup untuk membunuhmu." Kata Chen Niu dengan dingin.


"Mustahil... Seharusnya kau itu hanya bocah yang hanya memiliki sedikit pencapaian. Tidak mungkin kau memiliki kekuatan yang luar biasa seperti ini, tapi aku juga belum menunjukan semua kemampuanku." Kata Nan Tian dengan marah.


Nan Tian mengambil sebuah Labu Giok kecil didalam jubahnya. Labu Giok itu merupakan senjata magis yang sudah bersama dengannya untuk waktu yang lama.


Chen Niu sudah menebak hal ini dan faktanya Nan Tian sudah berada disini selama beberapa hari, walaupun dia sombong tapi sebenarnya dia adalah orang yang berhati-hati.


Untuk memastikan bahwa tidak ada kecelakaan maka Nan Tian sudah menanam banyak untaian benang didalam air. Segera untaian benang yang terhubung langsung dengan Labu Giok naik keatas permukaan dan mengurung Chen Niu seperti sebuah sangkar burung.


"Matilah kau Bocah !" Nan Tian berteriak sangat keras.


Api ditubuh Nan Tian mulai menjalar mengikuti Benang itu dan berkumpul kearah Chen Niu, semua orang yang melihat hal ini merasa kagum dengan kemampuan Nan Tian yang terlihat seperti Dewa.


Namun bagi mereka yang paham dengan tindakan Nan Tian, dia tidak lebih dari curang. Walaupun hasil menentukan segalanya tapi dia sudah mempersiapkannya sejak awal, hal ini tidak lebih dari memasang ranjau untuk menjebak hewan buruan.