
Keesokan paginya Chen Niu bangun dan seperti biasa, dia melihat disampingnya Lin Yu tidur sangat pulas. Ketika dia bangun tidur hanya ada kecantikan yang ada disampingnya, Chen Niu cukup yakin bahwa ini adalah nikmat terbesar yang dimiliki oleh seorang Pria.
Bibi Zhang mengetuk pintu dan berkata, "Tuan... ada seorang Gadis yang mencari Anda, namanya adalah Qing Zhu !"
Chen Niu yang mendengar hal ini membuka matanya lebar-lebar dan segera bangun, dia segera turun dan diruang tamu Qing Zhu duduk dengan tenang.
Ketika dia melihat Chen Niu senyumnya terlihat sangat lebar, namun tidak bagi Chen Niu yang langsung mengetuk kepala Qing Zhu dengan jarinya.
"Ah... apakah ini yang aku dapatkan setelah datang jauh-jauh untuk memberimu kejutan !" Kata Qing Zhu sambil mengusap dahinya.
"Aku sudah menelponmu berkali-kali dan berniat menyuruhmu untuk datang. Apakah kau tidak tahu kalau aku sangat mengkhawatirkanmu !" Kata Chen Niu dengan kesal.
Qing Zhu tersenyum dan berkata, "Maaf... aku tidak tahu, aku hanya berpikir untuk membuat kejutan."
Lin Yu perlahan turun dari tangga dan sosoknya menarik perhatian Qing Zhu, dalam sekali lihat dia sudah tahu kalau wanita yang turun adalah Lin Yu. Entah reaksi macam apa yang akan diberikannya Qing Zhu sudah siap dalam segalanya.
Lin Yu tersenyum ramah kearah Qing Zhu dan memegang kedua tangannya, "Jadi ini adalah Adik Qing Zhu... aku sudah lama menantikan kedatanganmu. Sepertinya kita tidak perlu berkenalan satu sama lain mengingat Pria ini pasti sudah mengatakan segalanya tentangku."
Chen Niu mengangkat bahunya dan membenarkan perkataan Lin Yu. Qing Zhu merasa lega dan tersenyum puas, dia pikir kalau Lin Yu tidak akan mau menerimanya dan diharuskan untuk bertengkar.
Tapi sepertinya itu hanyalah kekhawatirannya saja yang terlalu berlebihan. Tapi jika melihat Lin Yu langsung, Qing Zhu merasa dia lebih cantik dari pada dimajalah.
"Salam kenal Kakak Lin Yu... mohon bantuan untuk kedepannya !" Kata Qing Zhu dengan sopan.
Lin Yu mengangguk dan berkata, "Karena Adik Qing sudah datang bagaimana jika mengadakan pesta penyambutan !"
"Tolong jangan buat pesta yang besar... aku tidak ingin terlihat oleh orang-orang besar." Kata Qing Zhu dengan malas.
"Silahkan saja... kita akan berpesta bertiga, malam ini kita akan melakukan membakar daging didekat kolam renang. Tapi kalian berdua harus memakai pakaian kolam renang, itulah mengapa hal ini disebut pesta !" Kata Chen Niu yang terlihat tidak sabar.
"Apakah kalian tidak mau ?" Tanya Chen Niu dengan sedikit putus asa.
"Baiklah... kami akan memanjakanmu malam ini jadi bersiaplah." Kata Qing Zhu dengan semangat penuh.
Chen Niu mengusap kepalanya dan memberikan Kartu Rekening, "Kalian pergi dengan Taksi... sampai disana belilah satu Mobil untuk masing-masing dari kalian. Aku akan kembali nanti sore setelah mengecek pekerjaan Meng Tian, aku akan melihat bagaimana kerja keras kalian nanti !"
"Baik." Lin Yu segera pergi dan bersiap-siap membawa Qing Zhu jalan-jalan.
Chen Niu mengambil jaketnya dan pergi ketempat Meng Tian untuk mengecek pekerjaannya. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi dan menurut Sheng Tian pembangunannya juga hampir selesai, tapi jika masalah penjualannya tidak bagus maka semuanya akan sia-sia.
Setelah beberapa waktu Lin Yu turun mengenakan pakaian yang bagus, mereka sudah memesan taksi dan segera pergi bersama ke Pusat Perbelanjaan.
Qing Zhu sedikit gugup dan berkata, "Kakak Lin... apakah kau tidak marah mengetahui hubunganku dengannya ?"
"Bohong jika aku tidak marah... tapi aku sudah menerima banyak kebaikan darinya dan dulu dia merupakan cinta pertamaku. Awalnya aku memang sangat kecewa tapi dia sudah berani jujur kepadaku, kau juga terlihat sangat menyenangkan dan mungkin kita bisa bergaul dengan baik dimasa depan." Kata Lin Yu dengan jujur.
"Terimakasih." Kata Qing Zhu dengan tulus.
"Chen Niu berkata bahwa kau dipaksa dalam aturan tradisi Keluargamu... tapi hanya satu hal yang ingin aku sampaikan kepadamu. Jika kau tidak serius dengannya maka lebih baik tinggalkan dia dari sekarang, aku tidak ingin dia kecewa atau apapun itu !" Kata Lin Yu dengan tegas.
"Kakak Lin tidak perlu khawatir... aku sangat menginginkannya jauh dari apa yang Kakak Lin pikirkan." Qing Zhu berkata dengan jujur.
"Baguslah kalau begitu." Kata Lin Yu dengan perasaan yang lega, "Bagaimana ceritanya kau bisa bertemu dengannya dan jatuh hati kepadanya ?"
Qing Zhu mulai menceritakan semuanya kepada Lin Yu mengenai dirinya yang ditolak ketika mengundang Chen Niu makan siang saat di Bandara sampai di mendapatkan gelar Raja Utara dan menjadi penguasa penuh dari Xianjiang, Yancheng dan Donghai.