
Cheng Yu terlihat sangat marah dan berteriak, "Kenapa kau bisa memiliki kekuatan seperti ini dan apa-apaan Tombak itu, aku sudah hidup sangat lama dan bahkan diriku tidak bisa melakukannya !"
"Katak didasar sumur hanya akan mengira langit seluas lubang sumur, itu adalah cerminan dari dirimu. Sejak awal pengetahuanmu itu terlalu dangkal, karena kau akan mati disini maka aku akan memberitahumu."
Chen Niu melanjutkan, "Alam Dewa dibagi menjadi dua yaitu Dewa Bumi dan Dewa Langit, dirimu yang sekarang tidak lebih dari Dewa Bumi yang berada di Puncak. Sedangkan aku berada di Alam Dewa Langit, jarak kau dan aku terlalu besar dan ketika kau memutuskan untuk bertarung maka itu akan menjadi kekalahanmu !"
"Omong kosong.... Apakah kau pikir aku tidak tahu hal semacam itu, bukan hanya kau saja yang memiliki hubungan dengan Kultivator luar. Alam Dewa Langit bukanlah sesuatu yang bisa kita capai di Bumi ini yang kepadatan energinya sangat sedikit." Teriak Cheng Yu dengan marah.
Chen Niu tidak menyangkal perkataan Cheng Yu sama sekali, seiring perkembangan jaman dan banyak peperangan yang menggunakan senjata pemusnah masal. Kerusakan lingkungan terus menumpuk hingga membuat Aura menipis, bahkan orang-orang di Benua Zhenwu merasakan kesulitan untuk mencapai Alam Dewa Langit.
Jika bukan karena tempat Leluhur dan semua sumber daya yang ada disana. Chen Niu tidak mungkin memiliki pencapaiannya yang sekarang, Cheng Yu memang hidup untuk waktu yang sangat lama akan tetapi dia tidak memiliki keberuntungan sebagus Chen Niu.
"Kita sudahi saja semuanya... aku akan menunjukan kekuatan yang sebenarnya dari Alam Dewa Langit !" Chen Niu memegang Tombaknya dan menuangkan Qi miliknya.
Aura yang sangat kuat meledak dan membuat ombak laut menjadi gelombang besar. Merasakan penindasan yang luar biasa dari Aura Chen Niu membuat Cheng Yu merasa sedikit gemetar ketakutan.
Langit diselimuti oleh awan hitam dan angin bertiup sangat kencang, semua orang dapat merasakan kengerian dari seorang Dewa dan pemandangan ini sudah seperti bencana untuk mereka.
Cheng Yu melemparkan Giok Kubus miliknya keatas langit, ukurannya tiba-tiba membesar dan aliran kilat yang kuat terpancar dari Giok Kubus. Cheng Yu memukul dadanya dan menggunakan esensi darahnya sendiri untuk meningkatkan daya serangnya.
Tombak ditangan Chen Niu memancarkan cahaya yang menyilaukan dan segera Chen Niu memutarnya, "Seni Tombak Linglong Tusukan Bintang !"
*Boom.*
Kedua serangan itu saling beradu namun kekuatan Bintang jauh lebih kuat, dalam sekejap mata Petir itu didorong kembali dan kekuatan Bintang menyapu Cheng Yu hingga menembus awan.
Lubang besar tercipta diatas langit dan Cheng Yu mati tanpa ada sisa sedikitpun dari tubuhnya, akhir dari pertarungan para Dewa ini menjadi kemenangan telak untuk Chen Niu dan semua orang bisa melihat keganasan langsung dari para Dewa.
Enam orang Dewa dibantai oleh satu orang Dewa yang mendominasi, terlebih pertarungan ini disiarkan langsung ke Publik dan banyak mata yang dapat melihatnya.
Giok Kubus berwarna Ungu jatuh dari atas langit dan Chen Niu menangkapnya. Kemungkinan ini adalah benda yang sangat berharga dan mungkin Chen Niu dapat menggunakannya untuk hal lain.
Chen Niu menatap kearah semua orang dan berkata, "Mulai hari ini aku akan memberikan diriku sendiri gelar yaitu Raja Dewa Chen Niu, aku tidak berniat menguasai segalanya dibawah kendaliku dan lebih suka dengan kedamaian. Tapi jika kalian ingin mengusik diriku ataupun Keluargaku, maka tidak peduli apakah itu Negara besar atau Dewa manapun. Aku akan membuat kalian memiliki akhir yang sama dengan kumpulan orang bodoh ini."
Chen Niu berbalik dan pergi ke Kuil yang besar itu dan semua orang merasa sangat bersemangat dengan pernyataan Chen Niu. Dapat dipastikan bahwa ketika berita ini menyebar keluar maka Chen Niu akan menjadi pusat perhatian.
Namun kebanyakan orang yakin bahwa mungkin Dewa yang lainya akan berpikir dua kali untuk berurusan dengan Chen Niu. Sosoknya yang mendominasi dan kekuatan absolut yang dimilikinya sudah mampu menekan negara besar, senjata nuklir tidak akan berguna melawannya dan jika Chen Niu ingin dia bisa membalikkan Dunia dibawah telapak tangannya.
Sekarang Chen Niu adalah pemenang dari pertarungan, sebagai seorang pemenang maka dia memiliki hak untuk mengambil segala sesuatu yang dimiliki musuhnya. Terlebih dia cukup penasaran dengan Kuil ini dan mungkin akan mencari harta yang sudah dikumpulkan oleh Cheng Yu bersama dengan Muridnya dalam kurun waktu yang lama.