I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 110 - Orang Luar ?


Setelah keluar Chen Niu diajak pergi ke Lantai dua oleh Ibunya. Sekarang Chen Niu paham masalah utamanya dan Ibunya mengatakan cerita lengkapnya, bagaimanapun juga Chen Niu sudah dewasa dan harus tahu mengenai kebenaran ini.


Pertarungan kedua Fraksi ini akan menentukan siapa yang pantas menjadi Pemimpin Chuzhou, posisi yang mereka inginkan tidak lebih seperti Keluarga Qing ataupun Zong Nan yang langsung berada dibawah Chen Niu sebagai Raja Utara.


Chuzhou masihlah dibawah Wilayah Provinsi Jiangbei dan bagi Chen Niu mudah saja mengatur semuanya. Namun Chen Niu hanya mengenal mata harus dibayar mata, nyawa dibayar dengan nyawa. Kesulitan mereka dalam menjalani hidup tidak akan pernah dia lupakan, Chen Niu akan membereskan semua masalah dengan tangannya sendiri.


Dipusat Kota didalam sebuah Stadion yang cukup besar, disana sudah disiapkan arena pertarungan yang sangat luas. Keluarga Zie sudah tiba lebih awal dan pertarungan ini adalah ide yang mereka ajukan.


Pemimpin Keluarga Zie adalah seorang Ahli Batin yang bernama Zie Pei, mereka semua berkumpul bersama dengan Keluarga kelas menengah yang mendukung mereka sudah siap untuk melakukan pertarungan.


Banyak dari Generasi muda yang menonton pertarungan ini, semuanya tidak lebih tentang siapa yang akan menjadi pemimpin dimasa depan.


Chen Niu sendiri tidak diajak oleh siapapun namun dirinya sudah datang lebih awal dan berada dipojokan. Para Generasi Muda dari Keluarga besar bertanya-tanya siapa Chen Niu ini namun Lan Haidong menjelaskan semuanya kepada mereka.


Lan Fuchen menghampiri Chen Niu dan berkata, "Chen... Bisakah aku duduk disampingmu ?"


"Silahkan !" Chen Niu tidak keberatan dengan Lan Fuchen.


Lan Fuchen duduk disamping Chen Niu dan berkata, "Aku tidak menyangka kalau kau akan tertarik dengan pertarungan ini !"


"Ya... Ada seseorang yang ingin sekali aku bunuh dan aku datang untuk membunuhnya." Kata Chen Niu dengan dingin.


"Jangan gegabah... Orang sepertimu tidak akan tahu seberapa hebat Seni Beladiri itu. Jadi jangan lakukan tindakan apapun yang berbahaya." Kata Lan Fuchen yang mengingatkan Chen Niu.


Setelah beberapa waktu sekelompok orang masuk kedalam Stadion. Zie Pei dan yang lainya merasakan sesuatu yang berbahaya dari orang-orang ini, salah seorang Pria yang bernama Yaun Sin melompat kebawah bersama seorang Master Seni Beladiri.


Yuan Sin tersenyum dan berkata, "Pak Tua... Ini adalah hari kematianmu, aku sudah membawa Master Ren Hao khusus untuk berurusan denganmu !"


"Apa-apaan... Ini tidak sesuai dengan perjanjian yang sudah kita buat, dimana Yuan Long... harusnya dialah orang yang bertarung disini !" Teriak Zie Pei dengan marah.


"Aturan mengatakan bahwa hanya Keluarga kita yang akan bertarung. Master Ren Hao sudah bergabung dengan Keluarga Yuan, apakah aku melanggar perjanjian ?" Teriak Yuan Sin dengan bangga.


Semua orang yang berada di Fraksi Keluarga Zie mengutuk Keluarga Yuan. Sekarang seorang Master Seni Beladiri sudah muncul dan tidak akan ada seorangpun dari mereka yang dapat menghentikannya.


Ren Hao melompat ketengah Arena dan berkata, "Seperti yang kalian tahu... Kalian semua tidak memiliki peluang untuk menang. Aku tidak ingin dicap sebagai seseorang yang menindas orang lemah, selama kalian tunduk maka Keluarga Yuan akan memperlakukan kalian dengan baik !"


"Master Ren.. Ini tidak sesuai dengan perjanjian kita, tidak masalah untuk menerima kekalahan Keluarga Zie tapi tidak untuk Keluarga Lan. Aku memiliki dendam dengan mereka dimasa lalu dan mereka sudah berani membuatku malu, jika kau tidak menyeret Niu Lan datang kemari aku akan membunuh semua anggota Keluargamu !" Teriak Yuan Sin dengan marah.


Yuan Sin sendiri tidak terlalu peduli dengan masalah wanita. Statusnya sangat tinggi dan dia dapat memiliki wanita apapun yang dia inginkan, namun dia tidak akan melupakan kenangan buruk dimasa lalu begitu saja.


Bukan hanya ditinggalkan dan membuat rencananya gagal, dia juga menjadi bahan tertawaan di Keluarga Yuan karena ditinggal kawin lari oleh tunangannya sendiri. Seolah harga dirinya sebagai Pria sudah diinjak-injak oleh Keluarga Lan, jika dia tidak membalasnya sekarang kapan lagi dia mendapatkan kesempatan ini.


Lan Weichen tersenyum dan berkata, "Kalau kau ingin menghancurkan maka hancurkan saja... Aku datang kemari dengan kesiapan penuh untuk menghadapi kematian. Jika kau ingin membunuh diriku maka lakukan saja, aku tidak peduli !"


Ren Hao sendiri sudah mendengar masalah ini dan cukup terkenal di Keluarga Yuan. Mungkin pertarungan memang tidak bisa dihindari dan Qi miliknya menyapu semua orang disana dengan terpaksa.