I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 181 - Menindas


Yao Jun berdiri disamping Chen Niu dan baru mendengar keributan, kabut darah itu masih terlihat jelas dan dia sudah bisa menebak apa sebenarnya yang terjadi.


Duan Qinghan menepuk tangannya dan membuat perhatian semua orang tertuju kepadanya, "Kalian semua lebih baik pergi... kami bertiga adalah Kultivator yang akan mengambil Buah Guntur, aku tidak ingin mengotori tanganku dengan darah dan akan jauh lebih baik jika kalian pergi !"


"Kalian hanya pendatang yang lewat dari Gerbang Abadi, tempat ini adalah Dunia kami dan kalian tidak memiliki hak untuk bersikap seolah kalian yang paling berkuasa." Teriak seorang Wanita berambut pirang yang merupakan orang dari Rusia.


"Dengarkan ini baik-baik ****** sialan... orang lemah harus tahu dimana tempatnya. Walaupun penampilanmu menarik sayangnya kau hanya Semut yang tidak berarti dimataku !" Duan Qinghan mengepalkan tinjunya dan Aura disekitar wanita itu mulai mengamuk.


Wanita itu bahkan tidak memiliki peluang untuk mengeluarkan kekuatannya dan seolah lehernya sedang dicekik oleh seseorang. Namun tiba-tiba Aura yang memadat itu hancur berantakan dan Duan Qinghan sangat terkejut, matanya menatap tajam kearah Pria yang tidak lain adalah Chen Niu.


Yao Jun terkejut dan mengutuk kebodohan Chen Niu yang ikut campur. Chen Niu melompat dan berdiri didepan Gadis itu, dia membantunya bangun dan terlihat sangat santai.


"Semut rendahan berani menghentikanku untuk membunuh seseorang !" Teriak Duan Qinghan dengan marah.


"Diamlah... kenapa kau selalu berteriak seperti Anjing kepanasan. Terlebih mengapa kau mengincar yang lemah, jika kau sangat ingin sombong maka lakukanlah didepanku." Niat membunuh Chen Niu meledak dengan sangat kuat dan mendorong semua orang seperti badai.


Cang Yue dan Fei Yan sangat terkejut dengan sosok kuat ditempat ini. Bahkan dengan niat membunuhnya saja Duan Qinghan merasakan perasaan gelisah didalam hatinya.


"Cang Yue... Apakah kita perlu membantu Duan Qinghan untuk berurusan dengannya ?" Tanya Fei Yan dengan dingin.


"Kau juga bukan lawannya... Orang itu berada di Puncak Alam Dewa Bumi, walaupun dia bukan lawanku sama sekali tapi aku tidak ingin ikut campur. Apa yang didepan kita jauh lebih penting dan sejak awal kita memang tidak memiliki hubungan satu sama lain bukan !" Cang Yue berkata dengan dingin.


Duan Qinghan menatap Chen Niu dengan ganas dan melihat kebelakang. Sepertinya kedua orang yang ada dibelakangnya tidak ingin ikut campur dan dia sendiri tidak terlalu yakin untuk menang melawan Chen Niu.


"Sebutkan namamu jika kau memiliki keberanian !" Kata Duan Qinghan dengan dingin.


Semua orang merasakan sambaran petir dan ingin tertawa mendengar pernyataan Chen Niu, dalam situasi ini dia masih tetap santai dan mempermainkan musuhnya.


"Bajingan !" Duan Qinghan melesat kearah Chen Niu seperti sebuah meteor.


Gelombang panas terasa dari Auranya dan Chen Niu juga melakukan hal yang sama. Kekuatan matahari berkumpul ditangannya dan tinju yang kuat saling beradu satu sama lain.


*Bang.*


Tubuh Duan Qinghan terpental dan menabrak tebing dengan keras, darah menyembur dari mulutnya dan entah itu kekuatan fisik maupun Spiritualnya dia kalah telak.


Chen Niu ingin mengakhirinya dengan pukulan terakhir namun dua buah Pedang Aura sudah muncul didekat lehernya. Cang Yue menghentikan Chen Niu dengan santai dan jika Chen Niu bergerak lebih jauh maka Pedang itu akan langsung memotong lehernya.


"Bunuh dia Cang Yue... Orang ini sangat berbahaya !" Teriak Duan Qinghan dengan marah.


"Cukup sampai disitu... jika kau terus melanjutkannya kau akan mati. Aku tidak memiliki kewajiban untuk mematuhi perintahmu, kau juga... aku tidak tahu siapa kau dan aku juga tidak peduli. Akan ada waktunya ketika bersaing mendapatkan Buah Guntur, sekarang diam... Aku sudah menunggu disini untuk waktu yang lama dan jika terjadi sesuatu yang salah terhadap Buah Guntur maka semua yang aku lakukan berakhir sia-sia." Kata Cang Yue dengan ekspresi yang ganas.


"Baik... kau juga pastikan untuk membungkam mulutnya." Chen Niu kembali kesamping Yao Jun dan mundur.


Hanya saja apa yang dikatakan Cang Yue sangat benar, jika gelombang pertarungan pecah dan mempengaruhi Buah Guntur maka semuanya akan menjadi sia-sia.


Kekuatan Cang Yue memang berada sedikit diatasnya, namun Chen Niu tidak takut sama sekali untuk berhadapan dengan mereka bertiga sekaligus.


Chen Niu memiliki Busur Ilahi yang merupakan senjata magis Peringkat Mahayana, kekuatannya bukanlah sesuatu yang bisa ditahan oleh Alam Dewa Bumi seperti mereka. Namun mengekspos terlalu awal bukanlah tindakan yang bijak, jadi selama tidak dalam kondisi darurat maka Chen Niu tidak perlu menggunakan Busur Ilahi miliknya.